Magic Laura

Magic Laura
Cinta yang Memudar


__ADS_3

Setibanya Gabriel didalam gelang kembali dan tak lama kemudian Gabriel pun keluar kembali untuk kedunia Laura dan menemuinya,Laura yang saat itu sedang dikamarnya sambil melihat ke jendela luar tiba-tiba ada sebuah tangan yang diam-diam tengah memeluknya dari belakang "Laura aku akan merindukanmu". Laura yang merasakan pelukan serta sentuhan dari Gabriel pun syok,jantungnya berdegup sangat kencang dan ia pun mencerna kata demi kata yang dilontarkan Gabriel kepadanya yang gabriel bilang dia akan merindukannya "Memang dia mau kemana? sampai harus bilang seperti itu kaya kita gak akan ketemu lagi aja" ucap laura didalam hatinya dan tak lama Gabriel pun berpamitan sangat terburu buru agar Laura tidak banyak bertanya yang membuatnya tidak sanggup kalau melihat Laura sedih "Aku pulang dulu ya ra". namun saat Gabriel ingin pergi ia tidak lupa untuk mencium kening Laura untuk yang terakhir sebelum ia bener bener akan kembali kedunia ini, Laura yang melihat keadaan Gabriel saat ini ikut merasakan kesedihan yang mendalam dihatinya dan sesekali Laura pun meneteskan air matanya saat Gabriel mencium keningnya itu "Tidak laura! kamu tidak boleh sedih,kalau kamu sedih aku makin gak bisa ninggalin kamu" lalu Gabriel pun menyeka kedua matanya yang sedang sedih, "Memang,kamu kemana?" tanya Laura dengan menatap mata Gabriel dalam dalam. "Aku tidak kemana-mana laura,aku hanya ingin memelukmu saja "Ya,sudah aku pulang dulu ya". setelah Gabriel berpamitan untuk yang kedua kalinya Gabriel pun lalu menghilang.


Setelah kepergian Gabriel beberapa Tahun lamanya. Akhirnya gabriel pun kembali ke dunia,namun ia diamanatkan untuk menjadi seorang bisnis men,lama tak berjumpa dengan Laura. Laura pun kini memiliki sebuah pacar ia akhirnya bisa lulus sarjana kedokteran dengan gelar Magna Cumlaude dan melanjutkan kembali untuk menjalani gelar dokter spesialisnya dengan jangka waktu 4 sampai 6 tahun. Kini sang pacar pun adalah seorang TNI. kini kehidupan Laura dan sang pacar suka kadang kadang ditinggal pergi untuk sekedar mengajarkan pendidikan kemiliteran atau hanya sekedar dinas pekerjaannya.


Namun tak sengaja ketika ditempat perbelanjaan Laura yang sedang terburu buru untuk mengambil dompetnya yang ketinggalan di mobil tak sengaja menabrak pria didepan pintu masuk mall ...BRUKK


"haduh mbak,kalau jalan tuh pakai mata dong untung baju saya gak kusut" ucap kesal pria berkacamata hitam itu, "ehh ma..maaf mas saya gak sengaja saya lagi buru buru soalnya" ketika pria berkaca mata hitam itu membuka kacamatanya dan ternyata satu sama lain pun saling terkejut bersama "HAH GABRIEL,ITU BENERAN GABRIELNYA LAURA?" Laura pun sangat berharap bahwa pria yang berkacamata itu adalah Gabriel. Ketika Gabriel menyipitkan mata dan melihat sekujur tubuh Laura dari atas ke bawah ia merasa sangat hangat dengan perempuan ini ketika perempuan itu memanggil namanya Gabriel pun mengenali suara manis dan hangat ini lalu "Elo Laura kah?"  ujar Gabriel "iya ini aku riel, apa kamu lupa sama aku?" ucap Laura.

__ADS_1


"Oh maaf maaf banyak yang aku gak ketahui si ra dari laura gue yang sekarang,kayanya sih kita harus ngobrol ngobrol lebih lama bener gak sih?" tanya Gabriel kepada Laura. Akhirnya,laura pun memberanikan diri untuk meminta nomer ponselnya Gabriel "Kalau gitu lau mau minta nomer gabriel boleh?yaa biar kalau misal mau ketemu gak susah ngabarinnya jadi tinggal langsung otw ke tempatnya langsung".


"Oh gitu iya ra boleh 08xxxxxxx itu ya ra nomer aku,btw kamu ngapain sendirian disini?" tanya Gabriel, "Iya nih,emang ya mamih papih udah tambah tua aja jadi lau sendiri yang belanjain kebutuhan dirumah" ucap Laura sembari tersenyum dan mengedipkan mata kepada Gabriel setelah itu Laura pun sembari berpamitan kepada Gabriel "Oh iya riel aku izin ambil dompet dulu ya dimobil takut kelupaan soalnya sama aku juga mau lanjut belanja lagi takutnya mamih papih khawatir kalau lau kelamaan disini gpp kan duluan hehe?".


namun saat Laura ingin pergi meninggalkan Gabriel tiba tiba tangan Gabriel pun menyentuh tangan Laura dan "Raa,kabarin aku ya kalau sudah sampai rumah" lalu Laura pun berbalik arah ke hadapannya Gabriel lagi dan berkata "Iya,nanti lau kabarin riel ya... bye riel" sementara itu Gabriel yang sedari tadi masih melihat punggung Laura yang sedang berjalan ada dibenak Gabriel untuk segera memeluk Laura,namun apa daya mereka yang baru saja bertemu kembali setelah sekian tahun lamanya.


"Nak,cepetan pulang dirumah ada pacar kamu nih" ucap pesan dari whatsaap mamihnya. Laura pun mendengus kesal mengapa ia tak seperti biasanya saat waktu ia berkenalan dengan Alfred ia tampak bahagia sekali.. namun mengapa sekarang cintanya mulai memudar untuk Alfred pacarnya itu?ada apa sebenarnya dengan hati Laura?

__ADS_1


Sesampainya Laura dirumah, Laura pun langsung membawa belanjaannya ke dapur ia melewati pintu belakang parkiran mobilnya yang tersambung menuju dapurnya. Setelah Laura menyimpan seluruh belanjaannya itu ia pun bergegas untuk menemui Alfred "Kok,kamu kesini gak bilang bilang sih ed". cetus Laura kepada pacarnya itu "Honey bany sweetyku kan  namanya juga surprise dong kalau ngasih tau duluan bukan surprise namanya" gombal alfred kepada laura. Namun,Laura pun malah teringat kembali pesan dari Gabriel ketika bertemu disebuah pusat berbelanjaan Laura pun lupa karena tidak mengabari langsung ke Gabriel bahwa ia sudah sampai dirumah dengan selamat. Laura pun langsung terburu buru mengambil ponselnya lalu mengabarinya ke Gabriel "Syalom riel,ini aku laura maaf ya aku baru sempet buka ponsel tapi ini sudah dirumah dengan selamat kok". itulah yang Laura kirim ke ponsel Gabriel.


"Halo hanny bunny kamu lagi whatshaap siapa sayang?". tanya Alfred yang merasa curiga atas sikapnya Laura yang aneh, "hah?engga kok aku lagi cek hp aja takut hilang,soalnya tadi buru buru kan biar cepet pulang kerumah"..ini adalah pertamaa kalinya Laura berbohong saat ia kecil hingga S1 Laura tidak pernah bohong kepada siapapun. "Oh,gitu maaf ya sayang jadi harus ngebuburuin kamu buat pulang segera" Alfred pun sedari tadi merasa terpojokan oleh kata kata Laura menjadi tambah tidak enaak hati. Namun,beruntungnya Alfred memiliki pacar yang sebaik dan sepolos Laura "iyah gpp kok,btw mau apa kamu kesini?" tanya Laura kepada pacarnya itu.


"Gini Lauraku sayang besok aku harus pergi ke papua ada dinas pekerjaan yang mengharuskan ed buat pergi kesana" ucap Alfred secara terus terang.


"Oohh iyah biasanya juga lau gak pernah larang kan ya silahkan aja kalau itu yang terbaik buat ed" entah mengapa momen saat inilah yang Laura tunggu mereka bisa menjalani hubungan dengan jarak jauh

__ADS_1


__ADS_2