
...π₯π₯π₯...
Semua orang menyambut kedatangan Anna dan Andreas. Ibu mertua dan ayah mertua Anna juga ada di rumahnya. Entah sejak kapan kedua orang tua itu pindah, Anna merasa keduanya nampak enggan untuk beranjak dari rumahnya dan Andreas. Walaupun begitu, Anna merasa sangat bahagia. Karena keluarganya terasa amat lengkap dengan kehadiran Ibu dan ayah mertuanya di rumah.
Kehangatan didalam rumah pun nampak begitu terasa. Semua saling menyayangi satu sama lain.
Acara pernikahan yang besar pun sudah Andreas umumkan kepada keluarganya. Semua orang sangat bahagia mendengar kabar ini.
"Semoga dengan pernikahan baru ini. Tidak akan ada lagi masalah atau ujian yang akan memisahkan kalian lagi. Berbahagialah anakku, Anna anak yang baik. Dan dia juga sangat menyayangi kamu!" Ujar Bu Santi kepada Andreas.
Kini, sebelah tangannya memegang pipi Anna, "Anna. Terimakasih banyak. Karena mu, keluarga ini terasa sangat lengkap. Hiduplah hingga menua bersama Andreas! Semoga kalian berdua selalu bahagia!" Lanjutnya lagi kepada Anna. Anna mengangguk sambil meneteskan air mata. Setelah ayah dan ibunya meninggal. Serta kakeknya juga meninggal, Anna merasa keluarga ini begitu lengkap dan dia sangat bahagia dan merasa terharu.
"Terimakasih Ma. Anna juga bahagia memiliki keluarga seperti kalian. Terimakasih sudah menerima Anna sebagai menantu dan anak untuk mama dan papa." Jawab Anna terharu.
Keduanya pun saling berpelukan. Andreas dan ayahnya hanya bisa saling tersenyum haru.
__ADS_1
Siang itu. Andreas pergi bersama Sekertarisnya. Mereka menemui Rayana yang masih mereka tahan di suatu tempat. Sejak hari itu, Andreas tidak menemui Rayana karena Anaknya yang sakit, kini dia akan menemui Rayana.
Sesampainya disana. Andreas masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya ada Rayana. Rayana nampak duduk di sebuah kursi dengan kedua kaki dan tangannya yang di ikat. Wanita itu nampak tersenyum melihat Andreas datang, bahkan tak sedikitpun terlihat raut sedihnya karena sudah ditahan seperti ini.
"Andreas. sayangku. Kamu datang untuk menolong ku? Kamu datang sayang?" Ucap Rayana senang. Dia tertawa kegirangan seperti seseorang yang sudah tidak waras. Andreas menatapnya namun tidak sedikitpun dia merasa iba.
Detik berikutnya, Rayana menunduk sedih. Suara isakkan tangisnya pun terdengar menyedihkan, "Tapi....tapi kamu sudah mencintai Anna. Kamu menghianati aku. Aku...aku ...aku membencimu Andreas. Aku membencimu dan Abi!" Teriak Rayana dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya. Dia yang awalnya tertawa melihat kedatangan Andreas, namun tak berselang lama suasana hatinya berubah dan dia langsung menangis dan mengamuk seperti orang gila.
"Ken. Ada apa dengan dia?" Tanya Andreas heran. Sebab sebelum dia meninggalkannya, Rayana tidak seperti ini.
"Dia sudah seperti ini sejak aku menangkapnya tuan. Sepertinya dia mengalami gangguan mental. Apa yang harus kita lakukan kepadanya tuan?" Tanya Ken balik.
"Sudah tuan. Tadi pagi saya sudah mengirim surel kepadanya." Jawab Ken.
"Baik. Kita akan menjaga Rayana disini. Beritahu kepada seluruh pengawal untuk bersembunyi dan sisakan dua orang saja yang berjaga. Kita juga berjaga dan bersembunyi sambil menunggu Abi. Setelah dia datang, kamu tembakan obat ini kepada Abi. Ini obat bius jadi dia tidak akan bisa kabur lagi!" Perintah Andreas lagi.
"Baik tuan. Saya mengerti!" Jawab Ken mengiyakan.
Setelah itu, Andreas terlihat melangkahkan kakinya mendekati Rayana. Dia menunduk, lalu mencengkram erat dagu Rayana. Hingga wanita itu terlihat ketakutan.
__ADS_1
Andreas menatap wajah Rayana dengan tatapan tajam, "Kenapa aku terlambat mengetahui keburukan mu Rayana? Kau berkhianat kepadaku sebelum kita bercerai, tapi sekarang kau ingin kembali dengan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Anna dari hidupku? Tidak akan pernah ku biarkan kau menyentuh Anna barang sedikitpun Rayana. Aku berjanji, aku akan membuat hidup mu sangat menderita hingga kamu sendiri tidak akan menginginkan kehidupan mu kembali" Ujar Andreas geram. Lalu melempar wajah Rayana kesamping dengan tangannya.
Kedua sisi pipi Rayana terlihat memerah karena cengkraman tangan Andreas. Wanita itu balas menatap Andreas dengan tajam. Begitupun dengan Andreas yang juga menatap Rayana dengan tajam.
"Hahahhahhhhhh. Aku berkhianat? Hahahhahhhhhhhh. Aku berkhianat?" Berulang kali kata-kata itu terus diucapkan oleh Rayana sambil tertawa terbahak-bahak.
Andreas pun merasa tidak habis pikir. Orang jahat seperti Rayana bisa mengalami gangguan Mental seperti ini.
"Tuan! Abi datang!" Lapor seorang pengawal yang berjaga di depan.
Andreas nampak terkejut. Namun juga senang. Tak disangka Abi akan datang secepat ini. Mereka pun mengambil posisi masing-masing untuk menyergap Abi.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya βΊοΈ