
Didalam Mobil,
"Ra,aku mau ngomong serius sama kamu sebenarnya sebelum aku kembali lagi kesini,aku kan sempet hilang dan gelang kamu pun pecah sendiri,karena sekarang aku udah selamanya jadi manusia aku gak pernah melupakan janji aku ke kamu ra aku ngelakuin ini semua buat kamu ra..jujur ketika aku bertemu kamu lagi di pusat berbelanjaan itu aku senang banget dan maaf aku baru bisa menjelaskan mengapa aku sempet hilang dari hidup kamu,tapi dibalik itu aku juga gabisa melihat kamu sedih kalau kamu tau aku pergi karena kamu takut kamu merasa bersalah atas kehilangan aku,aku bener bener minta maaf sekali ra...". ucap gabriel yang masih merasa bersalah. Lalu, Laura pun menyakinkan Gabriel "Kamu gak boleh ngerasa bersalah gitu riel aku gak apa apa kok yang penting kan sekarang kamu bisa balik lagi dengan selamat,lagi pula tuhan mempertemukan kita lagi kan setelah sekian lama kita gak bertemu".Setelah Laura berkata demikian perkata yang diucapkan Laura pun Gabriel cerna,serta membenarkan perkataan Laura "Apa mungkin kita jodoh kali ya ra?,soalnya kalau kita gak jodoh mana mungkin bisa bertemu kamu lagi hingga hari ini"
Setelah, mereka berbincang lama tak terasa suhu malam pun terasa sangat dingin sekali hingga menusuk kedalam seluruh anggota badan dan tak lupa Laura pun melihat ke arah jam tangan yang sudah menunjukan pukul jam 8 malam yang artinya Laura harus segera pulang.
"Riel pulang yu aku udah kemalaman banget nih nanti bokap aku marah" pinta Laura kepada Gabriel
"Hayu deh boleh nanti riel antar kerumah ya" ucap Gabriel sembari mengemudikan stir mobil dan bergegas untuk menuju rumah Laura.
Dijalan yang sangat gelap dan diperjalanan yang sangat macet Laura pun tak sengaja tertidur dikursi depan bersama Gabriel
"Aduh nih anak cakep bener dah lagi tidur aja gimana kalau pas liat dia lagi pake gaun pengantin" gumam Gabriel dalam diam, tak berapa lama tibalah mereka dirumah Laura. Laura yang sedari tadi masih belum bangun akhirnya Gabriel pun terpaksa membangunkannya
"Raa" sembari menepuk pundaknya dan tak lama kemudia Laura pun bangun
"Ehh riel udah sampai yaa sorry yah aku ngantuk banget nih hehe". Sembari mengusap wajahnya yang baru bangun. begitu pun dengan Gabriel ia lalu membukakan pintu mobil seperti layaknya princess agar Laura bisa langsung keluar " hehe iya ra gpp aku faham kok yaudah met tidur dirumah ya cantik". ucap Gabriel dengan sangat perhatian. "Iyah makasih riel aku duluan kalau gitu mau kedalam.. kamu juga hati hati loh jangan ngebut" ucap Laura dengan perhatian. Dan tak lama mobil Gabriel pun berangkat untuk menuju rumahnya.
Pagi harinya...
Hari ini adalah hari libur,hari ini memang tidak ada jadwal praktek ia dirumah sakit dan Laura pun memutuskan untuk bangun jam 9 siang. Tiba tiba Alfred pun menelfon dirinya
TRING TRINGG
__ADS_1
"aduhh siapa sih pagi pagi gini menelfon" Dengus kesal Laura kepada yang menelfon dan kemudian Laura pun mengangkat ponsel yang berdering itu
"HALO! SIAPA SIH MASIH PAGI NELFON!"ucap Laura, "Ini aku sayang emangnya kamu baru bangun?". ucap Alfred sembari mendengus "Iyah aku baru bangun aku masih cape kemarin pasiennya banyak" ucap Laura sembari menjelaskan kepada Alfred. Lalu tak lama Alfred pun menjelaskan maksud ia mengabari pacarnya itu pagi pagi
"Aku mau ngabarin aja aku udah sampai di papua kemarin soalnya gak sempet pegang hp lagi ada apel pembukaan disini,kamu apa kabar sayang? rindu aku tak?"
"Tapi aku gak bisa lama ya sayang ngabarinnya,soalnya nanti mau ada latihan sebentar lagi gpp kan sayang,sama nanti aku juga bakal gak pegang hp dulu untuk beberapa bulan". ucap Alfred dengan menjelaskan agar ia tidak salah paham lagi mengapa beberapa bulan mendatang ia bakal menghilang karena kesibukannya tidaak bisa ditinggalkan,bahkan sangat penting.
"Oh,iya yang gpp kok lagi pula aku udah biasa kan hal kaya gini jadi udah gak tabu lagi buat aku dengernya". ucap Laura
Tak lama belum juga Alfred membalas ucapannya Laura, kemudian ada salah satu dari temannya Alfred pun teriak ED HAYU akhirnya Alfred pun segera berpamitan "Yaudah sayang aku matiin dulu ya hpnya love you" TUT TUT lagi dan lagi belum juga Laura menjawab malah sudah dimatikan duluan telfonnya "Dasar anak aneh". ujar kesal Laura kepada Alfred
Beberapa jam sudah Laura bangun tidur ia langsung bergegas untuk mandi serta memakai pakaian rapih nan wangi seperti biasanya ketika Laura menginjak SMA.
Di jalan,
Gabriel yang sedari tadi memang sudah menuju kerumahnya Laura,lalu ia pun sembari menelfonnya dengan menggunakan airpods yang diletakan ditelingannya.
"Loh,kok gak aktif ya".ujar Gabriel akhirnya Gabriel pun mencoba menelfonnya kembali,namun lagi dan lagi maaf nomer yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi
Tak lama diam diam Rafael mencoba masuk dari pintu belakang yang terletak disebelah parkir mobil karena semalam Laura lupa untuk mrngunci pintu parkir mobil itu,Rafael pun bergerak cepat untuk menyelesaikan misinya yaitu dengan membalaskan dendamnya kepada Laura.
Karena,sebelumnya Laura dan Salma telah mempermalukan ia dikelas mereka berdua. Dan sudah 2 anak tangga Rafael naiki tibalah ia dilantai 3 yang dimana ia segera bergegas masuk ke kamarnya Laura dan tibalah Rafael didalam kamar Laura. Lalu Laura yang sangat tidak mendengar ada orang yang telah naik ke kamarnya tidak menaruh curiga karena ia mengira tidak akan ada yang berani ke kamarnya selagi banyak satpam yang menjaganya.
__ADS_1
Tak berapa lama Laura pun keluar dari dalam kamar mandi dan Laura pun segera membuka handuk yang tak Rafael sangka ia akan melihat seluruh badan Laura dengan jelas dan akhirnya Rafael pun berfikir untuk memvidiokan Laura yang sedang bugil itu agar kelak ia bisa menggunakannya sebagai bahan senjata untuk bisa menaklukan Laura.
Setelah Rafael memvidiokan Rafael pun segera mengunci pintu Laura yang terdengar langsung oleh si pemilik kamar itu,namun tak lama mobil Gabriel pun tiba didepan garasi milik Laura dan Gabriel pun mengingat kembali mobil orangtua Laura yang pernah ia liat dulu saat ia menjadi malaikat berbeda seperti yang ada dilihatnya sekarang. Gabriel pun melihat disekitar rumah dan benar saja tidak ada orang kecuali mobil nya Laura terparkir jelas ada dirumahnya.
Didalam kamar Laura
Laura yang sedari tadi dipegang buah dadanya oleh si bejat Rafael lalu sesekali Laura pun menendang *********** Rafael hingga terjatuh dan sembari teriak meminta tolong,namun Rafael pun tak kalah cepat untuk segera mendorong tubuh Laura hingga terpental dikasur lalu sesekali Rafael pun mencium bibir dan melumati bibir Laura dengan Ganas tiba tiba tanpa disangka Gabriel pun datang pas sebelum Rafael menstubuhi Laura dan
PLAKKK
Gabriel pun mendobrak dan menampar sang pria bejat itu yang tak lain adalah Rafael "Elo pria brengsek" PLAKK hingga terus menerus hingga sampai polisi pun datang untuk menangkap pria itu.
"Angkat tangan kamu!" sembari menodongkan pistol kepada Rafael
"Bawa dia" ucap sang para polisi itu
Sementara polisi yang sudah keluar dan membawa pelaku pemerkosaan itu pun pergi meninggalkan lokasi kejadian.
THROW BACK
Sebelum Gabriel memasuki Rumah Laura ia fikir untuk menghubungi pihak kepolisian dulu dengan segera,agar si penjahatnya tidak bisa lari dan melukai Laura kembali
THROW BACK OFF
__ADS_1
Laura yang sedari tadi terlempar ke kasur masih sangat syok dan sangat menangis dengan tidak menyangka ia akan diperkosa oleh musuhnya itu