Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 55


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Abi datang dengan sebuah mobil. Dia memegang sebuah rantai yang sengaja dia ikat ditangannya. Beberapa pengawal datang menghadang Abi. Perkelahian pun terjadi tak terelakkan.


Baku hantam pun terjadi di luar. Beberapa pengawal yang ditugaskan nampak kalah tak tersisa. Abi masuk kedalam ruangan. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat penampilan Rayana yang sudah tak beraturan. Bahkan, Rayana hanya tertawa melihat kedatangan Abi.


"Hei pria brengsek. Kamu datang untuk ku? Hahahhahh. Aku sudah tak percaya lagi. Jangan datangi aku!" Ujar Rayana sambil tertawa lepas.


Abi merasa sedih melihat keadaan Rayana. Apa yang di sampaikan seseorang yang tak di kenal melalui Emailnya ternyata benar. Dia melihat Rayana dengan raut wajah sedih. Tubuhnya terasa ingin ambruk, namun segera dia menghamburkan pelukannya kepada Rayana dan bertanya dengan nada khawatir.


"Rayana! Ini aku. Kamu melupakan aku? Aku Abi sayang. Kenapa kamu sampai seperti ini?" Tanya Abi khwatir.


"Ini semua karena kamu Abi!" Sebuah suara terdengar menyahut dari belakangnya. Ya, dialah Andreas.


"Andreas. Ternyata ini semua ulah kamu?" Tanya Abi geram. Dia berdiri dan beralih menghadap Ke arah Andreas.


"Kenapa kamu terkejut? Bukankah kita impas? Apa yang kamu lakukan kepada Anna, jauh lebih kejam dari ini! Sekarang, lihatlah wanita yang kamu cintai lebih sekarat dari yang kamu bayangkan." Jawab Andreas.


"Andreas!" Teriak Abi geram.


Bugh!


Abi terkejut. Dia merasakan sesuatu menancap di punggung belakangnya, tubuhnya terasa lemas seiring waktu berjalan. Dan akhirnya pandangannya menjadi gelap dan dia pun jatuh pingsan.


__ADS_1



Abi menyerjapkan matanya. Dia yang semula tidak sadarkan diri, kini terbangun di dalam jeruji besi.


Abi sangat terkejut ketika kesadarannya sudah pulih. Dia berteriak memanggil nama Andreas dan mengumpat sesuka hatinya.


"Andreas. Dimana kamu Brengsek? Tunjukan wajahmu bangsat!" Teriak Abi sambil mengamuk di dalam jeruji besi.


Tidak lama, Andreas pun datang dengan tatapan dingin. Wajahnya nampak sangat puas melihat Abi yang sudah berada di dalam penjara.


"Kenapa Abi? Nikmati saja hidupmu. Bukankah kamu sendiri yang ingin masuk kesini? Jadi nikmati saja!" Ujar Andreas dengan gayanya yang khas.


Ken nampak datang dengan meletakkan sebuah kursi di depan sel tahanan Abi. Andreas pun duduk dengan mengangkat sebelah kakinya ke atas lututnya.


"Kenapa? Kenapa kamu seperti ini? Bahkan, aku tidak mengenali dirimu lagi? Kenapa kamu sangat jahat? Kenapa kamu berkhianat?" Tanya Andreas yang terdengar beruntun. Wajahnya nampak setia menunggu jawaban dari Abi dan alasan di balik semua perlakuan jahatnya tersebut.


"Katakan Abi! Apa kamu masih tidak bersyukur? Aku menyelamatkan mu dan membersihkan namamu sebagai anak haram...."


"Cukup Andreas. Jangan kau sebutkan nama itu untukku!" Bentak Abi marah. Andreas hanya terkekeh mendengarnya.


"Lalu... Apa sebutan yang cocok untukmu yang hanya sebagai anak dari seorang wanita malam? Setelah namamu aku tinggikan, begini-kah balasan mu?"


Abi terdiam dengan wajah geram. Dia sangat frustasi memikirkan kehidupannya dimasalalu.


"Anak haram!" Lanjut Andreas dengan tatapan memancing.

__ADS_1


Abi mengangkat wajahnya yang sudah tersulut emosi, "Ini semua karena Rayana dan dirimu Andreas. Aku terjebak oleh cintaku kepada Rayana, tapi kamu selalu saja menjadi penghalang cinta kami!" Teriak Abi marah.


"Hahaha. Sejak kapan? Sejak kau merebut Rayana dariku? Setelah Rayana menyesali perbuatannya, kamu merasa marah dan kini kamu ingin melenyapkan aku agar Rayana tidak lagi mengejar ku? Begitu?" Tanya Andreas.


Abi menatap Andreas dengan raut wajah tajam, "Sekarang apa yang kamu dapatkan dengan merebut Rayana dariku? Semua yang kamu miliki sudah lenyap Abi. Kehormatan, jabatan, dan juga kekayaan. Kamu tahu, semua itu adalah pemberianku, jika kamu tidak menghargainya, maka jangan salahkan aku jika aku mengambilnya kembali. Aku curiga, jangan-jangan sejak awal kalian memang bersekongkol untuk menjebak ku? Aku curiga bahwa kamu yang telah membuat sandiwara itu berjalan lancar ketika aku sendiri tidak tau bagaimana Anna bisa hamil sedangkan aku tidak merasa menyentuhnya waktu itu" ujar Andreas menerka. Abi nampak menatap Andreas dengan wajah takut.


Andreas juga memindai setiap hal yang dia lihat dari perubahan wajah Abi, "Apa tebakan ku benar?" Tanya Andreas.


"Iya benar! Akulah orang yang sudah memanipulasi semua itu. Aku yang telah membuatmu bercerai dari Rayana. Aku juga yang telah menjebak Anna agar mau aku berikan sebuah sel induk dari mu. Rayana juga ikut dalam rencana ini. Kamu ingat? Ketika Rayana mengajakmu memeriksa kandungan waktu itu. Kamu juga ikut bukan? Kamu juga diperiksa dan di ambil sel ****** dengan alasan untuk diperiksa. Tapi kamu sangat naif dan bodoh. Kamu percaya kepada Rayana, dia menjebakmu dengan memberikan sel itu kepada Rahim Anna. Kalian memang tidak berhubungan karena aku juga yang telah membuat Anna berfantasi bahwa seseorang telah memperkosanya. Sekarang, kamu senang atas jawaban ku. Lepaskan aku, karena aku tidak memiliki rahasia apapun lagi." Ujar Abi panjang lebar.


Andreas mengepal kuat kedua tangannya dengan geram, "Abi!" Teriak Andreas marah. Dia hendak membuka sel dan ingin menghajar Abi dengan tangannya. Namun Ken melarangnya, dan menahan tubuh Andreas.


"Tuan! Jangan kotori tangan tuan hanya karena pria tidak tau diri ini. Kita serahkan kepada pihak berwajib yang menghukumnya!" Ujar Ken sambil menahan tubuh Andreas yang ingin menghajar Abi.


"Awas saja kamu Abi. Aku akan membuatmu menyesal" ujar Andreas menunjuk wajah Abi dengan geram.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2