MAHLIGAI YANG TERKOYAK

MAHLIGAI YANG TERKOYAK
bab 10


__ADS_3

Suasana yang begitu sejuk di bawah rindang pohon beringin yang tumbuh di depan halaman panti, meskipun usianya sudah ratusan tahun, namun tidak memberikan kesan angker disana. Karena mitos sering mengatakan jika pohon beringin identik dengan makhluk tak kasat mata. Namun berbeda dengan pohon di halaman panti ini, justru ranting ranting yang tertata rapi memberikan suasana yang cukup menenangkan. Banyak anak anak yang bermain di bawahnya, bahkan ada yang bermain ayunan di sana. bangku bangku yang terbuat dari batu bata nampak berjajar rapi di pinggir pinggir taman yang mengelilingi pohon beringin yang terlihat sangat menyejukkan itu.


Iya,,,, disinilah kini Melati berada, terduduk di bangku taman sambil memandangi anak anak yang bermain bersama, banyak dari mereka yang menyita perhatian Melati dengan tingkah lakunya, membuat wanita yang telah hancur hatinya itu tersenyum bahagia menyaksikan tingkah lucu anak anak tadi.


Salah seorang anak pun memandang kearahnya lalu tersenyum mendekati Melati, lalu duduk di sampingnya.


"Kak,,, ayo main bersama kami, pasti lebih menyenangkan jika kak Mel ikut." Gadis kecil yang bernama Jasmine berusaha untuk membujuk Melati. Ia sudah tahu jika wanita cantik disampingnya sedang mengalami kesedihan yang teramat berat. Apa lagi Jasmine adalah bayi mungil yang dulu pernah dirawat oleh Melati saat ia masih tinggal di panti asuhan ini bersama dengan Mawar.


Melati remaja memang suka dengan anak kecil, ia sering membantu pengurus panti merawat anak anak yang ditelantarkan atau pun di titipkan di panti asuhan ini. Mungkin nasib sama yang mereka alami, membuat Melati remaja begitu peka hatinya.


Iya,,, sedari usia 5 tahun ia sudah dititipkan di panti asuhan ini oleh saudara orang tuanya. Setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, paman juga bibinya menitipkan Melati juga Mawar yang saat itu masih berusia 3tahun ke panti asuhan, dengan alasan mereka terlalu sibuk tidak bisa merawat kedua keponakannya. Padahal mereka ingin bebas menguasai seluruh harta peninggalan kedua orang tua Melati yang cukup terpandang di kota tempat tinggalnya. Karena kedua orang tua Melati termasuk pebisnis yang berhasil juga sukses saat itu. Hingga memancing keirian dari lawan bisnisnya yang berujung pada tragedi berdarah yaitu kecelakaan tunggal kedua orang tua Melati yang mengalami rem blong hingga harus terjatuh ke dalam jurang dan terbakar.

__ADS_1


"Jasmine sayang,,, maaf ya,,, kak Mel tidak bisa ikut main bersama Jasmine, lihat,,, tubuh Kakak masih lemah pasca sakit kemarin, insya Allah nanti kalau Kakak sudah kuat,,, pasti akan main bersama dengan Jasmine juga yang lain, seperti biasanya."


Melati membelai rambut Jasmine dengan pandangan penuh penyesalan, ia bisa menangkap rona kekecewaan di wajah Jasmine, membuat hatinya tidak tega melihat kesedihan yang terpancar dari sorot manik coklat di depannya.


Meskipun sedikit merasa kecewa dihatinya karena gagal mengajak Melati, Jasmine tidak putus asa, ia pun berpikir apa yang bisa dia lakukan agar Melati melupakan kesedihannya meski perlahan.


Seperti ada bola bola lampu diatas kepalanya saat Jasmine berpikir, mungkin itulah gambaran jika ia menjadi tokoh dalam sebuah drama, hingga dalam sekejap ia pun tersenyum tipis.


"Sayang,,, kamu itu nakal sekali, baru berapa bulan kakak tidak bertemu denganmu, kenapa kamu jadi seusil ini sih,,," karena gemas dengan sikap Jasmine yang terlihat lucu Melati pun mencubit pelan kedua pipi chubby Jasmine.


"Kakak,,, sakit tau,,,"Jasmine berpura pura ngambek sambil memanyunkan bibirnya yang memancing tawa Melati keluar dari bibir tipisnya.

__ADS_1


"Kak,,, cepatlah sembuh seperti dulu lagi, kami sangat merindukan kakak yang dulu."


Tiba tiba saja Jasmine berhambur ke pelukan Melati, dalam isakan tangisnya Jasmine berdoa agar kebahagiaan akan hadir di hidup kakak tersayangnya.


Melati yang mengerti mengapa Jasmine memeluknya dengan posesif, hanya bisa tersenyum dalam tangisnya, lalu memeluk gadis kecil tersayangnya dengan erat.


"Tetaplah kuat Mel, demi kami,,,"


Melati terkejut akan kedatangan seseorang yang selalu ada saat ia sedang terpuruk, dengan senyum tengilnya pria itu pun duduk di samping Melati.


bersambung ,,,,,

__ADS_1


__ADS_2