Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 37


__ADS_3

...🌾🌾🌾...


Rayana nampak cemas. Karena takut ketahuan, Rayana bersembunyi di balik mobil seraya mengintip kearah mobil Andreas.


"Sial!" Umpatnya yang kini merasa kesal.


Kini Sekertaris Ken dan beberapa anak buahnya turun dari mobil. Mereka langsung mengepung Wira dan kawanannya.


"Ada apa ini?" Tanya Wira.


"Jangan pura-pura tidak tahu Wira. Kami tahu Kamu yang telah menculik istriku!" Jawab Andreas yang kini sudah keluar dari mobilnya.


Kening Wira mengkerut atas tuduhan yang di layangkan Andreas kepadanya.


"Andreas! Kamu salah paham...."


"Salah paham apa lagi Wira?" Teriak Andreas marah dengan rahang bawahnya yang sudah mengeras.


"Untuk apa kamu datang kesini jika bukan karena Anna?" Ucap Andreas lagi dengan suara yang masih meninggi.


Wira terdiam. Lalu mengangkat wajahnya dengan tatapan tajam, "Benar Andreas, kamu sangat benar. Aku datang memang untuk Anna. Tapi untuk menolongnya dari kejahatan seseorang. Aku merasa,,, dirimu sebagai suami memang tidak memiliki peran apapun untuk Anna. Jadi, apa salahnya jika aku menginginkan peran itu?"


Mendengar perkataan Wira. Andreas menggeram, rahangnya semakin mengeras dengan kedua matanya yang kini sudah menampilkan sorot mata tajamnya yang menakutkan.


Walaupun begitu, tidak membuat Wira takut, karena kepergian Anna dari rumah Andreas sudah menunjukan bahwa Anna tidak lagi memiliki hubungan apapun bersama Andreas lagi.

__ADS_1


"Wira....!" Bentak Andreas marah.


"Jangan pernah berharap apapun kepada istriku Wira, karena Anna hanya milikku!" Bentak Andreas lagi.


Wira hanya terkekeh, "Apa aku tidak salah mendengarnya? Anna milikmu? Lalu apa ini? Kenapa Anna kabur dari rumah jika dia mencintaimu?" Sindir Wira.


"Jika aku memang menginginkan Anna, itu sudah bukan menjadi urusan mu lagi Andreas, karena aku juga akan memperjuangkan cintaku!"


"Tidak! Anna hanya milikku. Karena aku lah pria yang paling mencintainya." Bantah Andreas.


Anna tertegun, dia sangat terkejut kala mendengar kedua laki-lakinya itu bertengkar yang kini sedang memperebutkan dirinya.


Sedangkan Rayana, dia nampak tertegun sedih. Walaupun dia sudah mengetahui bahwa Andreas memang sudah mencintai Anna, tapi dia merasa lebih sakit ketika Andreas mengatakan langsung dengan sangat jelas.


Rasa sakit dihatinya membuatnya meneteskan air mata penyesalan. Kata cinta yang dulu hanya menjadi miliknya, kini sudah direnggut oleh seorang mantan pelayan di rumahnya.


Tanpa memikirkan apapun, Rayana menatap Anna didalam mobil dengan tatapan tajam penuh kebencian dihatinya. Dia tidak memikirkan apapun lagi, walaupun Andreas akan membencinya, dia hanya ingin melenyapkan Anna.


Ketika Rayana hendak membuka pintu mobil dan melampiaskan kemarahannya kepada Anna, seseorang tiba-tiba menarik tangannya dengan kuat, hingga membuat Rayana berbalik keluar.


"A-a-Abi....." Gumam Rayana terkejut dengan kedua matanya yang melebar sempurna.


Ketika dirinya berniat melenyapkan Anna, malaikat penolong seolah berpihak kepada Anna. Sementara itu, dia harus menghadapi kemarahan Abi setelah ini. Itulah yang dia pikirkan saat ini.


Ditengah rasa terkejutnya, Abi tidak bicara apapun dan hanya menatap Rayana dengan sorot mata tajamnya.

__ADS_1


Lalu seperdetik kemudian, Abi langsung menarik tangan Rayana pergi.


"Ayo pergi dari sini!"


"Tapi..."


"Pergi atau kau akan masuk penjara?" Ancam Abi. Rayana bergidik ngeri, lalu melangkah pergi mengikuti Abi setelah sejenak terdiam.


Sementara itu. Sebelum pergi, Abi menyuntikan sebuah obat ke tangan Anna. Anna awalnya memberontak dengan mulutnya yang di dekap dengan tangan Abi, lalu berangsur-angsur tubuh Anna pun melemah dan tidak sadarkan diri.


"Ken! Tahan mereka!" Perintah Andreas usai perdebatan panjang antara dirinya dan Wira.


Andreas pun pergi ke satu persatu mobil yang ada disana. Setelahnya, sampailah dia ke mobil yang ada Anna di dalamnya.


Kedua mata Andreas nampak membulat dengan wajah cemas, "Anna!" Teriak Andreas Khawatir.


Semua mata menatap ke arah Andreas dengan wajah yang terkejut bercampur panik.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2