Madu?!

Madu?!
Eh, ketemu?!


__ADS_3

Sebelum menuju ke rumah makannya, Rahayu singgah sebentar ke toko buku untuk membelikan kertas origami guna membuat tugas anak gadis nya. Tak lupa Rahayu juga meminta pegawai toko untuk mencarikan gambar hewan dan mencetaknya yang nantinya akan di tempel dengan potongan-potongan kecil origami.


Ada beberapa gambar yang Rahayu pilih, misalnya ada singa, gajah, kura-kura, dan kupu-kupu. Tinggal lagi nanti Laili yang memilih untuk dia gunakan sebagai tugas kolase nya.


Rahayu juga membeli lem, gunting, dan juga bingkai foto. Berhubung Rahayu adalah seorang dengan nilai seni tinggi, jadi dia memikirkan bahwa gambar Anaknya pasti akan jauh lebih bagus jika diletakkan dalam bingkai.


Setelah membayar, sambil jalan Rahayu memeriksa belanjaannya di dalam kantung plastik, sambil berfikir apa lagi yang akan di perlukan. Tapi tak sengaja Rahayu menabrak seorang lelaki yang sepertinya sedang terburu-buru?!.


"Maaf pak, saya jalan gak fokus," kata Rahayu.


"Memang kamu gak fokus, di tempat yang ramai ini kenapa juga kamu gak berhenti dulu kalo mau periksa belanjaan kamu. Ada kamu lihat barang-barang saya berserakan?" Jawab lelaki tersebut.


" Yah kok nyolot sih pak, kan saya udah minta maaf, kalo bapak nyuruh saya ngutip tuh barang-barang Bapak yang jatuh, saya juga akan kutip pak, tapi gak perlu sampe segitu nya juga kali Pak marah nya." Rahayu balas nyolot.


"Saya gak mau tau, kamu harus kumpulin berkas-berkasnya, saya lagi buru-buru ini." Kata lelaki itu lebih gak santai.


"Santai kali Pak. Ini juga saya kutip. Ini juga karena saya yang salah ya pak, tapi kalo saya gak salah, ogah saya bantuin orang kayak Bapak." Kata Ayu ngedumel.


"Memangnya saya kenapa?" Tanya lelaki tersebut.


Rahayu hanya memutar bola matanya tanpa menjawab pertanyaan pria tersebut, yang membuat sang empunya pertanyaan menaikkan sebelah alisnya nya, tapi juga tidak memperdulikan Rahayu lagi.


Mereka bekerja sama mengumpulkan barang-barang yang berserakan, ada beberapa tumpukan kertas yang sepertinya sudah di fotocopy, sebab kertas tersebut masih hangat. Ada juga sekotak pulpen, ada beberapa tinta printer, kertas kosong, beberapa Map dan juga amplop. Dari yang terlihat sepertinya itu barang-barang kantor.


"Lagian bawa barang sebanyak ini kenapa gak dua orang sih pak?" Rahayu bertanya seolah tidak ada kejadian salah yang dia perbuat.


"Selama kamu gak nabrak saya, saya masih cukup mampu membawa semua ini seorang diri. Jangan kamu anggap saya orang lemah."

__ADS_1


"Iihh, saya kok kesel ya sama Bapak, saya tanya bagus-bagus tapi Bapaknya ngegas mulu."


"Saya lebih kesel sama kamu, saya lagi buru-buru tapi kamu tabrak membuat saya terlambat."


"Kan saya udah minta maaf Pak..." Rahayu memelas.


"Dan saya udah maafin kamu. Makasih udah bantu saya beresin barang-barang ini. Saya pergi dulu. Ingat, jangan lagi kamu gak fokus ketika berjalan, masih untung kamu nabraknya saya. kalo kamu nabrak tiang dan saya lihat, saya akan sangat puas ngetawain kamu." Lelaki itu pergi tanpa sempat Rahayu membalas perkataannya.


"Sombong sekali....." kata Rahayu sambil menggelengkan kepalanya. Setelah insiden kecil yang menimpanya, Rahayu melakukan sepeda motor nya ke rumah makan.


Rahayu gak pernah khawatir meninggalkan rumah makannya, karena dia sudah melatih Jenna sebagai juru masak di rumah makannya. Beberapa resep yang Rahayu punya sudah diturunkan ke Jenna, jadi tanpa Rahayu yang mendampingi dia, Jenna sudah paham. Rahayu juga gak khawatir Jenna akan berpaling dengan membawa serta resepnya, karena itu hanya sekedar resep masakan, jika Jenna mempunyai niat tersebut, Rahayu akan mendukungnya. Tapi Jenna malah lebih suka bekerja pada Rahayu yang mempunyai pribadi yang menyenangkan, baik hati dan juga tidak pelit. Kesejahteraan mereka yang bekerja pada Rahayu bisa di bilang terjamin.


Sesampainya di rumah makan, Rahayu langsung masuk ke bagian dapur, dan segera mengganti seragam pelayan nya setelah meletakkan barang-barang nya di dalam lemari ganti.


Uniknya Rahayu sebagai pemilik dan juga penyedia resep, Rahayu tidak selalu berada di depan kompor sebagai koki, tapi Rahayu lebih memilih menjadi pelayan, sehingga Rahayu bisa melihat tembakan pasar. Dengan langsung terjun ke lapangan, Rahayu jadi tau apa yang di inginkan pelanggan dan bagaimana kinerja pegawainya.


Tidak dapat di sangkal juga Rahayu merasa jauh lebih baik karena dapat melihat ekspresi para pelanggan ketika makan, dan itu membuat Rahayu merasa sangat bahagia jika mereka menyukai rasa masakan di rumah makannya.


Saat ini tak banyak pelanggan yang datang, jadi Rahayu mengumpulkan para pegawainya dan duduk di salah satu meja tamu. Karena mereka cuma berempat, jadi 1 meja sudah cukup.


"Kenapa kami di panggil mbak?" Tanya Jenna.


"Iya, gak biasa-biasa nya kita kumpul begini?" sambung Robbi. Robbi adalah salah satu pegawai Rahayu yang kerjanya adalah mengantarkan delivery


"Begini..." Rahayu menghentikan kata katanya.


"Kenapa Mbak? kok perasaan saya gak enak nih jadinya?" kata Mala.

__ADS_1


"Begini..." Rahayu menghentikan lagi kata-katanya.


"Aduh mbak, jangan buat kita penasaran donk, dari tadi mbak begini begini terus, kapan begitu nya mbak?" Tanya Robbi.


"Maksud Loh!!!" Tanya Mala mengeplak kepala Robbi.


"Gak ada maksud ah, sakit tau kamu pukul."


"Kamu sih bahasanya, ssstttt!!!" Mala meletakkan jari telunjuknya di bibir.


Melihat tingkah pegawainya, Rahayu merasa senang, karena mereka lucu abis. Inilah arti kekeluargaan bagi rahayu, bukan hanya statusnya sebagai atasan dan bawahan, tapi mereka juga bisa jadi teman, dan juga saudara. Saat susah dan senang mereka selalu bersama. di mulai dari Rahayu merintis usaha rumah makan ini, mereka yang selalu menjadi penyemangat Rahayu setelah suami dan anaknya.


"Begini.... Sepertinya saya akan Berhenti jadi pelayan disini," Kata Rahayu.


"loh, kenapa Mbak?" tanya Mala


"Saya akan mengasuh anak yang kemarin, saya kasian pada anak itu, ketika dia memeluk saya, saya merasa kalau dia minta di perhatikan, saya kira dia tidak cukup mendapat perhatian di rumahnya."


"Jadi rumah makan gimana Mbak?" tanya Robbi.


"Tiap hari saya akan kemari untuk memantau perkembangan kalian, jadi jangan kendor." Rahayu melotot pada mereka. "Tapi saya gak bisa lagi bantu kalian jadi pelayan." Rahayu diam sejenak. "Sepertinya sudah saatnya bagi saya untuk benar-benar menjadi Bos kalian?" Ayu menaikturunkan alis nya yang membuat pegawainya tertawa.


"Assiiiaaapp Bu Bos..." kata mereka kompak, sehingga mendapat perhatian dari beberapa pelanggan yang sedang menikmati makan sore.


"Gimana kalo kita tambah 1 pelayan lagi untuk bantu-bantu kalian?" tawar Rahayu.


"Boleh juga tuh Mbak, jadi ketika pelanggan penuh kami gak keteteran kalo gak ada Mbak disini." Jawab Mala.

__ADS_1


"Oke, sudah di putuskan kalo gitu. Robbi, besok kamu bisa sebarkan pemberitahuan kita cari pelayan 1 orang, terserah mau cewek atau cowok, yang penting jujur dalam bekerja. Saya akan mewawancarai nya nanti."


"Siap Mbak, laksanakan."


__ADS_2