Magic Laura

Magic Laura
Menuju Hari Tunangan


__ADS_3

Tamu tamu yang sudah mulai berdatangan membuat Aquilla menjadi sangat sangat pasrah,sedangkan diluar sana  Anto dan Agung sedang melaksanakan Ijab kabul


“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku (Aquila Pramestiar) dengan mahar 15 juta dan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai". ucap Anto saat membacakan ijab kabul itu


"Saya terima nikah dan kawinnya Aquilla Pramestiar binti Anto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ucap lantang sang pria tua itu


Lalu penghulu pun bilang "Bagaimana para saksi sah?" dan diikuti oleh para saksi lainnya


SAHHH ALHAMDULILLAH


.


.


Laura yang sedari tadi berteriak diikuti juga dengan Gabriel yang bedanya kalau Gabriel hanya pura pura takut agar ia bisa berciuman lagi namun akhirnya Laura pun menyadari kalau Gabriel hanya berpura pura takut saja


"Oh ternyata dia pura pura takut toh,hmz dasar modus". batin Laura yang berbicara demikian,setelah mereka menghabiskan waktu sepanjang malam ini mereka akhirnya pulang menuju rumahnya.


Di mobil


"Ra,gimana kan karena tadi yang takut kita berdua berarti kita jadi tunangan kan 2 hari lagi" ucap Gabriel sembari meramaikan mobil yang sepi selama diperjalanan pulang.


"Iya jadi kok". ucap Laura sembari tersenyum kepada Gabriel

__ADS_1


Mobil Gabriel yang tiba tiba berhenti mendadak membuat Laura kejedot AWW YANK IH KEBIASAAN... ucap Laura kepada pacarnya itu sembari memukul pundak Gabriel


"Hhehe maaf sayang". lalu Gabriel pun memajukan mukanya ke mukanya Laura. Lalu Laura pun paham apa yang sedang Gabriel lakukan kedirinya. Wajah Gabriel pun langsung mendekat ke batang hidungnya Laura dan mendarat ke pusat bibir cantik kekasihnya itu lalu menciumnya sekali,dan tak lama Gabriel pun menjulurkan lidahnya kedalam bibir Laura. Ia pun langsung mencoba mengeluarkan lidahnya kedalam bibir Gabriel dan terjadilah ******* yang hebat,saat 5 menit mereka saling berciuman,Gabriel pun berbisik ditelinga Laura


"Kita nikah aja yu jadi jangan tunangan dulu"... ucap Gabriel yang masih bernafsu hasratnya Gabriel pun melihat baju Laura yang ketat yang membuat 2 gundukan gunung itu terlihat lalu berkata "aku boleh remes gak sayang sebentar aja please ya". ucap Gabriel saat itu "Iya deh boleh tapi yang tau hanya kita aja ya yang lain gak boleh tau". pinta Laura. Ketika Laura sudah memberikan lampu hijau kepada Gabriel,Gabriel pun langsung meminta Laura menghadap kanan sembari membelakanginya.


Gabriel pun langsung melucuti tangannya ke dalam pakaian ia pun menemukan 2 gundukan besar dan kenyal,ia pun langsung meremas keduanya . Laura pun langsung ke enakan karena aksi Gabriel saat itu. Lalu Laura pun tersadar karena hari sudah mulai tengah malam ia melihat ke ponselnya waktu menunjukan pukul 11 malam


"Riel kita pulang yu udah jam 11 malam nih". pinta Laura sembari mengajaknya pulang,seketika remasannya pun terhenti dan ia pun langsung melirik ke araah jam tangannya itu lalu mengeluarkan tangannya dari dalaman Laura


"Eh iya ya hayu atuh aku anterin kamu dulu ya yang".


Dan tak lama mereka pun tiba dirumah Laura pukul 11.35


"Sudah sampai princess ku" ucap Gabriel yang melirik ke arah Laura "Loh rupanya dia tidur" . ucap Gabriel saat melihat Laura yang tertidur pulas dijok mobilnya.


"Pak izinkan saya masuk dulu ya ,ini tuan putri saya sedang tidur kalau bapak mau tanya tanya bisa nanti saja gak soalnya kasian kalau tuan putri saya sampe terbangun dan harus berjalan" ucap tegas Gabriel,lalu satpam itu pun langsung mengizinkan Gabriel masuk kedalam rumahnya. Gabriel pun langsung membawa Laura kedalam rumahnya lalu bergegas menuju lift favorit yang biasanya Laura gunakan untuk naik turun kearah kamar tidurnya yang dilantai 3.


Sesaat sampai didalam kamarnya Laura. Gabriel pun langsung merebahkan tubuh Laura dan berkata "Selamat malam princessku". ucap Gabriel sembari mencium kening Laura, lalu Gabriel pun buru buru bergegas keluar rumah.


saat diluar rumah Gabriel pun memanggil satpam rumahnya Laura, "Pak sini dulu nanti jangan lupa kuncisemua pintu rumah keluarga Laura kalau bapak juga ingin tidur ya". ucap Gabriel kepada satpam itu.


"Baik tuan Gabriel". ucap sang satpam itu

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu saya pamit pulang dulu ya pak,kalau misal Laura nanya saya soal yang semalam katakan saja ya yang sebenarnya". ucap Gabriel sembari berpamitan untuk pulang.


Pagi harinya


Laura yang baru bangun dari tempat tidurnya ia pun bergegas untuk mengecek ponselnya,lalu ia tidak melihat kalau Gabriel mengabari dirinya... Namun Laura pun langsung mengabari duluan..


"Selamat Pagi Rielllku". ketik Laura didalam whatsappnya. Namun, tak kunjung dibalas oleh Gabriel. Laura pun memutuskan untuk mandi saja dan merileksasikan tubuhnya dengan busa sabun dan bunga yang banyak didalam baththup nya.


Tiba tiba mamih nya Laura pun menyebut nama anaknya itu berulang kali namun tidak ada respon,mamihnya pun segera masuk ke dalam kamar anaknya itu dan kebetulan sejak semalam pintu kamar Laura tidak terkunci sehinggu ibunya dapat masuk kedalam kamar tidurnya.


mamihnya pun melirik kesetiap sudut kamar anaknya,ia tidak mendapati anaknya ada dikamar. Namun, mamihnya melihat kearah toilet kamar tidur anaknya itu yang tertutup


"Ra,sayang kamu dimana nak". ucap mamih sembari memanggil didalam kamar Laura


Laura pun menghentikan mandi busanya yang ada dibathtup lalu mendengarkan kembali siapa yang sedang memanggil dirinya itu


"Iyah siapa?" tanya Laura dari dalam kamar mandinya.


"ini mamih nak". jawab mamih dengan lantang, "oiya mih sebentar Lau lagi mandi dulu,ada apa mih kalau lau boleh tau? ucap Laura..


"Engga sayang kira mamih kamu kemana,yaudah nanti jangan lupa sarapan ya". ucap mamih


"Iya mamih nanti sesegera mungkin Lau turun ke meja makan ya". teriak Laura dari kamar mandi, "Iya sayang mamih tunggu ya dibawah sama papih". ucap mamihnya dan segera turun kebawah menuju ruang makan dan menutup pintu kamar anaknya itu.

__ADS_1


"Iya mihh". ucap Laura sembari menggosok gosokan sabun yang kedua kalinya,lalu dibilas dengan menggunakan shower.


Setelah setengah jam Laura berendam tubuh Laura pun menjadi keset dan halus,ia pun lalu buru buru untuk turun untuk menemui kedua orangtuanya


__ADS_2