
...πππ...
Rayana dengan sengaja menggenggam tangan Andreas dengan sangat mesra. Bahkan wajahnya tersenyum miring menatap Anna yang sejak tadi mematung di tempatnya sambil menatap syok kedatangan Rayana.
Mata Anna tidak lepas dari kedua tangan mereka yang saling menggenggam erat saat ini. Rasanya, hatinya terasa tercabik-cabik oleh perasaan sakitnya. Dia tahu bahwa Rayana adalah wanita dan istri pertama yang sangat Andreas cintai. Tapi, perasaannya masih saja sakit walaupun dia sendiri sadar diri atas posisinya sebagai pembantu yang mendadak menjadi istri tuan muda.
"Anna. Maaf, aku membawa Rayana kesini. Dimana Arsy? Aku harus melihatnya, setelah itu aku akan mandi. Temanilah Rayana!" Perintah Andreas. Anna tidak bisa menjawab apapun, namun tubuhnya masih mematung di tempatnya.
Sementara, Rayana melipat kedua tanganya di depan dada dengan senyuman miringnya. Seakan, dia menikmati bagaimana Anna menatapnya saat ini. Dia merasa tertantang oleh seorang wanita yang dulunya adalah pembantu rumah tangga di rumahnya, kini dengan berani menatapnya.
Setelah kepergian Andreas. Rayana berjalan mendekati Anna.
"Nona. Silahkan duduk dulu. Saya akan membuatmu air jus kesukaan mu" Ujar Anna. Walaupun sebenarnya dia merasa tidak nyaman atas kehadiran mantan istri Suaminya. Namun Anna masih bersikap ramah dan meredam semua pikiran buruknya, dan berpikir mungkin kedatangan Rayana hanya ingin bersilaturahmi saja.
Rayana tidak menjawabnya, dan malah menatap dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah.
"Ternyata, rumah ini masih saja sama seperti dulu. Aku sangat ingat sekali pertama kali Andreas membawaku kesini. Waktu itu adalah bulan madu kami yang pertama sebelum kami pergi ke Eropa. Ternyata, Andreas masih mengingat kasih sayang kami disini hingga aku pergi pun, dia malah pergi kesini" jawab Rayana sambil mengedarkan pandangannya dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
Anna terdiam, dan tak bisa menjawab apapun saat ini. Wajahnya hanya menunduk penuh kesedihan. Pada kenyataannya, Rayana lah orang pertama yang sangat Andreas cintai.
Sementara itu. Rayana nampak menatap Anna yang terlihat sedih dengan tersenyum licik.
"Dasar bodoh. Percaya saja apa perkataan ku. Bahkan, aku sendiri tidak tahu kalau Andreas memiliki villa mewah disini. Selama menikah, kami hanya fokus pada karir masing-masing. Untuk pergi berbulan madu pun rasanya sangat mustahil. Kamu lihat saja Anna. Setelah ini, akan aku tunjukkan siapa yang akan berkuasa di rumah ini" Batin Rayana licik.
Tanpa Anna sadari. Pada kenyataannya Rayana tidak pernah di bawa ke rumah ini sebelumnya. Apalagi untuk berbulan madu, rasanya itu sungguh mustahil.
"Bagaimana rasanya menjadi ratu di rumah suamiku Anna?" Tanya Rayana lagi dengan tersenyum sinis.
Anna yang menunduk langsung menoleh dengan tatapan tajam, Anna mungkin terima, di masalalu Rayana memang adalah istri Andreas dan pernah ke rumah ini sebelumnya. Namun tidak untuk Sekarang. Karena sepertinya, Rayana telah melewati batas.
"Maaf Nona. Sepertinya anda sudah lupa. Atau, pura-pura lupa? Tuan Andreas sekarang adalah suami saya, dan bukan suami anda. Beberapa bulan yang lalu, anda menceraikannya dan sekarang istri satu-satunya tuan Andreas hanya saya. Jadi, sayalah ratu di rumah ini. Jangan bersikap seolah-olah andalah ratunya. Sebaiknya posisikan lah diri anda sesuai dengan posisi yang sebenarnya. Anda hanya tamu di disini, dan bukan tuan rumah" tegas Anna.
"Saya menghormati anda sebagai mantan majikan saya. Tapi sekarang, anda hanyalah tamu di rumah kami. Tunjukan lah rasa hormat anda Nona. Bukankah, orang yang punya rasa hormat itu adalah orang yang memiliki rasa malu?" Lanjut Anna menyindir.
"Saya pertegaskan lagi. Walaupun anda dulu adalah istri yang sangat suami saya cintai. Tapi sekarang, anda hanyalah seorang mantan. Lebih tepatnya, mantan istri" ujar Anna tegas.
__ADS_1
Rayana menggertakkan giginya geram, "Kamu....berani sekali kamu berbicara seolah-olah kamu adalah nyonya dan wanita paling benar di dunia ini."
"Anggap saja begitu. Jika ingin di perjelas lagi, tanyakan saja kepada pelayan disini. Siapa nyonya di rumah ini. Saya, atau anda?" Jawab Anna dengan sorot mata yang tidak kalah tajamnya dari Rayana.
Rayana menggeram, namun tidak menunjukan kemarahannya, Rayana nampak mengatur nafasnya akibat amarahnya kepada Anna, dan dia tidak ingin kalah secepat ini dari Anna.
"Saat ini kamu boleh bahagia dan menikmati semua harta dan kekayaan Andreas Anna. Aku akui bahwa posisiku sekarang bukan lagi istri Andreas. Tapi, setelah ini, akan aku pastikan bahwa hanya akulah yang akan menjadi istri satu-satunya yang Andreas miliki. Aku akan merebut Andreas kembali dari tangan mu Anna. Ingat itu!" Ujar Rayana yang balik mengancam Anna, bahwa dia akan merebut kembali suaminya yang telah Anna rebut sebelumnya.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya βΊοΈ
__ADS_1