
Di Kantor Gabriel
Gabriel kini adalah seorang boss atau yang biasa kita kenal yaitu direktor atau direksi disebuah perusahaan ternama dijakarta. Waktu kerja Gabriel tak terikat bahkan ia hanya datang bisa sekali atau bahkan dua kali saja dalam seminggu karena kerjanya hanya memantau karyawan dan pendapatan sahamnya saja diperusahaan. Gabriel terkenal murah hati kepada seluruh karyawannya bahkan tak jarang ada karyawan yang hanya berhenti ditengah jalan dalam menjalankan kontrak kerja diperusahaannya itu. Gabriel yang baru saja tiba didepan pintu perusahaan itu sudah disambut oleh pak satpam turun dari mobil dan seperti biasa Gabriel pun menyuruh satpam nya itu untuk memarkirkan mobilnya didalam basement kantor "Pak,parkirkan mobil saya ya.. nanti setelah itu kuncinya simpan diruangan saya ya". Sembari memberikan kunci mobilnya kepada satpam itu lalu satpam itu pun menunduk dan berkata "Baik, Pak Gabriel".
Lalu, Gabriel pun masuk kedalam kantornya dan disambut hangat oleh seluruh karyawan maupun karyawati nya.
"Pagi Pak Gabriel " ucap seluruh karyawan yang menyambutnya ramah, Gabriel pun tak lupa memberikan sebuah senyuman ramah serta ucapan yang sama kepada seluruh karyawan nya "Selamat pagi semua". lalu bergegas untuk pergi menuju ke ruangan pribadinya yang berada dilantai 3 itu.
Tak lama satpam yang membawa kunci mobil pun datang dan mengetuk pintu Gabriel
TOK TOK TOK Permisi Pak ini saya pak Agus sembari mengetuk pintu atasannya itu,tak lama Gabriel pun menyaut dari dalam pintu "Iya sebentar Pak" tak lama Gabriel pun membukakan pintu dan KLEK keluar dari dalam ruangannya itu "Oh iya terimakasih ya pak agus" sembari tersenyum kepada satpam itu,lalu satpam itu pun bergegas untuk bekerja kembali ke bawah "Yasudah kalau gitu pak saya lanjut kerja lagi ya pak,tapi kalau misal bapak butuh apa-apa bilang aja ya pak" ucap pak Agus sembari menunduk dan bergegas pamit untuk meninggalkan ruangan Gabriel.
Di Rumah Sakit
KRING KRING Ponsel Laura pun berdering dan segera mengangkatnya "Halo". ucap dari dibalik ponsel yang berbunyi itu.
"iya halo riel ada apa?" Tanya Laura
"Sore ini kita jalan yu?gimana bisa gak?" ucap Gabriel
"Hm,kayanya sih bisa riel soalnya gak ada jam praktek juga jadi hayu aja emang kita mau kemana?" tanya Laura
__ADS_1
"Kemana aja hayu aku mah nanti aku jemput ya jangan lupa sharelok ya". ucap Gabriel
"Oke deh riel yaudah nanti aku kabarin lagi ya kalau udah dirumah ". ucap Laura
Mereka pun akhirnya menutup telfonnya masing masing. Begitu pun dengan Laura yang makin siang makin banyak pasiennya.
.
Dikediaman Gabriel
"Aduh aku gak sabar untuk bertemu Lauraku sudah beberapa tahun kita gak ngobrol leluasa lagi setelah aku keluar dari alam malaikat"
"Sore nanti aku tembak Laura gak ya? tapi kayanya kurang cocok deh sama waktunya lagipula kita kan baru bertemu kembali setelah aku yang meninggalkannya".
Itu lah yang difikirkan Gabriel saat ini diruangan pribadinya. Tak terasa waktu pun sudah pukul 14.20 siang Laura yang sedari tadi melihat jam dan menunggu jam pulangnya pukul 15.00 siang harus beberes karena sebentar lagi jam kerjanya sudah berakhir dan waktunya untuk pulang. Saat Laura keluar dari ruangan dokternya banyak pasien yang melihat,bahkan sekedar melirik dokter cantik itu.
Tak terasa waktu sudah pukul 3 siang Laura pun panik karena sejam lagi sudah pukul 4 sore. Namun, disepanjang jalan ia sembari berdoa doa novena 3 salam Maria dan menyebutkan keinginan yang ia sedang butuh bantuan. Setelah ia berdoa ia menunggu 10 menit yang awalnya jalan nya macet parah jadi lancar "terimakasih bunda sudah mengabulkan keinginanku dan terimakasih untuk tuhanku tuhan yesus memang sangat baik" akhirnya Laura pun bisa tepat sampai rumah dengan selamat tanpa kekurangan apapun.
Laura pun langsung lari memasuki rumahnya dan berlari menuju kamar tidurnya yang kebetulan kedua orangtua Laura pun sedang tidak ada di rumah,yang kebetulan sedang ada proyek ke luar kota dan Laura pun diam dirumah sendiri dirumah nan mewah.
Setelah, Laura mandi dan berdandan tibalah ia bersiap siap karena waktu sudah menunjukan pukul 16.45 yang artinya ia tinggal menunggu kedatangan Gabriel kerumahnya
__ADS_1
TIDID TIDID
Kelakson mobil pun sudah terdengar yang tak lain adalah suara klakson mobilnya Gabriel. Akhirnya,Laura pun turun dan segera menguci pintu rumahnya.
"Hemm maaf lama ya riel soalnya tadi macet banget pas otw pulang kerumah" ucap Laura
"Iya ra gpp kok lagian aku juga baru banget datang kok gak usah khawatir ya" sambil menyubit pipi Laura. "Memang kita mau kemana riel jadinya?" ucap penasaran Laura.
"Ada deh nanti juga tau hehe". Goda Gabriel
Setelah setengah jam mereka pun sampe. Mereka pun menghabiskan waktu hingga malam hari. Setelah mereka menghabiskan waktu mereka pun memutuskan untuk pulang lalu Gabriel pun mengantarkan Laura untuk pulang. Setelah beberapa menit dijalan tiba tiba mobil Gabriel pun terhenti disamping jalan.
Didalam mobil
"Ra,aku mau ngomong serius sama kamu sebenarnya sebelum aku kembali lagi kesini,aku kan sempet hilang dan gelang kamu pun pecah sendiri,karena sekarang aku udah selamanya jadi manusia aku gak pernah melupakan janji aku ke kamu ra aku ngelakuin ini semua buat kamu ra..jujur ketika aku bertemu kamu lagi di pusat berbelanjaan itu aku senang banget dan maaf aku baru bisa menjelaskan mengapa aku sempet hilang dari hidup kamu,tapi dibalik itu aku juga gabisa melihat kamu sedih kalau kamu tau aku pergi karena kamu takut kamu merasa bersalah atas kehilangan aku,aku bener bener minta maaf sekali ra...". ucap gabriel yang masih merasa bersalah. Lalu, Laura pun menyakinkan Gabriel "Kamu gak boleh ngerasa bersalah gitu riel aku gak apa apa kok yang penting kan sekarang kamu bisa balik lagi dengan selamat,lagi pula tuhan mempertemukan kita lagi kan setelah sekian lama kita gak bertemu".Setelah Laura berkata demikian perkata yang diucapkan Laura pun Gabriel cerna,serta membenarkan perkataan Laura "Apa mungkin kita jodoh kali ya ra?,soalnya kalau kita gak jodoh mana mungkin bisa bertemu kamu lagi hingga hari ini"
Setelah, mereka berbincang lama tak terasa suhu malam pun terasa sangat dingin sekali hingga menusuk kedalam seluruh anggota badan dan tak lupa Laura pun melihat ke arah jam tangan yang sudah menunjukan pukul jam 8 malam yang artinya Laura harus segera pulang.
"Riel pulang yu aku udah kemalaman banget nih nanti bokap aku marah" pinta Laura kepada Gabriel
"Hayu deh boleh" ucap Gabriel sembari mengemudikan stir mobil dan bergegas untuk menuju rumah Laura
__ADS_1