Madu?!

Madu?!
Tawaran


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa langkah, Rahayu melihat ada seorang nyonya tua yang sedang bingung mencari sesuatu, menoleh sana sini. Lantas Rahayu mendatanginya dan hendak bertanya, tapi siapa sangka sebelum sempat Rahayu mengucapkan kata-kata, Nyonya tersebut langsung berlari dan menghampirinya, mengambil si kecil dari gendongannya sambil menangis.


"Mumut... kamu kemana aja nak, Nenek bingung cari kamu, Nenek takut kamu hilang Nak.." Nenek Mutia menangis sambil memeluk cucunya. Tapi yang di peluk malah memutar badannya dan berteriak, "Mama.... Mama... Mumut mau mama.... gak mau sama Nenek... huaaaaa.... Mama... gendong Ma....."


Dengan sekuat tenaga Mutia memutar badannya untuk minta gendong sama Rahayu. Baik Rahayu maupun Nyonya tua merasa bingung sejenak, tapi Nyonya tua tak menunda melepaskan cucunya, karena dia tak ingin cucunya sedih, dia melihat Mutia beralih ke seorang wanita menggunakan Appron dan sepertinya dia adalah seorang pelayan.


"Maaf Nyonya, anak ini tadi masuk ke rumah makan di sana, dan menarik ujung baju saya, terus dia berteriak Mama... jadi saya coba bantu Carikan Mama nya. Saya gak ada maksud apa-apa Nyonya.." Ayu menunjuk ke rumah makannya sambil menjelaskan situasinya.


"Ya udah gapapa. Mutia belum pernah merasakan sosok seorang ibu, mungkin dia merasakan kasih sayang pada dirimu nak,," jelas sang Nyonya.


Rahayu jelas terpaku dengan penjelasan Nyonya tua tersebut, sebab dilihat dari penampilannya, beliau seperti orang kaya dan terhormat. Tapi sikap beliau tidak menunjukkan kesombongan. Rahayu merasa nyaman setelahnya.


"Jadi maksud Nyonya?..."


"Jangan panggil saya Nyonya, seperti ada jarak yang jauh antara kita. Panggil Ibu saja sudah cukup." Perintah Nyonya tua. Dan Rahayu mengangguk setuju.


"Nama saya Susi, saya nenek dari Mutia." Nyonya tua mengulurkan tangan.


"Saya Rahayu nyo.. eh Bu,," Rahayu mengulurkan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih menggendong Mutia. "Mari bicara di tempat saya kerja Bu, gak enak kita ngobrolnya di jalan," Rahayu mengajak Bu Susi kerumah makannya.

__ADS_1


Mereka berjalan tak jauh untuk sampai ke rumah makan Rahayu. Sesampainya di sana, Rahayu memerintahkan pekerja nya untuk membuat kan minuman, sebelum kembali ke meja Bu Susi, Rahayu berpesan kepada mereka bahwa jangan sekali-kali memanggil Bos di depan Bu Susi, mereka bisa memperlakukan nya seperti orang yang bekerja juga, jika ditanya kemana pemilik rumah makan ini,maka mereka bisa bilang kalau bos jarang datang kesini. Dan mereka pun setuju dan mengerti. Lalu Rahayu kembali duduk bersama dengan Bu Susi masih sambil menggendong Mutia.


Tak lama berselang, beberapa camilan dan minuman telah disediakan oleh pegawai Rahayu. "Silahkan dimakan Bu, minum airnya, pasti Ibu capek tadi berjalan mencari Mutia." Rahayu mempersilahkan Bu Susi.


Tanpa ragu Bu Susi juga meminum minumannya karena memang dia merasa lelah dan haus setelah kebingungan mencari keberadaan cucunya.


"Terimakasih Yu sudah mengajak kesini. Ehmmm ngomong-ngomong, apa bos kamu gak marah kalo kamu gak kerja? maaf saya ngerepotin kamu Yu.."


"Gapapa Bu, Bos saya orang yang baik, gak pernah marah kalo pekerja nya gak malas." Rahayu tersenyum menanggapi.


"Kamu sama nenek sini Mutia,, kasihan Tante nya capek gendong kamu terus..sini sama nenek sini," Bu Susi mencoba membujuk cucunya.


Namun Bu Susi malah mendapat gelengan kepala dari cucunya menandakan dia tidak mau bila berada di pangkuan neneknya, dia lebih memilih memeluk Rahayu.


"Tanya apa Bu?" tanya Rahayu


"Kamu kerja disini gajinya berapa? Maaf bukan saya bermaksud mencampuri urusan pribadi, tapi saya hanya mau tau,,"


"gapapa Bu, Alhamdulillah saya Nerima gaji yang cukup untuk keperluan bulanan,"

__ADS_1


"Saya mau minta tolong sama kamu, kalau kamu bersedia, kamu mau gak jadi pengasuh cucu saya? Saya kira Mutia bisa dekat sama kamu, saya udah coba cari sekian banyak nya tapi gak ada yang cocok sama Mutia, bagaimana menurut kamu Yu?" Bu Susi bertanya dengan hati-hati.


"Saya bingung Bu, "


"Gapapa Yu, kamu pikir-pikir aja dulu, nanti kalo kamu setuju kamu bisa hubungi saya, ini nomor telepon saya." Bu Susi memberikan kartu nomor teleponnya pada Rahayu.


"Baik Bu, saya akan pikirkan gimana bagi waktunya ya Bu," Rahayu sedikit memikirkan tawaran Bu Susi.


Bu Susi melirik jam di tangannya melihat waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore hari. Dan dia berpamitan pada Rahayu, namun tidak semudah itu untuk Bu Susi pergi, karena sang cucu malah gak mau lepas dari Rahayu.


"Besok Tante Ayu Dateng kerumah kita, dan mumut juga harus bilang kan sama papa kalo Tante Ayu mau main kerumah mumut?" Bu Susi membujuk.


"Bilang sama Papa?" Tanya gadis kecil itu penasaran.


"Iya, kita jumpa papa dulu bilang Tante Ayu mau Dateng ya, nanti kita Dateng lagi kemari ya nak ya..." Mutia mulai luluh dengan tawaran nenek nya.


"Ayuk pulang, jumpa Papa," Akhirnya... Mereka bernafas lega kala Mutia melepaskan rangkulannya pada Rahayu.


"Ingat ya Yu, pikirin baik-baik, saya harap besok saya segera mendengar jawaban kamu, maaf ibu ganggu kerjaan kamu ya Yu,"

__ADS_1


"Gapapa Bu, mari saya antar kedepan."


Rahayu mengantar nenek dan cucu tersebut sampai ke ambang pintu, dan segera setelah itu Rahayu mulai mempersiapkan hidangan untuk para tamu yang menunggu.


__ADS_2