
...💮💮💮...
"Abi! Kenapa kau menamparku?" Teriak Rayana yang juga marah kepada Abi yang tiba-tiba menamparnya setelah sampai ke apartemen.
Abi tampa ampun mencengkram erat dagu Rayana, hingga Rayana meringis menahan sakit, "Kau masih bertanya kenapa aku marah? Kamu memang J\@l@ng tidak tahu diri. Berapa kali aku katakan jangan melakukan sesuatu tanpa memberitahuku. Lihat kekacauan yang kamu perbuat? Apa kamu pikir Andreas akan diam saja setelah melihat Anna di culik? Apa kamu memikirkan semua itu? Seharusnya kamu sadar Rayana, dihati Andreas tidak ada lagi dirimu. Hanya ada Anna, ingat itu! Hanya ada Anna!" Ujar Abi kepada Rayana dengan gigi yang menggertak geram.
"A-a-Abi. Lepaskan, aku kesakitan!"
Abi pun membuang wajah Rayana dengan kasar, hingga wanita itu tersungkur ke lantai.
"Lupakan Andreas. Lupakan tentang perusahaan mereka. Aku sudah muak atas semua ini Rayana. Jangan pernah kamu pergi dari rumah ku tanpa ijin dariku lagi. Jika kamu berani pergi lagi, maka seluruh dunia akan tahu apa hubungan kita sekarang! Dan aku tidak akan tinggal diam Rayana. Hubungan ini akan aku pastikan, akan sampai di telinga Andreas. Aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan bahagia." Ancam Abi sekali lagi yang menunjuk wajah Rayana memberikan peringatan.
Setelah mengatakan itu. Abi pun pergi meninggalkan Rayana yang masih terduduk di lantai dengan wajah kesal.
"Tidak semudah itu Abi. Aku juga tidak akan tinggal diam saja melihat semua ini. Aku juga sudah muak atas hubungan kita. Tenang saja, aku akan segera mengakhiri hubungan kita segera mungkin." Gumam Rayana di dalam hatinya dengan seringai liciknya.
Sementara itu. Di rumah sakit, Anna sudah dipindahkan ke ruang rawat pasien. Semua keluarga sudah berkumpul di ruangan tersebut.
Sementara, Andreas nampak sibuk mengurus anaknya yang sejak tadi menangis karena lapar. Anna belum juga sadar dari pingsannya, sementara Arsy kelaparan karena belum di berikan asi oleh Anna.
Owekkkkkk owekkkkk. (Suara tangis Arsy)
__ADS_1
"Tuan! Apa perlu saya mencari susu formula ke toko saja? Kasihan Non Arsy kelaparan sejak tadi!" Ujar bik Susi.
"Jangan bik. Arsy alergi terhadap susu Formula, nanti dia akan sakit jika kita berikan susu Formula, kita tunggu Anna sadar saja. Dokter bilang, hanya beberapa jam lagi dia akan sadar!" Jawab Andreas.
Sudah semalaman ini, Andreas dan Bik Susi tidak tidur dan sibuk mengurus Arsy yang nampak menangis karena lapar. Andreas juga terlihat bingung, selama ini dia tidak pernah mengurus bayi, namun sekarang dia merasakan bagaimana susahnya mengurus bayi yang sedang rewel. Bahkan, dia tidak sempat untuk beranjak sedikitpun karena Arsy hanya ingin berada di dalam gendongannya.
"Merasakan mengurus seorang anak, membuatku berpikir, apa semua wanita mengalami ini dalam mengurus anaknya yang rewel?" Tanya Andreas yang nampak bergumam.
Bik Susi mendengarkannya walaupun terdengar samar, "Iya tuan. Semua wanita yang sudah bergelar sebagai seorang ibu, mereka merasakan semua ini dalam mengurus anaknya. Bahkan tidak tidur dan makan karena anak mereka yang sakit atau rewel." Jawab Bik Susi.
Andreas nampak berpikir, pernah sekali waktu itu Arsy sedang sakit dan Anna juga belum lama melahirkan dan masih dalam masa pemulihan, namun dia bukannya membantu Anna dan malah mengurusi Rayana dan pergi bersama Rayana. Memikirkan itu, Andreas pun merasa sangat bersalah. Arsy adalah anak mereka dan sudah sepantasnya dia pun juga ikut membantu. Tapi dia malah bersenang-senang bersama mantan istrinya.
"Maafkan aku Anna!" Gumam Andreas yang merasa bersalah.
Tok.
Tok.
Tok.
Bik Susi bangun dari duduknya dan beranjak menuju pintu.
"Dokter Wira!"
Andreas yang mendengar nama Wira di sebutkan segera berdiri dan menatap Wira dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"Maaf saya menggangu kalian. Saya mendengar bahwa Arsy menangis. Jadi saya membawakan susu ini untuknya. Saya pikir dia sedang lapar!" Ujar Dokter Wira.
"Tidak perlu!" Jawab Andreas ketus.
"Andreas! Jangan seperti itu. Anakmu sudah kelaparan sejak tadi. Apa kamu mau anakmu sakit?" Kini Buk Santi lah yang ambil bicara.
"Susu apa itu nak? Arsy Alergi terhadap susu Formula jadi kami tidak bisa memberikan sembarangan susu!" Jawab Buk Santi ramah kepada Wira.
"Iya buk. Saya tahu Arsy alergi terhadap susu Formula. Sebab itu saya mengambil stok Asi dari rumah sakit ini. Ini Asi asli dari seorang wanita, jadi jangan khawatir." Jawab Wira.
"Bik! Ambil saja! Arsy sudah sangat kelaparan." Titah buk Santi.
"Terimakasih banyak ya Dokter. Semoga kebaikan mu di balas oleh Allah" ujar Buk Santi lagi yang sangat senang ketika mendengar bahwa susu itu adalah susu Asi.
Dokter Wira mengangguk, lalu pergi setelah memberikan susu itu kepada bik Susi.
Andreas pun mau tidak mau menerima bantuan itu karena memang dia sedang membutuhkannya. Dan benar saja, Arsy benar-benar lapar hingga susu itu tak tersisa ia minum.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️