Magic Laura

Magic Laura
Apa Kau Ingin Menjadi Pacarkku


__ADS_3

ketika ia sedang mencari martabak disepanjang jalan ia melihat ada nenek nenek yang sedang berjalan kemudian ia teringat oleh Gabriel saat pertama kali mereka bertemu namun ia fikir kalau Gabriel sudah tidak ingin lagi bertemu dirinya.


Saat Laura telah menemukan sebuah minuman dingin dan martabak kesukaannya lalu ia bergegas untuk menuju pulang kerumah dan ia telah disambut hangat oleh kedua orangtuanya yang sudah menunggunya dirumah.


Sesampenya dirumah ia pun langsung menuju basement parkir rumahnya untuk segera memarkirkan mobilnya. Setelah, sudah memarkirkan mobilnya lalu Laura bergegas menuju kamarnya. Namun, ketika hendak naik menuju kamarnya steffy pun datang untuk menanyakan kepada anaknya itu.


"Lauuu,kamu udah makan siang belum tadi ditempat kerja? mamih udah masak nih" ucap Steffy kepada anaknya itu, Laura pun menengok kearah mamihnya itu,


"Iya mih,nanti Lau mau mandi dulu ya... soalnya udah lengket banget badan Lau, habis itu nanti langsung turun buat makan kok". ucap Lau dengan nada rendah


"Oh gitu sayang iya gpp tapi mamih sama papih udah makan duluan jadi lau makan sendiri dulu aja ya". ucap steffy kepada anaknya. Laura pun hanya tersenyum lebar kearah mamihnya itu,ia pun langsung naik untuk ke kamarnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Laura pun mereleksasi tubuhnya dengan menggunakan bathtup tanpa sadar ia ketiduran dibathtupnya itu. Kemudian ponselnya pun berdering menandakan ada telfon masuk


KRING ... KRING .....


Laura pun terbangun dan ia mendengar ponselnya berdering di laci kamar tidurnya itu,lalu Laura pun tersadar kalau ia masih berendam sembari mandi


"Aduh aku ini ketiduran di bathtup segala..untung gak ada orang lain lagi yang melihat". Akhirnya, Laura pun buru buru untuk sabunan,sampoan,serta membilas dan membereskan bathtup yang tadi habis dipakai


setelah beberapa menit ia mandi,ia pun keluar dari kamar mandi dan bergegas untuk memakai baju tidurnya,kemudian ia turun untuk makan malam yang telah ibunya masak tadi sore.


Laura pun telah selesai makan kemudian ia keluar rumah dan ada tetangga yang tengah asik berbincang didepan luar rumahnya,lalu ia mendekati pagar rumahnya itu dan mendengar bahwa didepan gang perumahan rumahnya ada pasar malam. Laura yang makin penasaran akhirnya bergegas berganti baju selagi kedua orangtuanya sedang asik tidur dilantai 3 ia pun segera masuk kedalam kamarnya dan segera mengganti pakaian.


Ia melihat ponselnya itu yang sedari awal ia sedang berendam ponselnya berdering terus tanpa henti kemudian ia melihat ada telfon dari Gabriel yang mungkin sudah tau kalau kini disekitar rumahnya ada pasar malam,dan berniat untuk mengajaknya.


Laura pun memberanikan diri untuk menelfon balik Gabriel..


KRINGG KRING...

__ADS_1


Bunyi ponsel Gabriel ....


"Semoga itu telfon dari Laura ya tuhan" Gabriel pun berucap didalam hatinya sembari sangat hati hati melihat layar ponselnya dan melihat siapa yang sedang menelfonnya,seketika raut wajah Gabriel sangat senang dan gembira ternyata yang kini sedang menghubunginya adalah Laura


Gabriel pun langsung mengangkat telfonnya


"Halo riel..." ucap Aura


"Halo iya ra ada apa?". ucap gugup Gabriel


"Loh kan tadi kamu nelfon aku duluan kan jam sekian sekian".tanya Aura


"Oh iya ya hehe maaf ya ra,tadinya aku mau ngajakin kamu ke pasar malam malam ini si bisa ga?" tanya Gabriel


"Hayu riel bisa kok" ucap semangat Laura


"Kalau gitu aku siap siap dulu ya ra sebentar lagi aku on the way rumah kamu". ucap Gabriel sembari mengakhiri telfonannya,dan langsung bergegas untuk ganti baju dan segera menjemput Laura.


TIDID TIDID


bunyi klakson mobilnya Gabriel sudah terdengar, Laura yang sudah bersiap dari tadi langsung mengunci pintu rumah mewah itu,lalu Laura pun keluar dan menutup kembali pagar rumah yang tinggi sekali itu.


Gabriel yang sedari tadi melihat style Laura seakan jantungnya hampir copot karena ia melihat bidadari dari luar mobilnya.. kecantikan Laura yang tiada ada bandingannya membuat Gabriel makin terpanah dan makin ingin segera mengungkapkan isi hatinya selama ini


Laura pun mengetuk jendela mobilnya Gabriel sejak itu.. TUK TUK RIEL


itulah yang dikatakan Laura diluar kaca mobil,lalu Gabriel pun menyautnya dengan nada terpatah patah


"Eh,iya ra masuk aja gak dikunci kok mobilnya" ucap Gabriel dari dalam mobilnya itu,tak lama Laura pun perlahan membuka pintu mobilnya dan berkata

__ADS_1


"Hai riel lama yah kita gak ketemu,rasanya seperti mimpi..btw kamu sibuk apa sekarang?" tanya Laura sembari mencairkan suasana agar tidak tegang


"Aku ya sibuk gitu aja si ra paling jadi bisnis men aja,kalau kuliah S2 kamu gimana udah beres kah?". tanya penasaran Gabriel


"Oh,ini riel bentar lagi si wisuda sebulan lagi"ucap Laura


Lalu mobil Gabriel pun terhenti


"Ra,aku mau bilang sesuatu boleh tapi janji jangan benci aku" ucap Gabriel dengan serius sembari memohon sebelum ia mengatakan perasaan kepada Laura


"Ada apa riel,coba ngomong aja". ucap Laura sembari menghadap wajah Gabriel,Gabriel pun membuka pintu bagasi miliknya dan mengambil bucket bunga yang bertulisan I Love you Laura setelah Gabriel mengambil bucket itu Gabriel pun langsung kembali dan duduk bertatapan langsung kepada Laura.


Laura makin penasaran sebenarnya apa yang diumpetkan oleh Gabriel dipunggunggnya,dan Gabriel pun memancarkan aksinya untuk segera menembak Laura jadi kekasihnya didalam mobil itu.


"Jujur ra dari dulu perasaan aku gak pernah berubah sama sekali pun,justru semakin hari semakin aku jadi tambah mencintai kamu ra...aku tau kamu pasti akan kaget ra dengernya bahkan kamu akan kecewa,risih,marah padaku ra tapi ini hati aku yang berbicara ra,jujur aku tau kamu udah punya pacar dan aku ga pantes menyukai orang yang sudah punya pacar...aku cuman mau bilang Lau ku apa kamu mau jadi pacar aku?.." ucap Gabriel sembari meletakan sebuah bucket bunga dihadapan gadis yang ia cintainya itu


Laura yang tanpak syok mendengarnya langsung seperti ada didalam mimpi


"Hah?apah?aku gak mimpi kan?"ucap Laura sembari menampar pipinya yang halus nan lembut itu dan PLAKK "AW Sakit ih berarti aku gak mimpi ya". ucap Laura lagi


Gabriel yang melihat gelagat Laura daritadi menahan tawa karena ngiranya itu semua hanya mimpi namun ternyata tidak


"Jadi bagaimana ra,kamu mau jadi pacar aku?" tanya Gabriel untuk kedua kalinya kepada Laura


Laura tanpak memerah pipinya,ia tampak tidak menyangka selama ini jodohnya adalah malaikat pelindungnya dulu sewaktu jaman ia S1Laura sangat senang sampe ia sesekali mengeluarkan air matanya


"Loh ra kenapa nangis,kamu gak mau ya?" ucap Gabriel sembari menunduk sedih karena takut cintanya tertolak


"Ih,siapa sih yang nolak justru aku bahagia banget karena ini lah momen yang aku tunggu banget riel". ucap Laura

__ADS_1


suara orang dagang kemudian Laura pun melihat ke jendela lantai 2 yang taunya ada banyak orang jualan seperti ada sate keliling,


__ADS_2