
Dikantor Gabriel
"Akhirnya aku bisa melihat Laura lagi walaupun harus dari jarak jauh seperti barusan yang penting aku bisa memastikan kalau Laura baik baik saja saat ini dan terlihat sangat senang sama makanan yang aku bawa barusan" ucap Gabriel didalam ruangannya itu
Tiba tiba Laura pun menelfon Gabriel yang sebenarnya ingin mengucapkan terimakasih karena telah repot repot membawakannya makan ke rumah sakit tempat Laura bekerja
Ponsel Gabriel pun berdering ia pun sembari melihat kedalam layar ponselnya dan dilayar ponselnya pun bernama Laura. Gabriel yang sembari lagi menyuap sushi kemulutnya itu langsung tereksited karena sudah lama ia tak mendengar suara Laura
Namun Gabriel pun tidak merespon panggilan telfon dari Laura itu,dan ia baru keinget kalau dia sudah berjanji kalau tidak akan lagi berurusan atau pun ingin mengetahui lagi tentang Laura,namun disatu sisi Gabriel pun masih ingin mengangkat telfonya namun apa daya ia pun harus bisa menahan perasaannya itu.
"Duhh Gabriel kok gak angkat telfon aku sih?tapi aku penasaran kenapa Gabriel seakan ngejauh gitu dari aku? memangnya aku ada salah apa ya tuhan" ucap sedih Laura kepada tuhan nya itu.
Singkat Cerita ...
Dikampus spesialis kedokterannya
Laura memilih Spesialis Kedokteran THT karena baginya telinga,hidung,tenggorokan ia lah yang riskon dan banyak terlentang penularan penyakit apalagi semenjak virus covid 19 menyerang warga indonesia,karena baginya peran dokter disini sangat penting untuk warga.
Laura yang kini telah menginjak 3 semester dan 1 semester lagi ia akan resmi menjadi dokter spesialis THT akan tetapi ia menjadi tidak semangat karena orang yang ia sayang semuanya telah pergi meninggalkan ia berjuang sendirian.
__ADS_1
Ketika,Laura hendak pergi buru buru pergi ke kelas tiba tiba BRUKK Laura pun terjatuh dan orang yang menabrak Laura pun jatuh.
"Mbak,gpp?ada yang sakit gak? aduh maaf ya mbak saya buru buru soalnya..."ucap sang penabrak itu sembari meminta maaf dan segera membantu membereskan buku yang Laura bawa ditangan.
"Eh iya kak saya gpp kok".ucap Laura sembari membereskan bukunya yang tergeletak terjatuh dilantai, ketika sudah beres membantu Laura membereskan bukunya yang terjatuh olehnya orang itu pun langsung mengulurkan tangannya sembari berkata "Perkenalkan mbak nama saya Aquilla, saya dari jurusan spesialis THT". ujar perempuan yang menabrak itu. dan Laura pun memperkenalkan dirinya balik kepada Aquilla "Salam kenal Qui nama saya Laura"
"Loh anak THT juga?seriusan?" ucap Laura lagi dengan penuh penasaran.
"Iya mbak,saya spesialis THT.. memang mba nya jurusan THT juga ya?". Tanya Aquilla, "Hehe iya kelas apa mba?" tanya Laura lagi , "Ohh, itu saya kelas STH 1 kalau mba nya?". Aquilla pun balik bertanya.
"Ih iya sama mba jangan jangan kita emang sekelas ya,cuman saya baru mengunjungi kampus gini mba biasanya saya gak pernah banget ke kampus kalau semisal ada perlu aja gitu". ucap Laura kepada Aquilla
Akhirnya Laura pun bergegas untuk menuju basement parkiran kampus dan tiba tiba BRUKK namun kali ini ia menabrak sebuah geng centil yang mau kearah parkiran dan lagi lagi buku buku Laura pun jatuh satu persatu
"Heh!!! Elo punya mata gak sih! aduh rambut gue jadi berantakan gini kan iya kan girls?" ketus ketua geng itu. Kemudian,anak buahnya pun membela ketua gengnya itu. "Bener banget princes Esmeralda, heh lo hati hati dong untung princes Esmeralda kita baik baik aja aja". ketus temennya juga. 3 trio gengs itu pun sembari melotot dan terus menatap ketus wajah Laura.
"Yaudah yu gengs mending kita cabut aja kedalam gak usah lah ngurusin orang gak penting kaya dia,nanti yang ada kita ketularan miskin". Ketua geng itu pun sembari mengibaskan rambutnya yang berwarna full coklat itu,dan mengenai wajah lembut Laura yang putih tanpa ada jerawat sedikit pun. Laura yang tampak diam saja daritadi menjadi semakin kesal sama ke 3 trio itu. Namu, sekesal kesalnya Laura ia hanya pasrahkan saja semuanya kepada sang penguasa langit dan bumi dan ia pun hanya berdoa kebaikan kepada teman yang mengejeknya itu.
"Sabar...sabarr ya,tuhan yesusku beri aku sabar yang tak pernah ada batasnya untuk menghadapi orang orang yang seperti ini...ampunilah ke 3 teman yang telah mengejekku ". Itulah Laura ia sangat berhati mulia bahkan ia tak pernah melawan kepada kedua orangtuanya.
__ADS_1
Dan, setelah Laura berdoa membuka tutup tangannya,lalu menyilangkan tangan dari kepala,kepala ke perut/dada, dan ke kanan,kiri tengah pundaknya yang telah menjadi kebiasaannya itu untuk tuhan dan terakhir ditutup dengan kata Amen.
Agar doanya segera dikabulkan,ia juga selalu diberkati dalam keadaan apapun oleh tuhan. Selanjutnya, Laura pun langsung bergegas untuk menuju mobilnya itu dan langsung pulang menuju rumah sakit karena hari ini Laura bersift siang hingga selesai prakteknya setelah isya.
Jam 8 malam pun tiba Laura yang masih diruang praktek dokternya ia pun segera bergegas untuk bersiap siap untuk pulang kerumah...Rumah sakit yang kini sudah sangat sepi,dan udara malam udah mulai merasuki hingga ke dada yang menandakan malam sudah mulai larut dan harus segera bergegas pulang menuju rumahnya.
Ketika dijalan,ia melihat jalan menuju arah rumahnya yang kini terlihat sangat macet ia berfikir untuk mampir dulu ke mini market karena merasa haus dan sangat lapar ia pun akhirnya mencari martabak manis keju coklat favorit kesukaannya sejak dahulu.
ketika ia sedang mencari martabak disepanjang jalan ia melihat ada nenek nenek yang sedang berjalan kemudian ia teringat oleh Gabriel saat pertama kali mereka bertemu namun ia fikir kalau Gabriel sudah tidak ingin lagi bertemu dirinya.
Saat Laura telah menemukan sebuah minuman dingin dan martabak kesukaannya lalu ia bergegas untuk menuju pulang kerumah dan ia telah disambut hangat oleh kedua orangtuanya yang sudah menunggunya dirumah.
Sesampenya dirumah ia pun langsung menuju basement parkir rumahnya untuk segera memarkirkan mobilnya. Setelah, sudah memarkirkan mobilnya lalu Laura bergegas menuju kamarnya. Namun, ketika hendak naik menuju kamarnya steffy pun datang untuk menanyakan kepada anaknya itu.
"Lauuu,kamu udah makan siang belum tadi ditempat kerja? mamih udah masak nih" ucap Steffy kepada anaknya itu, Laura pun menengok kearah mamihnya itu,
"Iya mih,nanti Lau mau mandi dulu ya... soalnya udah lengket banget badan Lau, habis itu nanti langsung turun buat makan kok". ucap Lau dengan nada rendah
"Oh gitu sayang iya gpp tapi mamih sama papih udah makan duluan jadi lau makan sendiri dulu aja ya". ucap steffy kepada anaknya. Laura pun hanya tersenyum lebar kearah mamihnya itu,ia pun langsung naik untuk ke kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Laura pun mereleksasi tubuhnya dengan menggunakan bathtup