
Melati terkejut akan kehadiran Radit disana. Ia tak menyangka jika harus bertemu dengan sahabatnya dalam keadaan seperti ini. Sejenak Melati tertegun, ia mencoba menyembunyikan kegelisahannya dari Raditya.
"Mel,,, sedang apa kau disini, bukannya tadi kau pamit pulang,,, hmm,,,"Raditya mencoba menelisik, menatap penuh selidik kearah sahabatnya, ia tahu jika saat ini melati menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ak,,, aku,,, sedang,,," ucapan Melati menggantung saat kedua kornea matanya menangkap dua sosok yang ingin ditemuinya sekarang. Namun matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuhnya terhuyung ke belakang hampir jatuh jika tidak ditopang oleh Raditya. Air matanya pun luruh lagi. Jantungnya seakan berhenti berdetak. "Teganya kalian,,," tuturnya lirih dengan membekap dadanya yang terasa begitu menyesak.
Sekilas Radit menatap kearah yang sama, dimana tatapan Melati tadi tertuju, ia pun melihat suami juga adik Melati keluar dengan bergandeng tangan begitu mesra dari dalam hotel. Tangannya pun mengepal erat menahan marahnya. Ia tak menyangka jika Melati akan mengetahui hubungan terlarang mereka dengan mata kepalanya sendiri.
Ia pun membantu mendudukkan Melati di kursi resto tersebut. Hatinya begitu sakit melihat air mata yang terus mengalir dari kedua mata sahabatnya itu. Namun ia hanya terdiam tanpa bisa berkata, berusaha menenangkan sahabatnya dalam dekapannya. Keduanya seakan melupakan sekelilingnya, hanyut dalam pemikiran masing masing.
"Brengsek kau Tian,,, setega itu kau pada Melati, jangan salahkan aku jika merebutnya darimu." Radit yang hanya fokus pada Melati seakan melupakan kehadiran seorang wanita yang kini berdiri di samping Melati.
"Sudah cukup sandiwaranya, lepaskan tanganmu dari tubuh kekasihku." Wanita itu menarik paksa tubuh Melati dari dekapan Radit. Suaranya yang begitu keras membuat semua pengunjung resto menatap ke arah mereka. Banyak yang memandang sinis kearah Melati. Bahkan ada yang berkata tidak pantas untuk di dengar.
__ADS_1
"Pelakor seperti dia memang pantas di kasih pelajaran, dasar wanita murahan, j*l*ng seperti dia harusnya dimusnahkan dari muka bumi."
Suara cacian dan makian semakin terdengar riuh di resto tersebut. Senyuman mengejek juga sinis terbit di bibir calon istri Radit. Mata Radit pun memerah, tangannya mengepal erat, sedangkan Melati yang sudah hancur hatinya juga syok saat melihat perselingkuhan suami dan adik tercintanya tidak memperdulikan ucapan siapa pun. Dalam pikirannya sekarang hanya ada dua manusia itu yang telah tega menusuknya dari belakang.
Namun berbeda dengan Radit, ia segera berdiri lalu menatap sekelilingnya. Setelah itu matanya menatap dingin menusuk kearah wanita yang sudah menyakiti Melati.
"Pergi kamu sekarang, jangan tampak kan lagi tampang busukmu itu padaku, perjodohan kita aku batalkan, pergi,,,,!" Suara Radit menggema di ruangan resto tersebut membuat suasana semakin mencekam karena kehadiran beberapa orang berpakaian serba hitam.
"Lempar wanita itu ke pembuangan sampah" titahnya yang segera di angguki oleh anak buahnya.
Anak buah Radit menyeretnya dengan kasar lalu memasukkan wanita itu ke dalam mobil yang melaju membawa mereka ke tempat yang diperintahkan Radit.
Resto yang tadinya ramai akan cuitan semua pengunjung akhirnya terdiam setelah menyaksikan kejadian tadi. Mereka tak ingin bernasib sama seperti perempuan tadi. Karena mereka kini menyadari, siapa pria yang ada di depan mereka saat ini setelah Radit membuka topi juga kacamata hitamnya, yang sedari tadi melekat di kepala juga matanya, membuat penyamaran dirinya dari orang orang yang mengetahui siapa dia yang sebenarnya.
__ADS_1
Radit pun duduk kembali di kursinya, tangannya terulur membelai rambut Melati.
"Kenapa kau melakukan ini Radit, kenapa harus melukai hati wanitamu hanya karena aku. Kenapa?"
Radit hanya tersenyum memandang kearah Melati, "karena kau terlalu berharga dari apa pun dan siapa pun itu."
Deg
Jantung Melati seakan terhenti saat Radit memberikan kecupan hangat di keningnya. Ia pun memejamkan matanya merasakan ketenangan dalam hatinya. Namun segera ia tersadar lalu menarik tubuhnya menjauh dari Radit.
Radit yang terkejut dengan perubahan sikap Melati hanya bisa memandanginya dengan penuh tanya.
"Ini salah,,, apa bedanya aku dengan mereka berdua," Melati pun bangkit dari duduknya, berniat meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang kalut namun langkahnya terhenti ketika menatap dua sosok yang kini menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Jadi kau selingkuh dengan sahabatmu sendiri?"
bersambung,,,,,