
Perempuan itu pun langsung memikirkan dan mengingat lagi kalau dirinya dan Laura pernah bersahabat lama sejak SMA "Oh Laura ya mba saya inget kok itu sahabat saya dulu..cuman saya gak tau lagi kabar nya dia memang ada apa mba sama Laura?". tanya penasaran Salma. Seketika Laura pun menitikan air mata di depan perempuan yang mirip Salma itu "Loh mba kok nangis". ucap heran perempuan itu.
Tak tahan lagi menahan rindu Laura pun langsung memeluk Salma saat gereja itu telah sepi oleh umat "Ini aku Sall Laura mu dulu sejak kita masih SMA dan kita kuliah S1 kedokteran bareng bareng". ucap Laura sembari memeluk sahabat nya itu "Apah?". kaget Salma saat mendengar pengakuan dari sahabat lama nya itu "Kamu serius? kamu ini Laura? oh my god aku gak nyangka ya bisa ketemu kamu lagi Lau". ucap Salma sembari meneteskan air mata nya juga.
"Iya sal puji tuhan kita di pertemukan kembali di rumah tuhan suatu hal yang paling aku syukuri saat ini sal, oiya btw kamu udah nikah ya? kok gak undang undang aku sih? tapi anak kamu ganteng si kaya mirip temen kita juga tapi entah aku juga lupa namanya siapa hehe" ucap Laura sembari berbasa basi kepada Salma sekaligus menanyakan siapa kah anak laki laki yang mirip Rafael itu, tiba tiba anak Salma pun memanggil dirinya dari luar gereja "MAMA CEPETAN". ucap Jhon dari luar gereja itu
"Oh itu iya anak aku emang ra kalau gitu aku ceritainnya nanti lagi aja ya soalnya buru buru anak aku udah ngajak terus pulang nih hehe" ucap Salma sembari berpamitan untuk pulang namun Laura pun menghentikannya karena ia lupa ia harus meminta nomer nya "Tunggu sal..." ucap Laura sembari melayangkan tangan nya di depan Salma "Iya ada apa lagi ra?" tanya Salma kepada sahabat lama nya itu "Hehe aku lupa mau minta nomer kamu sal boleh?".. akhirnya Laura pun memberanikan diri untuk meminta nomer Salma.
Salma pun akhirnya memperbolehkan untuk memberikan nomer ponsel nya kepada Laura "Bolehh ra nomer nya 08***** itu ya ra yaudah kalau gitu aku duluan ya ra". pamit Salma dan memberi simbol katolik kepada tuhan nya itu sebelum meninggalkan gereja
"Iya sal hati hati ya titip salam buat nyokap bokap ya". ucap Laura saat Salma sudah memberi perhormatan yang terakhir dan berbalik badan untuk meninggalkan gereja itu,
"Iya sal hati hati ya titip salam buat nyokap bokap ya". ucap Laura saat Salma sudah memberi perhormatan yang terakhir dan berbalik badan untuk meninggalkan gereja itu, Sesampai nya di mobil Salma pun bertemu dengan jhon dan ibu nya "Mengapa lama sal? memang kamu ngobrol sama siapa saat di gereja?" tanya penasaran ibu Salma kepadaputri nya itu "Oh itu loh mam si Laura yang dulu suka main ke rumah waktu jaman nya ada kejadian Salma hamil". ucap Salma sembari teringat kembali masa lalu yang kelam itu "Oh anak itu ya kok sekarang makin cantik aja dan bikin pangling mama soalnya..kirain mama bukan Laura nak". kekeuh ibu Salma, "Ya dia kan belum punya buntut jadi enak keliatan cantik terus". ucap Salma sembari iri ketika ibu nya bilang Laura lebih cantik dari anaknya "Iya,sih memang bener tapi banyak juga yang udah punya buntut masih cantik aja itu sih gimana kita nya yang ngurus". ucap ibu salma sembari memberitahu.
__ADS_1
Sementara Laura yang baru saja ingin meninggalkan gereja ia pun tak lupa ia masih berdoa agar tunangan nya sama Gabriel diberi kelancaran setelah itu penutup doa ia memberi simbol katolik dahulu sebelum keluar dari gereja.
Setelah Laura keluar dari gereja itu Laura pun menuju pulang ke rumah,sesampai nya dirumah Laura pun dikagetkan oleh kedatangan Gabriel yang nyatanya ingin melamar Laura dirumah nya itu sembari disaksi kan oleh kedua orang tua Laura sendiri
"Syalom..mih" tiba tiba Laura pun membuka pintu rumah nya ternyata sudah ada Gabriel "Huft loh riel kok gak ngabarin aku sih kalau mau kesini". dengus Laura kesal,
"Anak mami gak boleh gitu dong kan Gabriel kesini mau ngelamar kamu nak" ucap senang mamih nya itu, "Hah apa?ngelamar? kirain aku besok ih". kaget Laura saat mendengar ia akan dilamar hari ini juga dirumahnya
"Kamu lupa ra kan perjanjiannya dihitung 2 hari yang lalu berarti bener sekarang lamaran nya". ucap Gabriel sembari mengingatkan sewaktu mereka jadian di pasar malam dan saat itu juga mereka sudah berjanji satu sama lain bahwa 2 hari lagi setelah ke pasar malam Gabriel ingin segera tunangan bahkan ingin cepat menikah.
"Engga! pokoknya aku mau ganti baju dulu ya mih,pih". ucap tegas Laura dan langsung berlari menuju lantai 3 untuk menuju ke kamar tidur nya itu dan langsung mengganti pakaian dengan gaun yang sangat cantik
Mamih, Papih serta Gabriel pun masih menunggu kedatangan Laura
__ADS_1
"Nak Gabriel mau minum apa nanti dibikinin sama si mbok ya" tanya mamih Laura kepada calon tunangan anak nya itu "Gausah repot repot tante hehe". ucap Gabriel sembari tersipu malu dan tersenyum
"Eh gak ada yang di repotin kok nak Gabriel kamu kan udah mamih anggap juga kaya anak mamih sendiri jadi jangan sungkan ya". ucap mamih kepada Gabriel
20 menit sudah mereka menunggu Laura turun dan akhirnya Laura pun turun bak seorang princess yang sangat cantik memakai Gaun "Oh my god anak mamih cantik sekali". ucap mamih sembari melihat kearah Laura. Gabriel yang mendengar ucapan mami nya itu langsung melirik juga ke arah turunnya Laura.
"Oh bapa benar atas ayat tuhan mu itu Kidung Agung 1:15 (Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu). belum pernah aku melihat wanita secantik dirimu Laura". ucap Gabriel di dalam hatinya jantung nya semakin tidak beraturan saat melihat Laura saat itu juga Gabriel pun mengalihkan pandangan nya agar seisi rumah tidak mengetahui kalau kini ia sedang deg degan.
Laura pun mendekati ketiga orang yang sedang menunggu nya itu lalu Laura pun tersenyum
"Gimana pih penampilan Lau hari ini?". tanya Laura kepada papih nya itu "Perfect to anak papih gak ada duanya" gombal papih kepada Laura, "Hihi papih bisa aja". Laura pun semakin tersipu malu lalu ia duduk disamping Gabriel
"Oiya jadi begini..yang sudah om dan tante tau kenapa saya kesini karena tujuan saya ingin mempersunting anak om dan tante dan saya gak ingin memperlama suatu hubungan apalagi kami sudah saling kenal sejak lama". ucap Gabriel dengan serius
__ADS_1
"Kalau kami berdua sihh keputusan nya bagaimana Laura karena om dan tante tidak ingin memaksakan kebahagiaan anak kami satu satu nya, jadi kalau memang Laura nyaman nya sama kamu ya kami cuman berharap bisa tulus mencintai dan menyanyangi Laura dengan sepenuh hatinya nak Gabriel" wejangan papih nya kepada Gabriel
"Lalu bagaimana sayang kamu mau terima lamaran dari Gabriel gak?". tanya mamih kepada anak nya itu dan tak berfikir panjang Laura pun menganggukan kepala kepada kedua orang tua nya itu dan dari mata Gabriel pun terpancar sinyal bahagia "Yesss sabar sabar masih ada satu langkah lagi untuk bisa eksekusi Laura yaitu dengan pernikahan". ucap batin Gabriel yang sedang bahagia itu dan akhirnya mereka berdua pun bertukar cincin dihadapan kedua orang tua Laura dan disaksi kan langsung oleh patung yesus