MAHLIGAI YANG TERKOYAK

MAHLIGAI YANG TERKOYAK
bab 16


__ADS_3

Melati terkejut dengan datangnya seorang pria yang memiliki cacat di wajahnya, yang tiba tiba saja sudah membuka pintu kamar mereka dengan membawa koper Melati lalu menaruhnya di dekat sofa kamar, ia pun menakupkan kedua tangannya meminta maaf karena telah lancang membuka pintu kamar tanpa permisi dulu. Dengan sorot mata yang penuh penyesalan terlihat jelas di kedua manik matanya.


"Pergilah,,, dan jangan mengulangi kesalahan yang sama, karena saya tidak sendiri lagi di villa ini, ada istri saya,, jadi jaga sikapmu kedepannya."


Setelah menganggukkan kepalanya tanda mengerti, pria yang dijadikan penjaga Villa oleh Tian itu pun keluar kamar lalu menutup pintunya.


"Mas,,, siapa dia,,, aku takut melihat dia,,," Melati meremas lengan Tian yang duduk di pinggir tempat tidur bersebelahan dengannya.


Tian membelai lembut rambut istrinya." Ia orang kepercayaanku, karena aku telah menyelamatkan nyawanya juga keluarganya dari rentenir yang ingin memenjarakan juga menodai anak gadisnya. Mereka tinggal di belakang villa ini sayang,,, nanti akan ku kenalkan, biar kamu memiliki teman saat aku berangkat kerja, mereka orang yang baik, meski wajahnya cacat, kamu tidak perlu takut ya,,,"

__ADS_1


Dengan lembut Tian menjamah tubuh Melati, hingga mereka mulai merasakan debaran jantung yang sudah tidak beraturan,,, dalam sekejap mereka sudah mengarungi samudra cinta yang menghanyutkan keduanya dalam kenikmatan yang telah lama tidak mereka rasakan.


Cuaca siang itu yang terasa sejuk menambah syahdunya suasana percintaan mereka, untuk sesaat keduanya melupakan semua luka hati yang telah tertoreh di hati mereka. Bersama mereguk indahnya syurga dunia, memperdalam rasa yang ada dengan mencari keridhoanNya.


Sementara itu di ruang kerja Tian, nampak seorang wanita muda sedang meluapkan kemarahannya. Sebuah bingkai foto telah hancur di lantai, kacanya berserakan kemana mana, diambilnya foto yang menghiasi bingkai tersebut, lalu di sobeknya jadi dua bagian, hingga kedua orang yang berada di foto tersebut terpisah. Matanya nanar memandang kearah pria yang ada di foto tersebut."Aku tidak akan melepaskanmu Mas,,, aku bersumpah akan membuatmu kembali padaku, meski harus menyakiti kakak ku sendiri." geram Mawar sambil meremas foto Melati yang kini sudah kusut karena remasannya.


"Maafkan aku Kak,, tapi aku tidak bisa menghentikan rasa cinta ini yang kian besar pada Mas Tian,,, aku benar benar mencintainya,,, hikkss,, hikkss,, rasa ini menyiksaku kak Mel,,, maafkan aku,, aku hanya ingin bahagia,,, apa itu salah,, bukankah kita sudah terbiasa berbagi sejak kecil kak,,, " kini tubuh Mawar luruh ke lantai ruangan, air mata terus saja mengalir dari pelupuk matanya. Hatinya benar benar kalut dan kacau, sudah lebih dari satu bulan ia tidak bisa menemui kekasih hati yang merupakan kakak iparnya sendiri.


Dengan langkah yang mantap ia memasuki lift yang kini membawa tubuhnya mengarah ke lantai dasar perusahaan Tian. Saat pintu lift terbuka ia segera mempercepat langkahnya agar cepat keluar dari perusahaan itu. Tujuan nya kini hanya satu,,, apartemen pria yang sudah menaruh hati padanya sejak dulu, Namun ia tidak pernah mencintai pria ini, hanya memanfaatkannya saja. Karena hanya pria ini yang bisa membantunya menemukan sang kekasih hati.

__ADS_1


Setelah memasuki mobilnya, Mawar pun segera meluncur kearah tempat tujuannya. Kurang lebih satu jam akhirnya ia memasuki parkiran apartemen yang terbilang wow,,, karena hanya orang tertentu saja yang bisa membeli apartemen disana. Setelah mengambil nafas dalam dalam untuk menenangkan dirinya, akhirnya Mawar pun keluar dari mobilnya, melangkah dengan sedikit ragu memasuki apartemen tersebut.


Setelah memasuki lift dan menekan tombol lantai atas, ia pun menyandarkan punggungnya di dinding lift. Sedikit keraguan menyerang di hatinya," apakah ini tepat, meminta bantuan padanya, namun kalau bukan dia, siapa lagi yang bisa kumintai tolong,,," ucap Mawar frustasi,, pikirannya benar benar kacau sekarang.


Sepuluh menit berlalu, akhirnya pintu lift terbuka, namun Mawar tidak menyadarinya, ia masih larut dalam pergolakan hatinya, antara terus atau kembali, hingga ia dikejutkan dengan kemunculan seseorang di depan lift dan tanpa aba aba segera menggendong tubuh Mawar membawanya keluar dari lift menuju apartemennya.


"Lepaskan aku brengsek,,, lepas,,," Ronta Mawar sambil memukul mukul punggung pria yang mengangkat tubuhnya seperti karung beras.


"Selamat datang di tempatku sayang,," seringai licik terbit di bibir pria itu.

__ADS_1


bersambung,,,,


terima kasih yang sudah mendukung karya receh ini lewat rate, fav, vote ,like n komennya, moga Allah membalas dengan pahala yang berlipat, terima kasih 🙏❤️


__ADS_2