
...🌿🌿🌿...
Pagi hari yang cerah. Semua orang nampak sedang tertidur di tempatnya masing-masing.
Anna nampak menggeliat sambil meregangkan seluruh otot tubuhnya yang terasa begitu kaku dan sakit.
Perlahan, dia membuka matanya dan menatap ruangan ini dengan wajah keheranan.
"Dimana aku?" Gumam Anna lirih dengan raut wajah bingung.
Andreas sempat terkejut ketika merasakan genggaman tangannya yang terlepas dari tangan Anna. Dia langsung bangun ketika menyadari bahwa Anna sudah lebih dulu bangun darinya.
"Anna! Kamu bangun?" Andreas nampak senang. Dia segera memencet tombol pemanggil Dokter yang ada di samping dekat dinding kasur Anna. Semua orang terbangun ketika mendengar suara Andreas.
Sementara, Anna nampak menatap semuanya dengan wajah bingung, "Kamu siapa?"
Deg!
Hati Andreas terasa mencetus dan terasa sangat sakit. Pertanyaan Anna barusan sudah menunjukkan bahwa Anna memang sudah melupakan segalanya tentang dia.
Didalam sedih, Andreas berusaha untuk tersenyum di depan Anna, "Anna! Saya Andreas. Suami kamu! Dan itu, adalah anakmu Arsy!" Ujar Andreas memperkenalkan diri sambil menunjuk ke arah Arsy yang masih tertidur.
__ADS_1
Anna nampak masih menatap bingung, "Aku sudah menikah? Dan punya anak?" Tanyanya dengan wajah bingung.
Andreas hanya mengangguk sebagai respon, nyatanya Anna semakin bertambah bingung. Bahkan dia tidak ingat apa-apa saat ini. Bahkan namanya saja dia tidak ingat, hal itu membuatnya merasa kesakitan.
Anna memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Sakit. Itulah yang dia rasakan.
"Anna. Kamu kenapa?" Tanya Andreas khawatir. Tidak lama, Dokter dan beberapa asisten perawat pun datang keruangan. Mereka segera memeriksa Anna dan memberikannya obat penenang.
Sesaat setelahnya. Anna kembali terlelap oleh obat penenang yang diberikan oleh Dokter.
"Sepertinya, nona Anna masih syok berat. Sebaiknya jangan terlalu memaksakan untuk mengingat apapun saat ini. Tunggu keadaannya stabil. Dia juga perlu waktu untuk mengenali setiap orang kembali!" Jelas Dokter.
Andreas menatap Anna dengan wajah sedih, "Lakukan yang terbaik Dokter. Kami tidak akan memaksanya" jawab Andreas lemas.
"Cepat atau lambat nona Anna akan mengingat kalian semua. Kami sudah menguji tes Laboratorium. Obat ini tidak akan mempengaruhi ingatan nona Anna jika Nona Anna masih memiliki ingatan kuat tentang orang terdekatnya. Jangan khawatir!" Setelah mengatakan itu Dokter pun pergi.
Sementara, Andreas merasa senang atas kabar bahagia ini. Itu artinya Anna akan mengingatnya kembali walaupun entah kapan akan datang waktunya. Setidaknya, dia masih memiliki harapan kepada Anna.
Sementara itu. Dirumah Abi. Rayana nampak memikirkan cara untuk bisa kabur dari apartemen tanpa ketahuan oleh Abi. Dia sudah sangat bosan di kurung seperti ini. Tubuhnya seakan sudah tidak tahan untuk berlama-lama disana.
"Pria itu bahkan tidak membiarkan aku untuk bernafas. Mana mungkin itu bisa dikatakan cinta? Itu pemaksaan!" Gerutunya sendiri yang merasa sangat kesal.
__ADS_1
Siang itu. Dia tidak melakukan apapun selain berdiam diri di dalam kamar sembari memikirkan cara untuk bisa kabur. Sepanjang hari dia habiskan untuk berpikir.
Kreekkkkk!
Pintu tiba-tiba saja terbuka. Abi terlihat masuk setelahnya dan langsung membanting tas kerjanya dengan marah.
"Sial! Omset penjualan bulan ini benar-benar hancur dan berantakan. Kalau seperti ini, aku bisa jatuh miskin!" Gerutunya kesal. Lalu menghempaskan tubuhnya ke atas kursi panjang yang ada disana.
Sementara, Rayana nampak menatap dari kejauhan dan dia langsung tersenyum licik.
Tidak lama setelah itu. Abi beranjak dan pergi ke dapur. Rayana nampak mengendap-endap memperhatikan Abi dan tanpa Abi sadari, dia pergi dari rumah, sebab pintu yang masih terbuka membuat aksinya menjadi sangat mudah untuk kabur.
"Selamat tinggal Abi!"
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️