Magic Laura

Magic Laura
Say Yes


__ADS_3

"Jujur ra dari dulu perasaan aku gak pernah berubah sama sekali ,justru semakin hari semakin aku jadi tambah mencintai kamu ra...aku tau kamu pasti akan kaget ra dengernya bahkan kamu akan kecewa,risih,marah padaku ra tapi ini hati aku yang berbicara ra,jujur aku tau kamu udah punya pacar dan aku ga pantes menyukai orang yang sudah punya pacar...aku cuman mau bilang Lau ku apa kamu mau jadi pacar aku?.." ucap Gabriel sembari meletakan sebuah bucket bunga dihadapan gadis yang ia cintainya itu


Laura yang tanpak syok mendengarnya langsung seperti ada didalam mimpi


"Hah?apah?aku gak mimpi kan?"ucap Laura sembari menampar pipinya yang halus nan lembut itu dan PLAKK "AW Sakit ih berarti aku gak mimpi ya". ucap Laura lagi


Gabriel yang melihat gelagat Laura daritadi menahan tawa karena ngiranya itu semua hanya mimpi namun ternyata tidak


"Jadi bagaimana ra,kamu mau jadi pacar aku?" tanya Gabriel untuk kedua kalinya kepada Laura


Laura tanpak memerah pipinya,ia tampak tidak menyangka selama ini jodohnya adalah malaikat pelindungnya dulu sewaktu jaman ia S1Laura sangat senang sampe ia sesekali mengeluarkan air matanya


"Loh ra kenapa nangis,kamu gak mau ya?" ucap Gabriel sembari menunduk sedih karena takut cintanya tertolak


"Ih,siapa sih yang nolak justru aku bahagia banget karena ini lah momen yang aku tunggu banget riel". ucap Laura


"So, bagaimana jawaban kamu ra apa kamu mau terima aku" ucap Gabriel bersungguh sungguh.


"Gini deh,kalau misal kamu terima aku jadi pacar kamu,kamu boleh ambil bunga ini tapi kalau engga kamu buang bunga ini kebawah kaki kamu oke yah?". pinta Gabriel sembari membawa bucket bunga dihaadapan Aura

__ADS_1


Seketika Aura pun mengambil bucket bunga itu ditangan Gabriel sembari tersenyum menatap wajah Gabriel


"Iya aku mau riel". dan bunga itu pun langsung dicium dan di hirup oleh Laura saat berada digenggaman tangannya, Gabriel yang mendengarkan dan yang melihatnya langsung merasa tidak percaya ternyata cintanya tidak ditolak oleh Laura,Gabriel pun mengerutkan dahinya dan sesekali menampar pipinya


"Bener kan aku gak lagi mimpi ra?". Gabriel pun kegirangan dan mengoyangkan pundak dengan diikuti seluruh badan Laura yang bergoyang mengikuti tangan Gabriel,


"Kamu gak lagi mimpi kok riel ini kenyataan dan sekarang aku ini punya kamu". perlahan goyangan pundak yang Gabriel goyangkan kepada Laura perlahan berhenti dan sangat menatapi mata Laura dengan penuh cinta,namun tak menyangka pria itu pun dibuat bahagia terharu dan tak terasa air matanya pun menetes


"Riel, are you okey?". ucap Laura sembari menghapus air mata Gabriel dengan tisu


"Why riel kenapa kamu menangis.. come on cerita riel?". Gabriel yang masih menatap Laura dengan kebahgiaan,lalu spontan ia tiba tiba memeluk yang kini sudah official menjadi kekasihnya itu.


"Aku sangat bahagia ra,aku kira kamu bakal nolak aku,bahkan aku takut untuk kehilangan kamu lagi karena aku tau sebelumnya kamu sudah punya pacar tuhan yesus baik ya mempersatukan kita lagi yang aku kira aku hanyalah seorang malaikat pelindungmu yang tidak mungkin bisa bersatu,tapi ternyata tuhan punya rencana lain ya buat kita". ucap Gabriel sembari masih memeluk Laura,lalu dibaleslah pelukannya dengan hangat oleh Laura.


"Aku janji ra,aku gak akan ninggalin kamu lagi I promise you hey". ucap Gabriel sembari mengusap kedua air mata Laura yang saat itu sedang nangis,setelah itu Laura pun tersenyum dan kembali memeluk Gabriel dengan Hangat dan mereka pun melepaskan pelukannya karena malam sudah mulai larut mereka pun harus segera sampai ke pasar malam itu


Di Pasar Malam


Tibalah mereka dipasar malam lalu mereka mencari tempat parkir,kemudian mereka menemukan tempat parkir untuk memarkirkan mobilnya,di dalam mobil Laura yang sembari sebelum turun wajib banget harus rapih ia pun memutuskan untuk sambil ngaca di spion mobil Gabriel,Gabriel pun yang melihatnya sudah sangat gemas karena tingkah Laura yang sudah sangat sempurna dimatanya namun akhirnya Gabriel pun mendekat ke spion untuk menuju wajah Laura dan tiba tiba Gabriel pun mencium pipi Laura tanpa Laura sadari

__ADS_1


"Ih sayang bikin kaget aja". ucap kaget Laura sembari memegang pipinya itu


"Hihi apa?? ada yang bilang sayang ya rupanya". Goda Gabriel kepada pacarnya itu


"Ih yaudah gak usah lagi bilang sayang ah". ucap Laura sembari mengambek dan memalingkan wajahnya kearah pintu,Gabriel yang melihat pacarnya itu ngambek bukannya marah malah semakin dibuat gemas,lalu akhirnya Gabriel pun memeluk Laura dari samping.


"Love you Lau ku sayang". berbisik Gabriel ke telinga Laura, ia yang masih menghadap jendela mobil saat Gabriel memeluknya tiba tiba langsung senyum senyum sendiri dan langsung menghadap wajah Gabriel dan tanpa berlama lama Laura pun langsung menyosorkan bibirnya ke bibirnya Gabriel dengan sekali ciuman.


Dan, setelah itu Laura pun menutupi wajahnya dengan tangan karena ia sangat malu karena telah mencium ia secara langsung


"Aduh aku malu maaf ya". ucap Laura dengan meminta maaf


"Jadi pacarku yang cantik ini jadi seneng ciuman ya ekekek". goda Gabriel kepada Laura


dan tibalah mereka turun dan mereka pun menaiki beberapa wahana permainan yang ada dipasar malam itu banyak orang yang menjual aneka minuman,makanan,bahkan permainan buat anak kecil pun ada di pasar malam ini.


"Kamu mau naik apa sayang?". tanya Gabriel kepada kekasihnya itu


"Aku mau yang seram aja ah kaya rumah hantu gitu yu". ajak Laura sembari mereka pun mencari keberadaan rumah hantu tersebut  "Apa sih yang engga buat kamu".ucap Gabriel sembari memegang dagu milik Laura

__ADS_1


"Bagimana kalau kita taruhan kalau misal kamu takut aku mau kita segera tunangan di 2 hari lagi tapi kalau misal aku yang takut aku mau kita kissing lagi,tapi kalau dua duanya yang takut kita lakuin kedua duanya gimana?" tantang Gabriel kepada Laura, "Baiklah siapa takut". percaya diri Laura kalau dirinya merasa tidak takut oleh permainan rumah hantu ini,


akhirnya mereka pun membeli 2 tiket menuju rumah hantu ketika baru masuk mereka sudah banyak dikagetkan oleh beberapa makhluk yang ada disitu. Laura yang sedari tadi berteriak diikuti juga dengan Gabriel yang bedanya kalau Gabriel hanya pura pura takut agar ia bisa berciuman lagi


__ADS_2