Magic Laura

Magic Laura
Bimbang


__ADS_3

"Oh maaf maaf banyak yang aku gak ketahui si ra dari laura gue yang sekarang,kayanya sih kita harus ngobrol ngobrol lebih lama bener gak sih?" tanya Gabriel kepada Laura. Akhirnya,laura pun memberanikan diri untuk meminta nomer ponselnya Gabriel "Kalau gitu lau mau minta nomer gabriel boleh?yaa biar kalau misal mau ketemu gak susah ngabarinnya jadi tinggal langsung otw ke tempatnya langsung".


"Oh gitu iya ra boleh 08xxxxxxx itu ya ra nomer aku,btw kamu ngapain sendirian disini?" tanya Gabriel, "Iya nih,emang ya mamih papih udah tambah tua aja jadi lau sendiri yang belanjain kebutuhan dirumah" ucap Laura sembari tersenyum dan mengedipkan mata kepada Gabriel setelah itu Laura pun sembari berpamitan kepada Gabriel "Oh iya riel aku izin ambil dompet dulu ya dimobil takut kelupaan soalnya sama aku juga mau lanjut belanja lagi takutnya mamih papih khawatir kalau lau kelamaan disini gpp kan duluan hehe?".


namun saat Laura ingin pergi meninggalkan Gabriel tiba tiba tangan Gabriel pun menyentuh tangan Laura dan "Raa,kabarin aku ya kalau sudah sampai rumah" lalu Laura pun berbalik arah ke hadapannya Gabriel lagi dan berkata "Iya,nanti lau kabarin riel ya... bye riel" sementara itu Gabriel yang sedari tadi masih melihat punggung Laura yang sedang berjalan ada dibenak Gabriel untuk segera memeluk Laura,namun apa daya mereka yang baru saja bertemu kembali setelah sekian tahun lamanya.


Ketika,Laura sudah mengambil dompet dari mobil ia pun langsung buru-buru bergegas untuk melanjutkan belanja lagi dan pulang kerumah agar dijalan pun tidak kena macet. Setelah, Laura telah berbelanja kebutuhan orangtuanya tiba waktunya untuk pulang kerumah dan baru saja Laura menyimpan belanjaan dibagasi dan ia pun baru duduk didalam mobil suatu ketika mamihnya pun kirim pesan agar Laura cepet cepet pulang


"Nak,cepetan pulang dirumah ada pacar kamu nih" ucap pesan dari whatsaap mamihnya. Laura pun mendengus kesal mengapa ia tak seperti biasanya saat waktu ia berkenalan dengan Alfred ia tampak bahagia sekali.. namun mengapa sekarang cintanya mulai memudar untuk Alfred pacarnya itu?ada apa sebenarnya dengan hati Laura?


Sesampainya Laura dirumah, Laura pun langsung membawa belanjaannya ke dapur ia melewati pintu belakang parkiran mobilnya yang tersambung menuju dapurnya. Setelah Laura menyimpan seluruh belanjaannya itu ia pun bergegas untuk menemui Alfred "Kok,kamu kesini gak bilang bilang sih ed". cetus Laura kepada pacarnya itu "Honey bany sweetyku kan  namanya juga surprise dong kalau ngasih tau duluan bukan surprise namanya" gombal alfred kepada laura. Namun,Laura pun malah teringat kembali pesan dari Gabriel ketika bertemu disebuah pusat berbelanjaan Laura pun lupa karena tidak mengabari langsung ke Gabriel bahwa ia sudah sampai dirumah dengan selamat. Laura pun langsung terburu buru mengambil ponselnya lalu mengabarinya ke Gabriel "Syalom riel,ini aku laura maaf ya aku baru sempet buka ponsel tapi ini sudah dirumah dengan selamat kok". itulah yang Laura kirim ke ponsel Gabriel.

__ADS_1


"Halo hanny bunny kamu lagi whatshaap siapa sayang?". tanya Alfred yang merasa curiga atas sikapnya Laura yang aneh, "hah?engga kok aku lagi cek hp aja takut hilang,soalnya tadi buru buru kan biar cepet pulang kerumah"..ini adalah pertamaa kalinya Laura berbohong saat ia kecil hingga S1 Laura tidak pernah bohong kepada siapapun. "Oh,gitu maaf ya sayang jadi harus ngebuburuin kamu buat pulang segera" Alfred pun sedari tadi merasa terpojokan oleh kata kata Laura menjadi tambah tidak enaak hati. Namun,beruntungnya Alfred memiliki pacar yang sebaik dan sepolos Laura "iyah gpp kok,btw mau apa kamu kesini?" tanya Laura kepada pacarnya itu.


"Gini Lauraku sayang besok aku harus pergi ke papua ada dinas pekerjaan yang mengharuskan ed buat pergi kesana" ucap Alfred secara terus terang.


"Oohh iyah biasanya juga lau gak pernah larang kan ya silahkan aja kalau itu yang terbaik buat ed" entah mengapa momen saat inilah yang Laura tunggu mereka bisa menjalani hubungan dengan jarak jauh "bener gpp sayang kalau aku pergi,tapi besok anter aku ke bandara ya buat penerbangan menuju papua sama doain aku terus ya sayang agar aku bisa cepet cepet nikahin kamu kembali dijakarta". ucap Alfred kepada Laura. Namun, Laura yang mendengar dari ucapan Alfred merasa tertawa dalam batinnya daan berkata iya kalau memang kita jodoh kalau tuhan yesus berkehendak lain gimana wkwk. Laura pun sangat puas telah mengetawai pacarnya yang alay itu.


"Iya yaudah sayang nanti lau datang ya besok". bagaimana pun Alfred masih menjadi pacarnya yang harus selalu ada buat disaat terakhir pacarnya untuk bertemu dirinya. Setelah,kedua insan itu berbincang tibalah Alfred yang kini berpamitan dengan kedua orangtua nya Laura.


Laura yang biasanya setiap kali ditinggal Alfred selalu sedih namun kini ia tak merasakan sedih yang mendalam lagi "sayang aku pamit dulu ya nanti aku kabarin kalau sudah sampai papua ya". ucap Alfred sembari memeluk Laura untuk yang terakhir kalinya dan setelah itu mereka pun melepas pelukan hangatnya lalu tibalah pesawat jurusan ke arah papua segera lepas landas "bye sayang see you next years love you!" dan itulah ucapan perpisahan terakhir dari Alfred. Ketika Alfred sudah jauh tak terlihat kembali oleh bayangan matanya entah mengapa Laura pun masih ada rasa sesak kesedihan karena ia tak memiliki support system untuk dijangkauan dekatnya.


Laura pun bergegas untuk pulang karena ia juga harus kerja lagi sebagai dokter disalah satu rumah sakit ternama,Laura juga sesekali sedang melaksanakan kuliah ke spesialisannya.

__ADS_1


Dirumah


"Syalom mih pih " ucap salam sebelum memasuki rumah lalu Laura pun mencium kedua tangan kedua oranguanya. "Gimana sayang Alfred udah lepas landas ke papua?" tanya kedua orangtuanya Laura. "Iyahh sudah kok mih,pih aman tenang aja".


"Lau,ke kamar dulu ya pih mau mandi lagi biar nanti pas kerja pasien lau pada gak kebauan" canda Laura kepada kedua orangtuanya "Tapi habis mandi langsung kebawah kamu makan dulu ya sayang". ucap steffy.


"Siap mih siap". Laura pun segera naik ke lantai atas menggunakan lift didalam rumahnya  untuk menuju kamar tidurnya


Di Perusahaan Gabriel


Gabriel kini adalah seorang boss atau yang biasa kita kenal yaitu direktor atau direksi disebuah perusahaan ternama dijakarta. Waktu kerja Gabriel tak terikat bahkan ia hanya datang bisa sekali atau bahkan dua kali saja dalam seminggu karena kerjanya hanya memantau karyawan dan pendapatan sahamnya saja diperusahaan. Gabriel terkenal murah hati kepada seluruh karyawannya bahkan tak jarang ada karyawan yang hanya berhenti ditengah jalan dalam menjalankan kontrak kerja diperusahaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2