Madu?!

Madu?!
Membludak


__ADS_3

"Pagi Mbak.." Jenno yang datang sebelum rumah makan buka telah menunggu sedikit lebih lama dari biasanya.


Mala yang baru datang malah terkejut dengan kehadiran Jenno. "Eits, kamu siapa?"


"Saya Jenno Mbak, mau buat konten hari ini dari pagi sampe sore kalo boleh."


Mala yang melihat gelagat mencurigakan tidak berani membuka rumah makan. Mala mengambil hape nya dan menelepon Robby agar segera sampai di rumah makan. Robby juga jadi penasaran kenapa Mala yang gak pernah-pernahnya menelpon dia hari ini pagi-pagi buta sudah menelpon nya.


Sesampainya di rumah makan, Robby terkejut dengan adanya Jenno yang duduk di tangga, sedangkan Mala berdiri mematung di depan pintu.


"Ada apa Mal?" tanya Robby. "Lah kamu ngapain disini pagi-pagi buta?" tanya Robby pada Jenno. Jenno yang di tanya hanya cengengesan sambil melirik ke arah Mala.


"Apa Lu liat-liat?" Tanya Mala ketus. "Kamu kenal sama orang mencurigakan ini?" Tanya Mala ke Robby.


"Iya Aku kenal, dia ngelamar kerja disini kemarin sore, tapi belum aku terima sih, soalnya aku kasih tantangan buat dia 2 hari."

__ADS_1


"Tantangan apa?" Tanya Mala. Lalu Robby menjelaskan kesepakatan mereka pada Mala. Dan Mala pun mengerti dan meminta maaf pada Jenno karena sudah memiliki prasangka buruk.


"Gapapa Mbak. Saya udah sering di salah pahami." Jawab Jenno santai.


"Jadi apa yang buat kamu disini pagi-pagi?" Tanya Robby lagi.


"Ya mau ngonten lah Mas Rob, mau menyelesaikan tantangan." Jawab Jenno bangga.


"Yakin Lu?"


"Yakin lah," Jawab Jenno percaya diri.


Sedangkan Jenno, dia juga sibuk dengan kameranya untuk merekam kegiatan mereka, lalu dia juga mulai mereview hasil masakan dari rumah makan serambi.


Tak butuh waktu lama untuk mereka mendapatkan pelanggan yang membludak. Sebab Jenno memang mempunyai banyak penggemar. Jadi apapun yang dilakukan Jenno, seakan dia adalah tren yang harus diikuti.

__ADS_1


Hal ini membuat Mala dan yang lainnya kewalahan, apalagi Robby yang mendapat pesanan delivery. Sehingga dia harus bolak balik untuk mengantarkan makanan.


Jenno yang melihat kesibukan ini tak lantas berpangku tangan. Dia ingin membuktikan pada Robby jika dia juga bisa bekerja dengan baik, maka tak heran ketika pelanggan yang ramai itu di dominasi oleh wanita-wanita muda yang ingin melihat idola mereka dan di layani oleh Jenno. Jenno juga mendadak menjadi pusat perhatian bagi para orang-orang itu, karena mereka menganggap Jenno sedang buat konten jadi tak ayal mereka juga ingin ikut numpang tenar, karena mereka mengira ada kamera dimana-mana.


Jenno gak ambil pusing. Dia hanya ingin bekerja dengan baik, dia juga merasa terkesan karena orang-orang ini mau datang ke rumah makan ini. Yah walaupun awalnya mereka datang karena Jenno, tapi Jenno juga yakin mereka juga akan merasakan betapa enaknya makanan di rumah makan ini. sehingga nanti mereka akan datang karena makanannya, bukan karena dia ada disini.


Hari berakhir dengan mereka semua kelelahan, termasuk Jenno yang awalnya hanya ingin mereview rumah makan dan berakhir dengan dia membantu bekerja sebagai pelayan dadakan.


"Huft.... kamu di terima.." Kata Robby pada Jenno.


"Beneran Mas?" Tanya Jenno tak percaya.


"Lah beneran lah. Lu kira gue bo'ong?"


"Makasih mas, makasih..." Jenno menyalami semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


Dan begitulah akhirnya Jenno di terima sebagai p|layang baru di rumah makan serambi milik Rahayu.


Flashback off


__ADS_2