Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 48


__ADS_3

...🌾🌾🌾...


Andreas dan Anna sudah kembali kerumah mereka. Semua orang nampak menunggu kedatangan Andreas. Mereka sudah mendengar kabar bahwa ingatan Anna sudah kembali. Mereka merasa sangat senang dan ikut merasa bahagia. Sebab itulah mereka menunggu kedatangan Anna untuk menyambut kedatangan Nyonya dari rumah keluarga Edward.


"Anna! Anakku. Syukurlah. Kamu baik-baik saja" Buk Santi memeluk tubuh menantunya itu dan membawanya untuk duduk kursi.


"Mama! Papa! Aku ingat semuanya! Aku ingat semuanya dan siapa yang membuat aku sampai kehilangan ingatan!" Lirih Anna.


Semua orang nampak senang. Dan Andreas sudah lama menunggu saat ini, dimana dia akan membalaskan dendam kepada mereka yang membuat istrinya menderita.


Penculikan waktu itu. Sungguh membuat Andreas sangat takut. Dia sangat takut kehilangan Anna. Apalagi melihat bagaimana Anna melupakannya karena pengaruh obat yang diberikan kepada istrinya tersebut, membuat Andreas sangat geram untuk menghukum mereka lebih kejam lagi.


"Siapa Anna? Siapa yang menculik mu waktu itu, dan siapa yang memberikan obat penghilang ingatan itu?" Tanya Andreas cepat. Sungguh, dia tidak sabar menunggu hari ini, dia tidak akan mengampuni mereka begitu saja.


Anna terdiam beberapa saat. Melihat bagaimana Andreas menghawatirkan dia, membuatnya meneteskan air mata bahagia.


"Anna! Kenapa kamu menangis?" Tanya Andreas cemas. Dia segera duduk di dekat Istrinya itu dan mengusap air mata di pipi istrinya.

__ADS_1


"Tuan! Terimakasih. Terimakasih sudah mencintai aku. Aku juga mencintaimu!" Ujar Anna. Andreas tersenyum haru. akhirnya. Akhirnya dia mendengarkan isi hati Anna. Akhirnya dia mendengat pengakuan Anna bahwa Anna juga mencintainya. Andreas pun tidak bisa membendung kebahagiaan ini. Dia pun memeluk tubuh Anna dengan begitu eratnya. Keduanya nampak menangis bahagia. Begitupun dengan yang lainnya, yang juga ikut merasa terharu dan bahagia atas semua ini.


"Rayana! Rayana yang telah menculikku tuan. Dia bekerja sama dengan seorang pria. Tapi aku pernah melihatnya di acara pernikahan kita. Ya, dia sahabat mu. Dia sahabat mu yang sudah memberikan obat itu kepadaku!"


Andreas mendadak lemas. Wajahnya nampak syok. Mulutnya seolah terbungkam. Hatinya seakan ditikam oleh benda yang sangat tajam, hingga dia merasa sangat sesak dan juga hampir terasa mati.


"Apa?" Andreas melepaskan pelukannya dan dia nampak terkejut oleh penuturan Anna.


Rayana? Sahabat? Itu artinya Rayana bekerjasama dengan Abi? Tapi kenapa Abi?


Andreas pun nampak diam. Mencoba mencerna semua kejadian ini. Sementara, semua orang juga terlihat syok dan terkejut.


Wajah terkejut begitu nampak di wajah mereka masing-masing. Sementara, Andreas berdiri dengan tatapan kosong. Sungguh, pernyataan ini membuat Andreas hampir merasa tidak bernafas.


Anna melihat keterkejutan semua orang, "Maaf tuan! Apa kalian tidak mempercayai aku?" Tanya Anna ragu.


Buk Santi nampak memegang kedua tangan Anna, "Anna. Apa kamu yakin dengan apa yang kamu bicarakan? Jika itu ulah Rayana, kami tidak seterkejut ini. Tapi Abi? Untuk apa Abi melakukan ini?" Tanya Buk Santi.

__ADS_1


Anna nampak diam dan menatap ibu mertuanya, mencoba mengingat kembali apa yang di bicarakan oleh Abi sebelum menolong Rayana waktu itu.


"Waktu itu. Memang hanya Rayana yang menculik ku Ma. Tapi setelah Tuan datang membantu Dokter Wira, Rayana hampir melenyapkan aku, tapi seorang pria datang. Dia mengatakan kepada Rayana, Pergi atau mau masuk penjara. Setelah itu dia pergi setelah memberikan obat itu ke tanganku. Dia sangat mengkhawatirkan Rayana Ma. Dia menolong Rayana!" Jelas Anna.


Buk Santi nampak menghela nafas berat, lalu menatap Andreas, "Bagaimana ini Andreas?" Tanya Buk Santi kepada anaknya.


"Aku akan mencari Abi dan Rayana. Mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Abi juga mencuri uang perusahaan. Jadi, apa yang di katakan Anna mungkin saja benar. Aku akan menyelidikinya!" Jawab Andreas setelahnya. Anna nampak tersenyum, baru kali ini Andreas mau percaya atas segala ucapannya setelah selama bertahun-tahun, dia selalu saja di salahkan atas sesuatu yang tidak dia perbuat.


.


.


.


Bersambung.


Hai guys. Sebentar lagi, cerita ini akan segera tamat. Terimakasih banyak atas dukungannya. Semoga kalian sehat dimanapun berada.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2