Magic Laura

Magic Laura
Kaget


__ADS_3

FLASHBACK OFF


"Nah sejak kejadian itu ra aku sangat malu sama semua teman teman kelas kita terutama sama kamu sahabat aku satu satu nya,aku frustasi,bingung harus apa sejak kejadian aku di perkosa secara tidak langsung sama Rafael dan dia pun tidak mau bertanggung jawab malah menyampakan kita berdua....makanya saat kamu nanya anak aku kok mirip sama Rafael emang iya bener ra dia lah bapa biologis anak aku, aku udah coba cari Rafael tapi gak kunjung ada sosmed nya bahkan sosmed aku diblokir sepertinya ra maaf ya ra maafin aku,aku udah gagal menjaga persahabatan kita dulu hiks hiks". ucap Salma sembari menangis dan menunduk setiap kali ia harus mengingat kenangan pahit dulu


"APAHH !! Wah kurang ajar dia gue harus berbuat sesuatu buat dia jera dan dia harus bertanggung jawab sal sama anak mu itu, seenggaknya kasih nafkah kek jangan lepas tangan gitu aja sal kalau misal gue tau masalah lo ini dari awal ...gue bakal bantu apapun buat sahabat gue kalau gini beban ke elo sih sal, kenapa masalah sebesar gitu gak jujur langsung ke gue sal? elo anggap gue ini siapa nya elo sih sal? tau gak sal gue tuh nyari elo kemana mana tapi gak ada satupun kabar dari lo. Gue emang sempat kecewa tapi gak bisa sal karena emang lo tuh besti gue yang paling segalanya buat gue". ucap kecewa Laura saat tau cerita kejadian yang menimpa Salma sejak saat itu Laura ikutan mengeluarkan air matanya.


Laura sangat tau betul penderitaan yang dirasakan sahabatnya itu hingga akhirnnya Laura pun memeluk sahabatnya itu "Maaf,aku sempet kesal terhadapmu sal karena aku kira kamu sudah tidak menganggap aku sahabatmu lagi. Tapi sekarang aku sudah tau sal ternyata masalah kamu sama hal nya seperti kisah tuhan yesus yang harus mati di salib untuk menebus seluruh dosa umatnya, kamu harus memikul salib ini dengan penderitaan dan pengorbanan yang besar mungkin itu lah cara tuhan yesus menguji iman mu,aku juga sangat yakin tuhan yesus sangat sayang padamu sal". ucap Laura sembari ber bisik ke telinga Salma dan melepaskan pelukan nya Laura pun memandangi wajah Salma dan mengelapi tetes demi tetes air mata yang turun ke pipi Salma


"Udah sal gak usah dipikirin orang itu lagi kalau memang dia tidak mau bertanggung jawab atas kamu dan anaknya biar keadilan tuhan yesus dan allah lah yang akan bergerak membalas semua perbuatan nya dia, lagian sekarang kamu kan ada support system yang imut dan ganteng kaya Jhon". ucap Laura sembari menepuk nepuk pundak Salma. Yang awalnya Salma tersedih saat ia mendengar sahabatnya menyebut nama anaknya kok sahabatnya itu bisa tau nama anak nya Salma padahal Salma pun belum sempet memberitahu nama anaknya itu.


"Eh tunggu tunggu kok kamu tau nama anak aku Jhon? padahal aku belum ngasih tau loh namanya itu". tanya penasaran Salma


"Hadeh kamu ini sal..sal kita kan waktu awal gak sengaja ketemu di gereja pas misa harian kan waktu itu kamu sama ibu kamu sama Jhon anak kamu kan? nah dari situ ibu kamu selalu manggil anak kamu Jhon mana sal gitu...". ucap Laura sembari mengingat kan kembali awal perjumpaan mereka berdua setelah mereka berdua terpisah selama beberapa tahun


"Hmm, gitu ya aku lupa kayanya hehe maaf ya". ucap Salma sembari tersenyum kembali setelah beberapa lama ia nangis karena habis bercerita.

__ADS_1


"Nah gitu dong senyum makin cantik aja kan duh". gombal Laura sembari menghibur sahabat nya itu "Kebiasaan deh kamu mah ah suka kumat,suka bisa aja bikin aku mood lagi teh". ucap Salma tersipu malu


tiba tiba disaat mereka tertawa datang lah barista yang mengantarkan makanan dan minuman yang tadi telah Laura pesan didepan kasir


"Permisi ka apakah benar ini pesanan dengan Dr. Laura?". ucap Barista itu "Oiya bener ka dengan saya sendiri Dr. Laura". ucap Laura sembari memanggut dan tersenyum kepada Barista tersebut, "Baiklah ka jadi ini ada pesanan atas nama Dr. Laura ya ada macadamia white chocolate latte (1), caramel java chip (1) yang sedang semua... sama pesen makanan nya classic dark chocolate cake (1) sama classic tuna toastie(1) juga ya kak apakah ada yang kurang?". tanya Barista itu kepada Laura sembari selesai meletakan makanan dan minuman di meja mereka berdua "Oiya sudah lengkap sepertinya terimakasih ya". ucap Laura sembari tersenyum hangat kepada Barista itu "Sama sama kak". ucap barista itu sambil membalik badan dan pergi meninggalkan meja mereka berdua.


Setelah barista itu tidak lagi terlihat dari pandangannya Laura pun menaruh se cup coffe dan sepotong makanan nya yang tadi ia pesen ke depan Salma "Ini sal di minum dan di makan ya..." ucap Laura sembari meletakan makanan dan minumannya punya Salma "Ih ra aku kan ga pesen.. gimana atuh aku..". ucap Salma terpotong belum juga Salma melanjutkan perkataannya.. bibirnya pun langsung dihalangi oleh jari manis Laura "Suttt udah aku bayar semuanya sal kan aku yang ajak,lagi pula aku iklas beliin itu buat kamu sahabat aku satu satunya". ucap Laura sambil tersenyum dan menatap mata Salma setelah Laura berbicara kepada sahabat nya itu ia pun melepaskan jari manisnya dari bibir Salma.


Salma seketika terhenti ia jauh lebih melihat sahabat nya itu kini sudah jauh lebih sukses dari dirinya, Salma pun tak tahan atas dosa nya terhadap sahabatnya itu karena harusnya dari awal dia yang memberitahu kejadian pahit yang menimpa dirinya namun Salma malah ingin menguburnya dalam dalam


"Puji tuhan engga kok sal udah kamu minum sama di makan ya cake nya nanti dingin yang ada". ucap Laura sembari meminum minuman yang punya miliknya itu.


"Puji tuhan terimakasi raa jujur spechless banget aku bakal beli coffe di cafe ini". lirih Salma kembali "Aku doakan ya ra moga kamu bisa nyusul menikah, pekerjaannya selalu diberkati tuhan ya maaf aku belum bisa balas budi apapun". ucap Salma kepada Laura


"Amen ya bapa allah yaudah dimakan gih nanti dingin jadi gak enak". ucap Laura kepada Salma... namun sebelum Salma memulai

__ADS_1


dan akhirnya mereka berdua pun meminum dan memakan makanan nya dengan lahap hingga habis


Sementara di kediaman keluarga Aquilla dan suami


"Qui masak apa?". tanya suami nya itu


"Oiya mas maaf aku belum masak apa apa,aku ketiduran soalnya". ucap Aquilla dengan jujur, saat itu Agung pun tiba tiba bersikap baik kepada istri muda nya itu "Yaudah kalau gitu ikut aku yu kita dinner di cafe malam ini". ucap Agung di depan pintu Aquilla, "Oke mas aku siap siap dulu ya". ucap Aquilla kepada suaminya itu.


"Ya sudah aku tunggu dibawah ya jangan lupa kunci pintu semua". pinta suaminya itu kepada istrinya,pria tua itu pun langsung turun untuk ganti baju juga. Begitu juga dengan Aquilla ia pun merasa terheran karena ia harus bersiap siap untuk ikut makan diluar tidak biasanya pria tua itu baik kepadanya


"Sebenarnya apa yang sedang pria tua itu rencana kan?". dengus termenung menatap suaminya itu "Ah, yasudah mungkin emang hanya ngajak makan aja tak apa kalau begitu aku pun segera ganti baju kasian kan kalau pria tua itu nungguin". ucap Aquilla dikamar nya.


Tak berapa lama pria tua itu keluar dari kamar tidurnya dan mengambil kunci mobil itu,pria tua itu pun bergegas keluar rumah dan mengeluarkan mobilnya dari garasi mobil nya.


Sementara di dalam rumah Aquilla yang masih berdandan sudah diburu buru oleh suami nya sendiri dengan menggunakan klakson mobil

__ADS_1


__ADS_2