Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 43


__ADS_3

...🌴🌴🌴...


Plakkkkkkkkk! Plakkkkkkkkk!


Rayana tersungkur mendapatkan tamparan keras dari Abi. Hingga Sudut bibirnya nampak mengeluarkan darah segar.


"Akhhhhhh"


Abi menarik rambut Rayana dan menyeretnya ke dalam kamar. Ya, kini mereka sudah kembali ke dalam Apartemen.


Abi tanpa ampun menyeret tubuh Rayana menuju kamar mandi. Wanita cantik itu menangis kesakitan. Bahkan penampilannya sudah sangat berantakan dan sangat tersiksa.


"Kamu sudah menguji kesabaran ku Rayana. Aku sudah katakan jangan pergi dan jangan pergi!" Bentak Abi yang terdengar menggema di seluruh ruangan. Wajahnya memerah, rahangnya terlihat mengeras bersamaan dengan urat-urat lehernya yang semakin keluar karena marah.


Rayana sampai takut melihat kemarahan Abi saat ini. Tidak sekalipun dia diperlakukan kasar seperti ini sebelumnya. Dia hanya bisa menangis sensegukan ketika Abi menyiksanya tanpa ampun.


Sesampainya di kamar mandi. Abi mendorong tubuh Rayana hingga masuk kedalam Bathtub. Dia menyalakan shower hingga membasahi tubuh Rayana.


"Ahhh sakit Abi. Ampun!" Teriak Rayana kesakitan.


Namun nyatanya Abi tidak lagi memiliki hati. Dia sudah terlanjur marah, hingga pukulan selalu saja dia layangkan ke tubuh Rayana menggunakan ikat pinggang miliknya.


"Abi! Sakit. Tolong maafkan aku!" Rayana terus menangis menahan sakit. Bahkan tubuhnya sudah merah-merah menyerupai ukuran tali ikat pinggang Abi yang di layangkan ke tubuhnya.


"Aku tidak akan memaafkan mu Rayana. Aku tidak akan memaafkan mu. Rasakan ini, inilah akibatnya jika kamu selaku saja membangkang semua ucapan ku. Kamu bilang, kamu mencintai aku, tapi apa? Lihat dirimu. Kamu sudah seperti seorang pel\@cur yang tidak tahu diri!" Umpat Abi kesal.

__ADS_1


"Abi aku mohon maaf aku. Aku masih mencintaimu!"


Mendengar itu, Abi menghentikan kegiatannya yang memukul Rayana. Rayana nampak menangis sensegukan di bawah guyuran air shower.


"Katakan sekali lagi bahwa kau mencintai ku Rayana!" Titah Abi.


Kini dia mulai berjongkok, mensejajarkan dirinya dengan tubuh Rayana yang duduk di dalam Bathtub.


"Aku mencintai mu Abi!" Jawab Rayana dengan bibir bergetar.


Abi tersenyum, lalu seperdetik kemudian sebuah tamparan keras kembali mendarat di wajah Rayana.


Plakkkkkkkkk!


"BOHONG!" Bentak Abi marah.


Rayana sudah tidak tahan lagi, dia pun balas berteriak kepada Abi.


"Iya!. Iya aku ingin kembali kepada Andreas. Aku menyesal karena sudah memilih laki-laki kasar seperti kamu. Aku menyesal mencintai pria pecundang seperti kamu. Sampai kapan Abi? Sampai kapan kamu akan terus seperti ini? Kapan kamu akan berubah? Kamu selalu saja membuat aku terkurung dan seperti seorang tahanan di penjara. Kenapa kamu melakukan itu? Jika kamu mencintai aku, seharusnya kamu perlakuan aku seperti ratu mu!" Teriak Rayana.


Abi yang mendengar itu terkekeh kecil, "Apa? Ratu?" Kata Abi mengulangi.


"Kamu ingat baik-baik Rayana. Aku sudah sangat mencintai mu. Kamu yang membawa api dan mengobarkan api ini. Sebelum ini, apa kamu merasa bahagia bersama ku? Jawabannya Iya. Kamu sangat bahagia sampai-sampai kamu melupakan Andreas dan berada disisiku. Kamu lupa bahwa semua yang kamu miliki adalah pemberian ku dan bukan pemberian Andreas. Apa kamu masih bertanya siapa yang meratukan kamu? Siapa yang membantumu di saat kamu dalam masalah. Lalu setelah itu kamu campakkan aku seperti boneka mainan yang sudah rusak?"


Rayana tergugu mendengar perkataan Abi. Dia tidak bisa menjawab semua itu. Benar, selama ini hanya Abi lah yang selalu ada di sisinya dan membantunya dalam keadaan susah maupun suka.

__ADS_1


"Kenapa? Sekarang kamu ingin mengelak lagi? Aku menahan mu disini karena kamu dalam pengawasan Andreas. Apa kamu sebodoh itu sekarang?" Lanjut Abi.


"Jadi... Andreas mencurigai aku?" Tanya Rayana cemas.


"Ya" hanya perkataan singkat yang keluar dari mulur Abi.


"Itu artinya dia tidak mempercayai aku lagi?"


Abi mendecah mendengar perkataan Rayana, "Pergilah. Enyahlah Rayana! Aku tidak akan menolong mu lagi"


Rayana menatap Abi. Dia segera memegang kaki Abi dan berlutut.


"Abi! Tolong jangan tinggalkan aku sendirian. Aku mohon jangan tinggalkan aku! Aku tidak mau jika sampai Andreas tahu segalanya aku bisa di penjara!" Mohon Rayana yang kini tengah memeluk kaki Abi.


Abi menggeram. Dia sudah tidak peduli. Dengan tanpa perasaan, dia menendang Rayana hingga Rayana terpental kebelakang.


"Abi! Abi! Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku sendiri"


Abi tidak menggubrisnya, dia terus berjalan keluar dari kamar mandi meninggalkan Rayana yang kini terlihat cemas dan takut.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2