
...🏵️🏵️🏵️...
Dibawah sinar rembulan malam. Andreas terlihat menatap langit dan menengadahkan kepalanya ke atas.
"Dimana kamu Anna?" Gumam Andreas sedih. Dia begitu mengkhawatirkan Anna. Pikirannya begitu gamang dan tidak menentu.
"Tuan! Ada yang melapor bahwa salah satu anak buah kita melihat Dokter Wira di sekitar sini!" Lapor Sekertaris Ken.
Andreas menatapnya dengan kening mengkerut, "Untuk apa dia kesini?" Tanya Andreas.
"Mungkinkah dia yang telah membawa Anna ku pergi? Tidak! Ini tidak boleh terjadi!" Lanjut Andreas lagi dengan raut wajah marah dan cemas.
"Ken! Cepat! Cari mobil mereka. Kalau perlu lacak keberadaan Wira melalui nomor mobilnya atau nomor teleponnya!" Perintah Andreas lagi.
"Baik tuan!" Jawab Ken mengiyakan.
Mobil mereka melaju meninggalkan tempat dan pergi kemana arah mobil Wira pergi sebelumnya. Sementara itu, Ken mengirim nomor plat mobil yang Wira bawa ke Tim Agen untuk melacaknya lebih lanjut.
Ken tahu bahwa Wira bukanlah orang sembarangan. Selain menjadi Dokter, Wira juga memiliki kekuasaan di bidang bisnis keluarganya. Sebab itulah dia berpikir bahwa Wira tidak akan menggunakan mobil sembarangan yang tidak memiliki jaringan GPS nya.
Setelah sesaat mobil mereka melaju. Ken mendapatkan jawaban atas perintahnya kepada tim Agen rahasia. Mereka mendapatkan lokasi mobil Wira.
Mereka juga curiga atas kedatangan Wira ke desa kecil ini. Bagaimana mungkin dia datang jika tidak menyangkut Anna. Apalagi, sebelumnya Anna dan Wira memang memiliki hubungan yang begitu dekat.
__ADS_1
"Awas kamu Wira. Jika benar Anna bersama mu, aku tidak akan mengampunimu!" Geram Andreas yang kini terlihat sangat marah.
Siapa lagi laki-laki yang bisa membuat Andreas merasa cemburu kepada Anna kalau bukan Wira. Laki-laki yang selama ini selalu mendekati istrinya walaupun sudah berulangkali dia peringati untuk menjauhi Anna.
Memikirkan itu. Andreas semakin kalut saja. Dia takut, dia sangat takut jika Anna pergi bersama Wira dan berniat meninggalkan dia dan Arsy.
"Dasar laki-laki licik. Aku tidak mengampuni kamu Wira. Anna adalah milikku dan selalu menjadi milikku."
Bik Susi mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Andreas dengan sangat jelas. Bibirnya mengulas senyum yang manis.
"Kamu salah tuan. Walaupun dokter Wira mengejar nona. Nona Anna hanya mencintaimu saja!" Batin bik Susi.
Walaupun kata-kata mengumpat dan pengakuan kepemilikan atas Anna sangat jarang terucap oleh Andreas, namun kini bik Susi sudah mengetahui dengan pasti bahwa tuannya mencintai Anna. Tentang masalah hati Anna, tentu saja Bik Susi juga sudah mengetahuinya sejak lama. Karena hanya dialah orang terdekat Anna yang mengetahui segalanya tentang Anna.
Mobil Wira berhasil mencegat mobil yang membawa Anna. Semua orang keluar dari dalam mobil terkecuali Anna dan Rayana.
Semua orang nampak berkelahi dan saling menyerang satu sama lain.
Rayana nampak sangat kesal, kenapa pelindung Anna begitu banyak? Tidak hanya Andreas yang sudah membuatnya kesal, kini ada orang baru lagi yang berniat membantu Anna dan menggagalkan Rencananya untuk melenyapkan Anna.
"Sial. Siapa lagi mereka!" Geram Rayana.
Sementara itu. Di mobil yang berbeda, Anna terus menatap keluar jendela mobil dengan wajah cemas, "Ya Allah! Dokter Wira!" Ujar Anna terkejut setelah melihat siapa yang telah datang untuknya.
__ADS_1
Ditengah rasa syukurnya atas kedatangan Dokter Wira untuk menolongnya, namun terbesit juga rasa penasarannya akan apa yang dilakukan dokter Wira di desanya.
Dia hanya bingung saja. Semua ini tidak bisa dia cerna dengan baik. Kedatangan Rayana yang tiba-tiba menculiknya padahal dia tidak membuat kesalahan lagi atau mencoba mendekati Andreas lagi, serta hadirnya Dokter Wira yang secara logika tidak akan mungkin tiba-tiba ada disini dan datang membantunya. Sudah Seperti seorang Hero penolong yang datang tanpa diminta. Seperti itulah Dokter Wira dimata Anna.
Baku hantam yang tak terelakkan, mengharuskan Dokter Wira juga ikut bertarung antara hidup dan mati.
Anna sesekali memekik takut ketika melihat salah seorang anak buah Rayana yang tiba-tiba mengayunkan senjata tajamnya ke arah lawan. Beruntungnya, pasukan Dokter Wira juga tidak kalah hebatnya. Mereka seperti perlawanan yang seimbang untuk ke empat pria bertubuh kekar itu.
Lama setelah perkelahian itu terjadi. Nampak anak buah Rayana mengalami kekalahan. Rayana sangat cemas dan ingin membawa Anna pergi.
Mobilnya yang berbeda dari Anna membuatnya menuruni mobil dan pergi ke mobil Anna. Namun, langkah kakinya tiba-tiba saja terhenti, kedua matanya melotot keluar dengan sempurna setelah melihat beberapa mobil kembali datang ke arah mereka.
"Andreas?" Gumamnya cemas.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1