Madu?!

Madu?!
Pertemuan


__ADS_3

Setelah lepas dari masa kurungan, Rahayu pindah kembali kerumah lamanya, rumah kenangan bersama sang suami dan anaknya, rumah yang selalu dihiasi dengan kegembiraan, tawa, tapi tak luput pula pertengkaran kecil mereka yang terkadang membuat mereka menjadi lebih pengertian.


"Lili, ayo makan dulu sayang," Rahayu memanggil anak nya dari dapur setelah selesai memasak beberapa hidangan sarapan sebelum memulai aktivitas pagi.


Lili keluar dari kamar depan menuju ke dapur untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.


"Iya Bunda, Lili udah siap kok," Jawabnya sembari duduk di kursi meja makan.


Rumah yang sekarang mereka tempati adalah rumah kontrakan yang sudah berjalan 7 tahun. Rumah ini tidak luas, hanya memiliki dua kamar tidur berukuran 3 x 3, ada 1 dapur dan 1 kamar mandi.


Anak 7 tahun itu terlihat rapi dengan seragam sekolahnya. lili berusia 7 tahun ini, merupakan anak yang cerdas, cantik jelita, mungkin karena keturunan dari orang tuanya yang memiliki paras yang juga lumayan cantik dan tampan.


"Nanti habis antar Lili sekolah, Bunda mau ke rumah makan ya, pulangnya nanti Lili di jemput nenek, jadi nanti Lili sama nenek dulu, Bunda masih banyak yang mau di urusin dulu." Rahayu berkata sambil menyendok kan nasi kedalam piring anak nya.


” Horeee.... kerumah nenek,, Lili bisa main sepuas nya..." Lili bergembira sambil bertepuk tangan.


"Eits.. tapi ingat, pulang sekolah nanti ganti baju, cuci tangan, makan, lalu tidur siang, kan sore Lili ngaji.."


"Eh, iya ya Bun, Lili lupa..Ehehehe" Lili menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah cepet habiskan sarapan nya,"


Lili mengangguk cepat dan makan dengan gembira. Walaupun sekarang keadaan sudah berbeda, tapi anak kecil itu masih menampakkan wajah riang nya.


Setelah mengantar anaknya ke sekolah, Rahayu pergi ke rumah makan milik nya yang tak jauh dari rumah kontrakan nya. Rumah makan ini sederhana, tapi karena rasa masakannya yang khas, banyak pengunjung yang datang, walaupun tak seramai restoran terkenal.


"Mbak Ayu Dateng? Selamat datang kembali Bu Bos.." Sapa Mala yang datang dari arah belakang.


"Apa kabar Mala? semuanya baik?" Tanya Rahayu yang tersenyum ramah.


"Alhamdulillah Bu Bos, semua aman, baik dan nyaman. Walaupun Bu Bos gak Dateng, tapi pelanggan masih rame kayak biasanya." jawab Mala antusias.


Rahayu mengangguk mengiyakan jawaban Mala. "Alhamdulillah kalau begitu. Ya udah saya mau siap-siap dulu," Rahayu pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya.


Ketika Rahayu sedang mengelap meja, tiba-tiba seorang gadis kecil berusia sekitar 3 tahun datang menghampirinya dengan mata bulat berair hendak menangis. Memegang boneka kelinci di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya meraih ujung baju Rahayu. Tentu saja Rahayu terkejut karena tiba-tiba ada yang menarik ujung bajunya.


"Eh, anak siapa ini... kamu cantik sekali sayang...." Rahayu yang gemas pada anak tersebut tak dapat menahan diri untuk mencubit gemas pipi gembul si gadis kecil. "Kamu sama siapa disini nak? Ibu kamu mana?" Rahayu menoleh keluar pintu rumah makannya, tapi tak melihat seorang pun yang datang bersamanya.


"mama....mama.... uwaaaaaa... mama..." Anak kecil itu mulai menangis kejer dan memeluk erat tubuh Rahayu. Sontak hal ini membuat Rahayu bingung, Oh, mungkin anak ini tersesat dan kehilangan mamanya pikirnya.

__ADS_1


"Cup cup sayang... jangan nangis lagi ya, yuk Tante anter ke tempat mama kamu ya, kita cari mama kamu ya," Rahayu menepuk-nepuk punggung gadis kecil itu.


Tapi siapa sangka, kalau gadis itu malah menggelengkan kepalanya dan memeluk Rahayu lebih erat lagi.


Rahayu pun bingung dengan sikap anak ini, masih sambil menggendong dan menepuk punggungnya, Rahayu menenangkan nya. Pelukan Rahayu begitu hangat menurut anak itu, dia merasa nyaman, mungkin karena sudah lama tak mendapatkan pelukan sayang dari seorang yang dia rindukan.


Setelah tenang, Rahayu mencoba berbicara lagi dengan gadis kecil itu, "Nama kamu siapa nak?" Tanya Rahayu.


"Mutia..." Anak itu menjawab dengan malu-malu.


"Mutia? Cantik sekali namanya... gemes banget sama kamu, kok kamu bisa kesini sayang? Kamu sama siapa?" Tanya Rahayu lagi.


"Nenek...." gadis kecil itu menjawab sambil menunjuk ke arah luar rumah makannya.


Rahayu pun melongok kan kepalanya melihat arah yang di tunjuk anak itu. "Ya udah, Tante anter ya ketempat Nenek kamu, nanti Nenek kamu nyariin loh,"


"Gak mau... mau mama.." Mutia langsung memeluk kembali leher Rahayu.


Hal ini membuat Rahayu semakin bingung. Tapi dia berjalan keluar untuk mencari siapa Nenek anak ini.

__ADS_1


"Mala, saya keluar dulu ya, kalian bisa kan handle disini?"


"Siap Mbak."


__ADS_2