Madu?!

Madu?!
Main capit boneka


__ADS_3

Minggu pagi terlihat sangat cerah, masih tercium samar aroma pepohonan di sekitar gedung olah raga. Banyak orang yang berlalu lalang disini, entah hanya sekedar berjalan pagi, olah raga, bahkan ada juga yang ehemmm.. hanya sekedar momen untuk ketemu pujaan hati.


Haga berjalan santai di jalanan menuju ke rumah makan Serambi tempat Rahayu bekerja. Cukup ramai memang, sehingga setiap minggu dilarang untuk membawa kendaraan di sepanjang 10km sekitar gedung olah raga. Karena disini juga selalu di adakan pasar malam, jadi banyak penjual menjajakan dagangan dan banyak lagi permainan anak-anak.


Karena jalanan sedikit padat, Haga juga berkesempatan melihat-lihat kesana kemari, manatau ada hal yang bisa di bawa untuk anak gadis nya yang sedang sakit. Haga hanya berharap apa yang dia bawa akan menjadi penyemangat untuk anaknya.


Di salah satu stand permainan, Haga berhenti, menemukan sebuah mesin capit mainan persis bersebelahan dengan stand lempar bola. Hadiah dari kedua permainan itu adalah sama-sama mendapatkan boneka. Jenis nya bermacam ragam, ukurannya pun juga beraneka ragam.


Haga berjalan masuk untuk mendapatkan koin untuk bermain capit boneka. Sudah lama sekali sejak masih ada Almarhumah Ibu nya Mutia. Jadinya Haga sekilas mengenang kembali perjalanan kencan dengan almarhum istrinya.


Sudah kesekian kalinya Haga mencoba untuk mendapatkan boneka di dalam mesin capit, tapi Haga selalu gagal. Hingga Haga mendengar suara cekikikan dari belakang nya. Penasaran dengan tawa itu, Haga membalikkan badannya dan menemukan seorang anak perempuan cantik kira-kira berusia 7 atau 8 tahun.


Karena sedikit malu, Haga menggaruk belakang kepalanya sambil nyengir ke anak tersebut.


"Om gak pinter nih mainnya.." Celetuk gadis kecil itu.


"Emang, Om udah lama gak main capit boneka," Jawab Haga ramah. Kalo untuk urusan berbincang dengan anak kecil, Haga emang jagonya, karena Haga adalah orang yang sangat penyayang terhadap anak-anak.


"Mau Aku ajarin gak Om?" Tanya gadis itu lagi.


"Emang kamu bisa?" Tanya Haga penasaran.


"Ini sih spesialisasinya Aku Om, udah khatam berkali-kali kalo Aku main ini mah," Jawab anak itu sambil menjentikkan ibu jari dan kelingking nya.


"Gaya kamu... Ngomong-ngomong nama kamu siapa? Kok kamu sendiri disini? Orang tua kamu mana?" Tanya Haga celingukan mencari keberadaan orang tua anak tersebut.

__ADS_1


"Nama Aku Lili Om, Bunda masih kerja disana," Tunjuk Laili ke arah rumah makannya. "Aku udah biasa ikut Bunda kerja dan main disini sama temen-temen. Tuh temen Lili masih pada mancing ikan buat dapet snack." Lanjutnya.


"Oh, emang nya kamu beneran bisa ambil boneka di dalem?"


"Bisa donk Om, Lili sering ambilin boneka buat Bunda," Jawabnya semangat.


"Ya udah, Om belikan kamu koin, kamu harus dapetin boneka itu, kalo kamu berhasil, nanti kita bagi dua, gimana?"


"Oke deh," Laili setuju dengan percaya diri, dan ingin segera menunjukkan keahliannya.


"Om mau boneka ini untuk siapa?" Tanya Laili masih sibuk menekan dan mengarahkan capit.


"Untuk anak Om, dia lagi sakit, jadi Om mau kasih dia hadiah biar semangat lagi." Jawab Haga sambil memperhatikan gerakan Laili.


"Yess... dapet 1 Om." Kata Laili sambil tertawa senang.


Laili dengan semangat mulai mencapit lagi.


"Ngomong-ngomong, kok kamu di ijinin Kemari sendiri?"


"Udah biasa Om, Bunda sibuk, kan deket juga sama tempat kerja Bunda, lagian Aku gak sendiri kok, ada temen-temen juga."


"Emangnya Ayah kamu gak kerja? Kok Bunda kamu yang kerja?"


Tiba-tiba Laili menghentikan gerakannya, jika ada yang bisa merasakan, maka tiba-tiba ada aura yang suram di sekeliling Laili. Lalu dia menoleh ke arah Haga dan berkata, "Ayah udah di surga Om." Mata anak itu berkaca-kaca.

__ADS_1


"Maaf ya, Om gak tau, mudah-mudahan Ayah kamu mendapat tempat yang paling indah disisi Rabb nya. Kamu gak punya Ayah, tapi kamu punya Bunda kamu, kalo anak Om, dia punya Papa tapi gak punya Mama..." Haga tersenyum


"Amiin... Kalo gitu Om jadi Ayah Lili aja, Lili dapet Ayah, anak Om dapet Bunda, hehehe"


"Lanjut main lagi gih," Haga mengalihkan pembicaraan absurd anak 7 tahun itu.


Hampir satu jam Haga berada di pusat permainan itu, di temani anak-anak lucu membuat Haga lupa waktu. Saat ini dia sudah memegang 5 boneka hewan yang berbeda-beda, tadinya dia hendak menyerahkan sebagiannya pada Laili, tapi Laili menolak, katanya "Itu untuk calon adiknya Lili, Om." yang membuat Haga geleng kepala.


Saat ini Hp nya berdering ada panggilan masuk dari Ibunya.


"Assalamu'alaikum.."


"Waalaikum salam, ada apa Bu?"


"Kok lama Ga? Anak kamu udah bangun ni, nyariin kamu,"


"Iya Bu, Aku lupa keasikan main di pasar malam."


"Lah kan belum malam, kenapa keluyuran siang-siang sih?"


"Gapapa Bu, bentar lagi Aku balik ya, bilang sama Mumut Papa nya punya hadiah."


"Ya udah cepet, kasian anak kamu ini,"


"Iya Bu.."

__ADS_1


Haga memasukkan ponsel nya ke dalam saku. Dia pamit pada anak-anak itu dan kembali ke tujuan awalnya, mencari wanita bernama Rahayu.


__ADS_2