Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 35


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Semua mata menatap heran ke sebuah ladang kosong yang tak berpenghuni.


"Apa ini?" Tanya Andreas bingung.


Bahkan tempat yang mereka datangi tidak lepas dari hanya sebuah hutan yang tak ada siapapun disana.


"Tuan! Saya akan menelpon nomor Nona Anna!" Ujar Bik Susi segera. Andreas tidak menjawabnya dan hanya mengangguk pelan. Hatinya masih sangat kacau bersamaan dengan rasa khawatirnya yang tak kunjung hilang. Sebab, keberadaan istrinya yang belum juga menemukan titik terang yang pasti.


"Ken! Kamu yakin ini tempatnya?" Tanya Andreas kembali.


"Benar tuan. Disinilah tempatnya. GPS ini menunjukan lokasi handphone nya ada di....." Ken nampak mengedarkan pandangannya ke beberapa arah.


Kringggggg.....


Kringggggg.....


Tiba-tiba telepon Anna pun menyambung setelah beberapa saat di telpon oleh Bik Susi.


Suara dering itu pun terdengar begitu samar oleh mereka.


"Saya akan memeriksanya tuan. Tuan tunggulah disini!" Ujar Ken dan turun dari mobil segera.


Andreas melihat dengan jelas Ken sedang mencari di tepi jalan keberadaan Handphone Anna. Hingga akhirnya, Ken pun menemukan handphone itu.


Sementara itu. Ditempat lain. Anna terus meronta di dalam mobil setelah dia sadar dari pingsannya.


"Lepaskan!" Teriak Anna yang masih berusaha meloloskan diri. Namun itu terlihat sia-sia.

__ADS_1


Anna terlihat diam. Dia sedang berpikir. seharusnya dia meninggalkan sesuatu untuk di jadikan petunjuk yang bisa membuat seseorang menyadari keberadaan dirinya.


Anna pun pura-pura berontak dan tanpa mereka sadari. Anna melempar beberapa barang miliknya ke luar jendela. Jendela yang terbuka membuat aksinya menjadi lebih mudah.


Setelah itu. Anna kembali diam dengan pipi yang sudah basah, "Semoga saja ada seseorang yang menolongku!" Doa Anna penuh harap. Hatinya sangat takut, dia takut Rayana akan nekad dan benar-benar akan melenyapkannya saat ini.


Sementara. Dokter Wira beserta anak buahnya mengikuti mobil Yang membawa Anna pergi.


Sejak tadi. Anak buah Wira yang setiap saat mengawasi Anna sudah mengetahui bahwa Anna sedang di culik. Dia pun segera memberitahu Wira berita ini dan Wira segera pergi dan memerintahkan untuk mengikuti mobil tersebut. Sementara dia akan menyusul setelah sampai di desa tersebut.


"Apa itu mobilnya?" Tanya Wira sambil menunjuk ke arah mobil depan mereka.


"Iya tuan. Nona Anna ada di dalam sana!" Jawab salah satu anak buahnya.


"Baiklah. Cepat kejar mobil itu dan hentikan mereka!" Perintah Wira.


Anak buahnya pun hanya mengangguk pelan. Lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Anna yang mendengar ucapan pria di sampingnya segera menatap kebelakang mobil dengan suara tangis yang tertahan. Haru, itulah yang dia rasakan.


"Ya tuhan. Tolong selamatkan aku! Semoga mereka benar-benar adalah penolongku!" Harap Anna sambil berdoa di dalam hatinya.


"Coba telepon nona Rayana di depan! Dia mungkin tidak tahu ada yang mengikuti kita!" Perintah salah satunya.


Pria yang duduk di sisi kanan Anna pun mengeluarkan gawainya. Lalu menelpon Rayana.


Tutttttt.....


Tutttttt.....

__ADS_1


Rayana melihat handphone miliknya, dia langsung mendecah, "Cih, Kenapa mereka menelpon ku, padahal mereka ada di belakang." Geram Rayana. Lalu menoleh ke belakang.


"Apa? Mobil siapa yang di belakang mereka?" Lirih Rayana yang nampak menatap ke arah belakang mobilnya dengan wajah cemas.


"Hallo!"


"Nona! Ada yang mengikuti kita!" Lapor anak buah Rayana ketika telepon nya di angkat.


"Aku tau. Aku melihatnya. Cepat...."


"Akhhhhhhhh"


Anna nampak tidak tinggal diam. Dia mengigit pergelangan tangan pria yang sedang menelpon Rayana. Hingga pria itu memekik kesakitan dan tidak mendengar dengan jelas perintah Rayana.


"Hallo! Hallo! Ada apa dengan kalian?" Tanya Rayana cemas.


"Tolong! Siapapun tolong aku! Tolong!" Teriak Anna.


"Tuan! Nona Anna berteriak. Bagaimana ini?" Tanya anak buah Wira cemas.


"Cepat! Lebih cepat lagi. Jangan sampai Anna ku terluka!" Perintah Wira yang juga terlihat cemas dan takut.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2