
Salma yang terheran pun penasaran kepada sahabatnya itu lalu ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Laura “Eh ra cowo yang disini,yang jaga elo itu pacar loh ya?”. Lalu tanpa berfikir lama Laura bilang “Iya dia cowo gue sal”. Sambil sesekali mengedipkan mata . Gabriel yang mendengar pun kaget mengapa Laura mengakui kalau dirinya adalah cowonya ada apakah sama Laura? Gabriel pun menjadi senang dan sangat semangat untuk menjadi seorang manusia,akhirnya cintanya pun terbalas selama ini.
Tak lama kemudian, Laura pun mengajaknya menuju pulang kerumah "Aduh sal gue mau pulang ya gue ngantuk." Laura pun segera menggandeng tangan Gabriel didepan mata Salma. "Yuk,pulang kamu juga pasti mau pulang kan?". Tanya Laura kepada Gabriel. Dan akhirnya Salma pun berpamitan kepada Laura "Kalau gitu aku juga pamit pulang duluan ya ra...bye raa". Salma pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua, namun tak lama kemudian setelah kepergian Salma. Laura pun langsung menyanggah dan langsung menahan tangan Gabriel yang awalnya untuk pulang kerumah masing masing.
Namun...
"Ada apa ra? apa kita tidak jadi pulang? katanya kamu ngajak aku pulang". Gabriel pun masih tidak tau sebenarnya yang diinginkan Laura saat ini, "Hm,sebenarnya aku udah bersumpah dan sudah berjanji kalau misalkan waktu aku diculik yang nemuin dan membantu aku itu adalah perempuan aku akan menjadikannya seperti ke saudara atau ke sahabat sedangkan kalau misal yang membantu aku adalah laki laki aku akan menjadikannya sebuah pasangan hidup,tapi..." Laura pun menjadi sedih karena ia tau ia tidak mungkin bisa bersama dengan sang malaikat kecuali kalau Gabriel merelakannya ingin menjadi manusia seutuhnya. "Tapi apa ra?kok tidak dilanjutkan lagi bicaranya?" Gabriel pun makin penasaran "Ehhh gini riel tapi kan kita dari dunia yang berbeda,apa mungkin kita bisa bersama?" yang awalnya raut wajah Laurah tersenyum bahagia karena tuhan sudah mengabulkan doanya ingin segera dapat jodoh yang baik,namun Laura pun menjadi sedih karena ia juga bingung disatu sisi ia harus bagaimana memperjuangkan kisah cinta mereka. "Jadi kamu mikirin itu?tenang aja ra..suatu saat nanti aku akan memperjuangkan cinta kita lagi ra sama sama aku janji". itu lah janji terakhir yang diucapkan oleh Gabriel kepada orang yang dia sayang "Ya sudah aku pergi dulu ya ra". Sembari mencium tangan Laura dan berpamitan untuk pulang ke alamnya.
.
__ADS_1
.
Tak terasa hari demi hari akhirnya hari Minggu telah tiba, Laura pun sangat merindukan gereja Laura pun bersedia bangun lebih pagi agar ia bisa mendapatkan tempat duduk dibagian dalam gereja setelah itu dirumahnya...
"Laura kamu sudah bangun nak? hayu kita ke gereja sayang nanti keberu penuh loh kalau kita terlambat". ucap imanuel kepada putrinya "Iyahh pih sebentar lagi lau lagi siap siap". Setelah, Laura keluar dari kamarnya ia tidak menyadari bahwa papihnya sedang berada di depan kamar Laura "loh,papih masih didepan kamar lau?ngapain pih?" tanya penasaran Laura..
"Ehm,ini anak papih yang paling cantik papih tuh lagi nungguin mamih kamu lama banget padahal papih kira yang bakal lama itu lau daripada mamihmu itu".
30 menit kemudian mereka samapai disebuah gereja katedral yang sangat sudah banyak orang yang sudah masuk ke dalam,lalu keluarga Imanuel pun turun untuk melaksanakan ibadah dengan sangat damai,tenang dan khusyuk.
__ADS_1
sejam lebih beberapa menit akhirnya mereka pun telah keluar dari gereja tersebut dan tak lupa Laura meminta mengabadikan suka cita hari ini dengan potrait bersama keluarganya
"Mih,boleh tolong fotoin lau dengan papih ya..sebentar aja kok nanti lau juga bakal foto juga sama mamih" ucap anak itu kepada mamihnya dan tak lama "Iyah sayang iya boleh kok untuk anak mamih tersayang mah, setelah mereka bergantian foto lalu keluarga imanuel pun langsung menuju ke mobilnya untuk bergegas pulang kerumahnya.
.
.
Di alam para malaikat Gabriel yang sudah dikenal oleh para malaikat lainnya untuk mengubah keabadiannya menjadi manusia seutuhnya bahkan dijadikan bahan boomerang untuk diri Gabriel bahkan ia harus diam dulu disuatu tempat pencabutan dan merasakan sakit agar semua kekuatan serta fasilitas yang ada selama menjadi malaikat tercabut semua dan ketika Gabriel kembali lagi kedunia ia tidak memiliki kekuatan apapun seperti seorang layaknya manusia biasa, dan Gabriel yakin dia akan siap mengambil resikonya demi memperjuangkan cintanya bersama Laura. Namun,sebelum Gabriel ke tempat itu esok hari Gabriel ingin bertemu Laura dahulu secepat mungkin agar ia juga bisa berpamitan dahulu.
__ADS_1
Setibanya Gabriel didalam gelang kembali dan tak lama kemudian Gabriel pun keluar kembali untuk kedunia Laura dan menemuinya,Laura yang saat itu sedang dikamarnya sambil melihat ke jendela luar tiba-tiba ada sebuah tangan yang diam-diam tengah memeluknya dari belakang "Laura aku akan merindukanmu". Laura yang merasakan pelukan serta sentuhan dari Gabriel pun syok,jantungnya berdegup sangat kencang dan ia pun mencerna kata demi kata yang dilontarkan Gabriel kepadanya yang gabriel bilang dia akan merindukannya "Memang dia mau kemana? sampai harus bilang seperti itu kaya kita gak akan ketemu lagi aja" ucap laura didalam hatinya dan tak lama Gabriel pun berpamitan sangat terburu buru agar Laura tidak banyak bertanya yang membuatnya tidak sanggup kalau melihat Laura sedih "Aku pulang dulu ya ra". namun saat Gabriel ingin pergi ia tidak lupa untuk mencium kening Laura untuk yang terakhir sebelum ia bener bener akan kembali kedunia ini, Laura yang melihat keadaan Gabriel saat ini ikut merasakan kesedihan yang mendalam dihatinya dan sesekali Laura pun meneteskan air matanya saat Gabriel mencium keningnya itu "Tidak laura! kamu tidak boleh sedih,kalau kamu sedih aku makin gak bisa ninggalin kamu" lalu Gabriel pun menyeka kedua matanya yang sedang sedih, "Memang,kamu kemana?" tanya Laura dengan menatap mata Gabriel dalam dalam. "Aku tidak kemana-mana laura,aku hanya ingin memelukmu saja "Ya,sudah aku pulang dulu ya". setelah Gabriel berpamitan untuk yang kedua kalinya Gabriel pun lalu menghilang.
Setelah kepergian Gabriel 1 Tahun Laura pun kini memiliki sebuah pacar ia akhirnya bisa lulus sarjana kedokteran dengan gelar Magna Cumlaude dan melanjutkan kembali gelar dokter spesialisnya