Magic Laura

Magic Laura
Pernikahan yang tidak bahagia


__ADS_3

"Ra,sayang kamu dimana nak". ucap mamih sembari memanggil didalam kamar Laura


Laura pun menghentikan mandi busanya yang ada dibathtup lalu mendengarkan kembali siapa yang sedang memanggil dirinya itu


"Iyah siapa?" tanya Laura dari dalam kamar mandinya.


"ini mamih nak". jawab mamih dengan lantang, "oiya mih sebentar Lau lagi mandi dulu,ada apa mih kalau lau boleh tau? ucap Laura..


"Engga sayang kira mamih kamu kemana,yaudah nanti jangan lupa sarapan ya". ucap mamih


"Iya mamih nanti sesegera mungkin Lau turun ke meja makan ya". teriak Laura dari kamar mandi, "Iya sayang mamih tunggu ya dibawah sama papih". ucap mamihnya dan segera turun kebawah menuju ruang makan dan menutup pintu kamar anaknya itu.


"Iya mihh". ucap Laura sembari menggosok gosokan sabun yang kedua kalinya,lalu dibilas dengan menggunakan shower.


Setelah setengah jam Laura berendam tubuh Laura pun menjadi keset dan halus,ia pun lalu buru buru untuk turun untuk menemui kedua orangtuanya. Seperti biasa ia turun menggunakan lift untuk menuju ke ruang makannya.


"Pagi mih,pih". ucap Laura sembari tersenyum kepada kedua orangtua nya itu


"Pagi sayangnya mamih". cium dikening anaknya itu


"Hayu sarapan sayang". ucap mamihnya itu.

__ADS_1


"Iya mih ini Lau juga mau duduk kok?". ucap Laura sembari mendorong kursi di ruang makan tersebut. Tak, lupa mamihnya pun menuangkan nasi merah kepada anaknya itu


"Cukup sayang segini?". sembari memperlihatkan nasi yang sudah berada dipiring anaknya itu. "Tau sendiri Lau kalau makan dikit mih jadi gak mungkin banyak banyak hehe". ucap ketawa Laura.


"Kamu mau pake lauk apa sayang?". tanya mamihnya dengan segera,namun saat itu Laura belum ingin memilih untuk sarapan apa ia hari ini "Kayanya Lau ambil sendiri aja deh mihh thanks you mamih cantik". sembari memiringkan kepalanya dan tersenyum.


"Oke anak mamih ambil aja sesuka kamu ya". ucap mamihnya sembari menyodorkan piring yang sudah berisi nasi merah itu ke tangan Laura. Dan keluarga Laura pun sembari makan dengan lahap.


Disisi lain Aquillah yang kini sudah sah menjadi istri dari pria tua itu tetap terus menangis disepanjang jalan untuk menuju rumah cinta mereka yang baru,Aquilla pun masih terus memikirkan ibunya yang kini berada dikampung sedangkan ia sekarang harus hidup bersama sang pria tua.


"Hiks...Hikss heeuuuuuu". suara sesegukan itu pun terdengar dari tangis Aquilla yang sedang berada disamping  Pak Agung


"Ya allah,hamba tau ini jalanmu dan takdirku untuk bersanding dengan pria tua kejam itu tapi hambamu juga tidak bisa berbuat jahat kepada suamiku berilah hambamu ini kesabaran selalu untuk menghadapi suamiku yang satu ini". batin Aquilla sembari menunduk dan memanjatkan doa didalam hatinya selama diperjalanan suasana mobil pun makin panas karena ia harus bisa tahan amarah kepada suaminya


4 jam pun sampe dikota banten


Agung yang telah turun duluan untuk membuka garasi mobil lalu masuk kembali kedalam mobil dan melihat istrinya itu sedang tidur terlelap,setelah mobil itu sudah diparkir didalam garasi Agung pun lalu membangunkan istrinya itu agar segera turun...


"Heh! bangun anak cengeng,kita sudah sampai dirumah... oh iya nanti jangan lupa ya koper gua lu turunin juga ya,gua cape soalnya habis nyetir lah lu kan enak udah tidur". ucap suaminya itu sembari berteriak membangunkan istri mudanya itu.


"Iya mas nanti saya turunin".ketika Agung telah turun duluan dari dalam mobil, Aquilla pun sesekali mengusap hatinya dan ia pun selalu berdzikir setiap kali suaminya marah kepadanya

__ADS_1


Ketika Aquilla telah membawa 2 koper miliknya dan milik pria tua itu dibawa ke rumahnya


"Mas gung ini koper kamu mas mau taro dimana?". teriak Aquilla dari ruang tamu


"Iya simpan di ruang tamu aja nanti saya ambil, udah kamu istirahat gih". ucap Agung dari dalam kamar tamu, "Oiya mas aku kamarnya dimana?". tanya Aquilla sekali lagi


"Sana kamar mu ada di lantai 2 ya tapi yang sebelah kanan". teriak Agung dari dalam kamarnya itu. Aquilla pun langsung bergegas untuk naik ke lantai 2 dengan menenteng koper miliknya.


"Hah hah hah huft huft akhirnya sampe juga dikamar". sembari mengatur nafas yang semula nafas nya begitu cape karena ia harus naik tangga sambil membawa koper besar. Namun, ketika Aquilla sedang mengatur nafasnya Aquilla pun melihat ada sebuah kamar tidur lagi disebelah kiri kamarnya, ia pun penasaran lalu membuka kamar kiri tersebut KLLEEEKKKK bunyi suara pintu nya ia pun melihat semua isii kamarnya dan ternyata ia begitu terkejut karena pria tua itu masih memiliki kedua istri yang sah yang mungkin lebih tua dari dirinya atau bahkan seumuran sama pria tua itu, Aquilla juga melihat ada foto anak perempuan dan foto anak laki laki pria tua ini dari kedua istri sebelumnya


"Waw gila ya dia jadikan saya istri ketiga nya". dengus dari dalam kamar rahasia itu tiba tiba Agung pun memanggil Aquilla dari bawah sana sembari teriak


"Heh istri sini". ucap Agung dari lantai bawah sambil teriak.. Buru buru Aquilla pun refleks mendengar dan buru buru Aquilla keluar dari kamar tidurnya itu lalu menutup pintunya, ketika ia sudah diluar kamar ia pun menyaut panggilan dari suami pria tua itu


"Iyah mas ada apa?" teriak Aquilla dari atas,namun lagi lagi pria tua itu marah marah karena Aquilla lama nyaut perkataannya


"Ada apa ada apa elu itu punya telinga gak sih di panggil panggil dari tadi baru nyaut kapan". marah Agung sembari teriak berkata kasar


"Iya mas maaf salah aku,ada apa emang mas?". tanya Aquilla dari atas


"Dimana koper ku". tanya Agung sembari mencari nya dimana mana namun tidak ada, "oh koper mas ya ada di bawah tangga deket sofa ruang tamu". ucap Aquilla

__ADS_1


__ADS_2