Majikan Kejam Itu, Suamiku!

Majikan Kejam Itu, Suamiku!
Bab 46


__ADS_3

...🌾🌾🌾...


Hari pun berlalu begitu saja. Sudah satu minggu sejak kepulangan Anna dari rumah sakit.


Keadaan dirumah semakin membaik. Kasih sayang Andreas hanya tertuju kepada Anna dan Arsy. Tidak ada lagi pertengkaran, tidak ada lagi dendam. Yang ada hanya cinta dan kasih sayang yang tulus.


Anna. Walaupun dia tidak mengingat siapa Andreas. Namun, dia merasa senang ketika Andreas memperhatikannya dan memberikan perhatian penuh kepadanya. Entah sejak kapan itu terjadi, Anna merasa jantungnya selalu saja berdegup kencang ketika saling bertatapan dengan Andreas.


Suasana rumah begitu tenang dan damai. Baru kali ini Andreas merasakan ketenangan di dalam berumah tangga. Dulu, ketika dia masih menjadi suami Rayana, mereka sering bertengkar. Walaupun Andreas begitu mencintai Rayana waktu itu, tapi Rayana tidak pernah memberikan ketenangan dihatinya. Itulah perbedaan antara Rayana dan Anna. Kala bersama dengan Anna, Andreas merasa hatinya sepenuhnya milik Anna. Dia akan merasa damai jika bersama dengan Anna. Beban di hidupnya seolah sirna oleh senyuman yang diberikan oleh Anna kepadanya.


"Anna! Ini adalah foto pernikahan kita. Dulu, kita tidak saling mencintai. Tapi sekarang, aku sangat mencintaimu." Ujar Andreas sembari menunjukan album foto pernikahan yang sengaja dia simpan selama ini tanpa Anna ketahui.


Anna melihatnya. Wajah itu memanglah wajahnya. Dia tidak bisa memungkiri, hatinya tetaplah memikirkan Andreas.


"Lalu siapa ini? Kenapa dia menatap kita dengan tatapan tajam?" Tanya Anna sembari menunjuk seorang wanita yang tidak sengaja terekam oleh kamera foto.


Andreas menatap Anna, "Itu bukan siapa-siapa. Sudah. Sekarang ayo kita lihat Arsy dulu!" Andreas pun menutup buku album itu dan meletakkannya di atas meja. Lalu, Sebelah tangannya terulur dan memegang tangan Anna serta membawanya keluar dari kamarnya.


"Andreas!"

__ADS_1


Anna dan Andreas yang hendak pergi ke kamar Arsy nampak terkejut. Mereka secara bersamaan menoleh kebelakang.


Kening Anna pun terlihat mengkerut, "Diakan wanita yang ada di dalam foto itu?" Batin Anna.


"Rayana! Kamu sudah pulang dari rumah sakit?" Tanya Andreas dengan wajah bingung.


Rayana tanpa menjawab, dia pun segera menghamburkan pelukannya kepada Andreas, tanpa memperdulikan Anna yang ada di samping Andreas.


"Aku merindukan mu! Kenapa kamu tidak datang?"


Mendengar perkataan Wanita yang ada di depannya ini, Anna terlihat syok. Tangannya yang sejak tadi menggenggam tangan suaminya tiba-tiba saja terlepas begitu saja.


"Anna. Tunggu!" Teriak Andreas yang merasa bersalah.


"Lepaskan Rayana. Ada apa denganmu? Kenapa kamu kesini?" Andreas membanting tangan Rayana untuk segera melepaskan pelukannya.


"Andreas. Kenapa kamu berubah? Sebelumnya kamu sangat mencintai aku. Kamu juga melupakan janjimu kepadaku. Apa kamu lupa, kamu sudah mengajakku untuk kembali kepadamu? Apa kamu lupa kamu berjanji akan meninggalkan Anna demi aku?" Ujar Rayana dengan segala tuntutannya kepada Andreas.


"Iya. Aku masih ingat Rayana. Tapi aku menyadari bahwa aku tidak mencintaimu lagi. Hanya Anna yang aku cintai. Jadi tolong lupakan aku dan tinggalkan aku saja. Cari kehidupan mu sendiri dan jangan ganggu aku lagi!" Jawab Andreas marah dengan menangkup kedua tangannya kedepan, memohon agar Rayana mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


Kedua mata Rayana memerah, "Jika kamu tidak menikahi aku. Aku akan bunuh diri!" Ancam Rayana dengan mengeluarkan pisau kecil dan siap menyayat nadi tangannya.


"Rayana! Jangan bodoh!" Teriak Andreas panik.


"Aku sudah bodoh Andreas. Aku terlalu bodoh mempercayai segala ucapan mu. Sekarang, kamu ingin meninggalkan aku. Apa gunakan aku untuk hidup?" Jawab Rayana dengan tangis yang sudah membasahi wajahnya.


Andreas merasa kalap. Dia panik dan berusaha menenangkan Rayana, "Tolong jangan katakan itu Rayana. Tenang lah, kita bisa berbicara dengan baik-baik!" Ujar Andreas lagi yang kini mencoba menenangkan Rayana.


Semua orang mendengar pertengkaran itu. Dan pergi menuju arah suara. Termasuk Anna yang kini juga datang setelah mendengar keributan di luar kamar.


Semua orang nampak terkejut melihat aksi nekad Rayana. Sementara Andreas, berusaha menenangkan Rayana agar tidak melakukan aksi bodohnya untuk bunuh diri.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2