Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 47


__ADS_3

...🌺🌺🌺...


Anna yang melihat wajah Rayana, kepalanya mendadak sangat sakit. Kedua mata nampak memerah, tatapannya sayu dan mulai berkunang-kunang.


"Tuan!" Lirih Anna lemas.


Bruakkkkk!


Anna jatuh pingsan. Sementara, Andreas nampak panik dan dia segera meraih tubuh Anna.


"Anna! Kamu kenapa? Anna bangunlah!" Teriak Andreas panik dan cemas.


"Siapkan mobil. Kita pergi ke rumah sakit!" Titah Andreas. Bahkan, semua orang kini sudah mengelilingi Anna dan melupakan Rayana yang ingin melakukan aksi bunuh diri.


"Andreas! Jangan tinggalkan aku! Menikahlah bersamaku Andreas!" Teriak Rayana yang kini memanggil Andreas yang sudah menuruni anak tangga dan menggendong Tubuh Anna menuju mobil.


Andreas yang mendengar teriakan Rayana, tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan Rayana!" Jawab Andreas tanpa menoleh kebelakang. Lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju mobil. Bahkan, Rayana mendecah karena merasa kesal di acuh oleh Andreas seperti ini.


Diparkiran mobil. Andreas pergi bersama Sekertarisnya Ken. Sementara, anaknya di asuh oleh Bik Susi di rumah.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Membelah jalan yang nampak begitu ramai siang ini.

__ADS_1


"Cepat Ken." Perintah Andreas yang terlihat tidak sabaran.


"Jalan sedang padat tuan. Jika kita melaju dengan cepat, itu akan sangat membahayakan. Saya akan mencari jalan pintas!" Jawab Ken menjelaskan.


Andreas terlihat sangat khawatir. Bahkan pelukannya sangat erat dan enggan untuk melepaskan Anna begitu saja.


Semen itu. Dirumah Buk Santi nampak menghampiri Rayana dengan wajah penuh amarah.


"Heh wanita tidak tahu diri. Untuk apa lagi kamu datang kesini? Kamu sendiri yang meninggalkan Andreas. Lalu kenapa datang untuk meminta pernikahan lagi? Jangan bermimpi, karena Andreas sudah ada Anna dan Arsy. Itu sudah cukup membuat Andreas bahagia! Jadi sekarang pergi! Hus hus!" Ujar Buk Santi mengusir Rayana.


"Heh nenek tua yang sebentar lagu sudah bau tanah. Jangan berani menunjuk wajahku. Aku tidak akan berhenti. Bahkan aku akan merebut Andreas bagaimana pun caranya. Kalian akan menyesal karena sudah mengusirku!" Jawab Rayana marah.


"Cih. Pengawal! Usir dia!" Teriak Buk Santi memerintah pengawal dirumahnya. Dua orang pengawal datang dan menarik tangan Rayana keluar dari rumah.


Rayana membanting tangannya dan melepaskan tangan nya dari pegangan kedua pria itu.


"Lihat saja. Aku akan membuat perhitungan kepada kalian semua!" Geram Rayana sambil melenggang pergi meninggalkan rumah Andreas.


Di tempat lain. Anna terlihat sudah sadarkan diri dan diperiksa oleh Dokter di rumah sakit.


Andreas nampak cemas, namun Anna segera menggenggam tangan Andreas dan tersenyum kepadanya.


Andreas pun tersenyum tipis dan sedikit merasa tenang, "Bagaimana Dok?" Tanya Andreas setelah Dokter selesai memeriksa.

__ADS_1


Dokter itu tersenyum, "Selamat Pak. Nona Anna sudah kembali. Keadaannya jauh lebih baik sekarang. Dia pingsan hanya efek saja. Sekarang dia sudah bisa mengingat segalanya tentang Anda dan semua keluarga!" Jawab Dokter.


Andreas tersenyum bahagia, "Benarkah? Anna! Kamu sudah mengingatku?" Tanya Andreas antusias.


Anna mengangguk sebagai respon, "Tentu saja aku mengingatmu tuan. Aku sangat mengingatmu" jawab Anna yang balas tersenyum senang.


Ditengah rasa bahagia yang sulit di bendung, Andreas pun memeluk Anna dengan penuh kasih. Dia sangat bahagia saat ini. Ketakutannya kini sudah menghilang. Anna nya sudan kembali.


"Sayang! Panggil aku sayang! Jangan tuan lagi!" Perintah Andreas segera.


Wajah Anna nampak bersemu merah. Dia sangat malu mengatakan kata-kata itu.


"Tuan! A-aku...." Anna nampak tergugu. Bahkan kata-kata panggilan yang di perintah oleh Andreas tidak bisa keluar dari mulutnya. Kata tuan memang sudah melekat dan membuatnya terbiasa, bagaimana bisa dia memanggil Andreas dengan sebutan Sayang? Apalagi di depan seorang Dokter dan juga sekertaris suaminya itu.


"Aku mencintai mu Anna!" Ungkap Andreas segera. Anna sampai terkesiap dan mematung mendengar perkataan suaminya itu.


Selama ini, Anna selalu tersiksa oleh perasaannya sendiri. Mencintai sendiri membuatnya melepaskan Andreas. Namun apa sekarang? Andreas mengungkapkan perasaannya? Sungguh Anna merasa berada di dalam mimpi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2