MAHLIGAI YANG TERKOYAK

MAHLIGAI YANG TERKOYAK
bab 17


__ADS_3

"Lepaskan aku,,, brengsek,,, lepaskan,,," Teriak juga ronta Mawar saat di gendong oleh pria itu memasuki apartemen nya. Meskipun Mawar terus memukuli punggung pria itu, namun seakan semua tindakannya hanya sia sia belaka. Pria itu tidak merasakan sakit sama sekali justru tertawa semakin lebar, membuat Mawar bergidik ngeri melihat wajah yang kini ada di depannya. Karena kini ia sudah berada di atas ranjang yang cukup besar, setelah tubuhnya di lempar kesana oleh pria tersebut.


Mawar meringsek menjauhi tubuh yang semakin mendekatinya, tubuhnya semakin gemetar, sungguh ia merasa ketakutan sekarang, wajahnya nampak pucat dengan mata terus memandangi pria itu dengan tatapan memelas. Ia takut apa yang ada di dalam pikirannya akan terjadi.


"Ayolah sayang,,, jangan bersikap seperti anak abg saja, aku tahu kamu pasti sudah berpengalaman untuk soal ranjang, kita sama sama sudah dewasa, dan aku tahu kau juga tidak suci lagi, jadi ini bukan yang pertama untukmu, hmm,,," pria itu semakin mendekati Mawar dengan senyum liciknya. Setiap pria itu maju selangkah, Mawar akan memundurkan tubuhnya, hingga ia tak ada ruang lagi untuk menghindar, karena punggungnya sudah bersandar di kepala ranjang.


"Aku mohon Leon, lepaskan aku, apa pun yang kamu minta akan ku kasih tapi tidak untuk satu ini, aku tidak ingin mengkhianati kekasihku." Mohon Mawar sambil meremas bantal yang di jadikannya penutup tubuhnya.


Mendengar ucapan Mawar, raut wajah Leon pun berubah menjadi merah, api cemburu juga kini merasuki relung hatinya, sungguh terasa sakit saat orang yang kita cintai justru mencintai orang lain, begitu juga dengan Leon, meskipun ia juga seorang cassanova, tapi cintanya hanya untuk Mawar dari SMA sampai sekarang. Sungguh ia mengutuki dirinya sendiri kenapa terlambat menemukan gadis pujaan hatinya setelah lulus SMA mereka terpisah. Dan saat bertemu, sang pujaan hati sudah menjadi milik pria lain meski ia tahu jika pria itu suami kakaknya sendiri. Keadaan itu yang membuat hatinya miris dengan kisah cinta Mawar. Dan ia bertekad untuk merebut hati wanita itu dengan cara apa pun juga, karena ia juga mengenal Melati yang berhati lembut dan menganggap Melati seperti kakaknya sendiri. Ia bisa merasakan betapa hancurnya hati Melati saat ini.


Mawar yang di tatap tajam oleh Leon semakin menciut nyalinya. Apa lagi kini Leon dengan kasar membuka seluruh baju yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan celana boxernya saja sambil berjalan mendekati Mawar.

__ADS_1


"Jangan mendekat Leon, atau aku akan membencimu seumur hidupku, berhenti,, hikkss,,, hikkss,," tangis Mawar mulai pecah, tubuhnya gemetaran, ia sungguh menyesali telah datang ke apartemen pria ini.


"Ayolah sayang,,, hangatkan ranjangku seperti dulu saat pertama kali kau juga menghangatkan ku dengan pelukanmu saat kita masih SMA. Kau tahu,,, sejak saat itu kamulah yang menguasai hatiku, maaf kalau aku terlambat kembali padamu. Lupakan saja pria brengsek itu, apa kamu tidak kasihan pada Kak Melati jika pria itu kau miliki, sayang,,, kak Melati sangat menyayangimu, meski kalian dari ibu yang berbeda. Bukalah mata hatimu Mawar, jangan sakiti kakakmu itu." Leon semakin mengikis jarak mereka, kini hanya beberapa inci saja ia bisa meraih tubuh Mawar.


"Jangan mendekat,,," teriak Mawar sambil mendorong tubuh Leon ke belakang, namun semua sia sia, tubuh itu tidak bergeser sama sekali. Justru kini tangan Leon sudah mencekal kedua tangan Mawar lalu menekan kedua tangan itu di atas kepalanya dan menguncinya.


Mawar semakin gemetaran dengan air mata yang terus mengalir dari kedua manik matanya.


"Tenanglah sayang,,, aku tidak akan menyakitimu, justru aku akan memanjakan mu dengan kenikmatan yang tidak akan pernah kamu lupakan, dan aku jamin kau pasti akan ketagihan nantinya." Seringai licik tersungging di bibir Leon.


"Aku tidak akan melepaskan kesempatan ini sayang,,, akan ku jadikan kau milikku seutuhnya, perlahan kamu akan mencintaiku dengan adanya Leon junior nantinya." Bisik hati Leon tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Ia sudah bertekad membuat Mawar hamil anaknya, semenjak wanita itu menelponnya meminta bantuan untuk menemukan Tian, dan Leon bersedia membantu dengan syarat, Mawar mau bercinta dengannya selama semalam. Mulanya Mawar menolak, namun karena bujukan juga desakan Leon, akhirnya Mawar bersedia. Dan disinilah mereka kini berada, di apartemen yang akan menjadi saksi bisu percintaan mereka.


Hujan yang turun dengan derasnya di barengi dengan kilat juga petir yang menggelegar mengiringi percintaan yang membuat Mawar menyesali semua kesepakatan mereka. Air mata terus mengalir membasahi bantal yang menyangga kepalanya. Sedangkan Leon dengan kekuatannya telah melumpuhkan Mawar yang terus berusaha untuk berontak. Hingga sentuhan sentuhan Leon bisa membawanya ke puncak tertinggi yang membuat keduanya mendesah panjang karena mencapai klimaksnya bersama, dan Leon menaburkan benihnya di rahim Mawar.


Ini adalah malam yang panjang buat keduanya. Jika Leon merasakan kebahagiaan yang tak terhingga, maka beda dengan Mawar yang merasakan siksa batinnya, namun tidak bisa dia pungkiri jika Leon bisa menawarkan dahaganya yang selama sebulan ini tidak di peroleh dari Tian.


Entah untuk yang kesekian kali mereka mendapatkan pelepasan bersama, hingga Mawar benar benar kehabisan tenaganya lalu jatuh pada buai mimpi yang panjang.


Leon tersenyum penuh kemenangan saat mengecup kening Mawar yang telah tertidur.


"Terimakasih tuk semua, aku berharap semoga setelah malam ini kau bisa menjadi Mawarku yang dulu lagi." Bisik Leon tepat di telinga Mawar, lalu membawa tubuh polos itu dalam pelukannya, hingga ia pun ikut menuju ke alam mimpinya.

__ADS_1


bersambung 🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2