MANTAN YANG TIDAK TERLUPAKAN

MANTAN YANG TIDAK TERLUPAKAN
LISA HAMIL


__ADS_3

Setiap Hari sabtu Al suami Lisa pulang ke Bandung. Perjalanan Jakarta Bandung hanya butuh waktu dua jam dengan kereta. Turun dari kereta Al membeli singkong keju pesanan Lisa. Dengan ojek online Al menuju rumahnya di daerah Setia Budi Bandung. Al yang kaku,pendiam,setia kawan dan baik hati. Membuat Lisa menerima pinangan Al. Walau sebenarnya hatinya belum bisa move on dari Reno. Tidak pernah ada kata I love you, kiriman bunga atau kecupan sayang. Yang diberikan Al untuknya. Tapi Lisa bisa merasakan Al mencintainya.


Lisa mendengar suara pintu gerbangnya terbuka. Di bukanya pintu ruang tamu.Ternyata benar yang membuka pintu gerbang rumahnya Al. Lisa tersenyum dan berjalan menghampiri Al. Al menutup kembali pintu gerbang. Lisa mencium tangan Al, dan membawa pesanannya.


" Tumben. Pengen singkong keju?." Sambil menatap Lisa. Lisa tidak menjawab pertanyaan Al. Mulutnya sudah tidak tahan untuk makan singkong keju.


" Ayo masuk ." Dengan manja Lisa menggandeng tangan Al. Al hanya tersenyum.


Buru - buru Lisa membuka dus singkong keju. Ketika akan memasukkan singkong keju ke mulutnya. Lisa baru sadar belum memberikan teh hangat pada Al. Melihat tingkah laku istrinya Al semakin bingung.


" Katanya mau makan singkong keju. kenapa pergi ke dapur? " Al berbicara pada dirinya.


Lisa membawakan teko keramik dan dua cangkir gelas. Al hanya duduk di sofa kursi tamu. Melihat tingkah aneh istrinya.


" Ayo Al, kita makan singkong kejunya." Ajak Lisa. Al tersenyum dan memakan singkong keju bersama istrinya. Lisa memakan singkong keju dengan lahapnya. Al semakin kebingungan.


" Al,makannya dua potong saja. Yang enam potong buat saya." Lisa memindahkan singkong keju ke piring kecil untuk Al, dan memberikannya pada Al. Sedang Lisa memegang dus singkong. Al hanya menuruti kemauan istrinya.


" Hari ini kamu masak apa? . Tanya Al pada Lisa. Dengan perasaan tanpa dosa Lisa menjawab.


" Malas masak apalagi kalau mencium bawang putih, pengen muntah." Tanpa berhenti Lisa mengunyah singkong keju. Al terdiam di perhatikan istrinya. Yang masih sibuk makan singkong keju.


" Apa Lisa hamil ? ." Sambil berpikir Al memperhatikan istrinya.


" Udah berapa lama malas makannya ? " Tanya Al penasaran. Lisa terdiam sepertinya sedang berpikir.


" Sekitar dua mingguan " Setelah itu meneguk teh manis. Mata Lisa menatap singkong keju di piring Al. Di berikan piring berisi singkong keju pada Lisa.


" Kalau masih lapar habiskan singkong kejunya." Kata Al .Lisa tersenyum bahagia.


" Saya mandi dulu, gerah ." Kata Al sambil berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai menghabiskan singkong keju. Lisa masuk kedalam kamarnya ,menyiapkan kaos oblong dan celana jean warna biru tua untuk Al. Melihat Badan Al yang atletis dan wangi sabun mandi. Membuat Lisa ingin memeluk Al. Al kaget dengan pelukan Lisa yang tiba- tiba. Entah kenapa Al membalas pelukan Lisa dengan sayang.Awal pernikahan Al sangat risih kalau Lisa peluk atau menggandeng tangannya.Meksipun sudah berapakali Al katakan pada Lisa.untuk jangan menyentuhnya atau bermesraan.Lisa dengan masa bodoh tetep manja,memeluknya dan sering menciumnya.Tapi hati kecilnya sejujurnya Al sangat menyukainya.Karena Al tidak bisa melakukan itu pada Lisa.Semua yang di lakukan Lisa membuatnya ke canduan.Kalau sehari saja Lisa tidak bucin.Al pasti marah - marah.Sering ke marahan yang menurut Lisa tanpa sebab itu menyakiti hatinya.Pernikahan hanya kenal 2 bulan memutuskan menikah.Sedangkan karakter pasangan belum tahu.Jadinya sering salah paham dan berantem.


Al merasakan ada magnet yang membuatnya ingin selalu bersama istrinya. Dibiarkan Lisa memeluk dirinya dengan erat. Ketika Lisa akan melepaskan pelukannya. Al memeluk Lisa dengan erat.


" Jangan di lepas dulu.Saya masih kangen sama kamu." Di ciumnya kening Lisa dengan sayang. Setelah itu di lepas pelukannya. Lisa merasa ada getaran yang tidak bisa di gambarkan. Dan Lisa terpaku saat Al mencium keningnya. Biasanya Al tidak pernah meresponnya. Perasaannya bahagia dan nyaman.

__ADS_1


" Buatkan saya mie rebus tambah baso ,ya." Kata Al pada Lisa.


" Okey." Lisa pergi meninggalkan Al. Lisa menyiapkan mangkok , mie instan, baso dan sayur sawi. Baru membuka bumbu mie untuk di masukkan ke dalam mangkok. Lisa merasa mual. Akhirnya Lisa duduk di kursi meja makan.


Lisa termenung.


" Apa seperti ini tanda - tanda orang ngidam? Malam ini saya akan berterus terang soal ke hamilan nya pada Al."


" Mana mie nya ?. Saya sudah lapar." Tanya Al pada Lisa. Lisa menatap Al butiran bening mulai keluar dari matanya. Al kaget melihat Lisa menangis.


" Kamu kenapa ?." Tanya Al cemas.


" Maaf ya, waktu saya buka bumbu mie mulut saya langsung mual. Kepala saya pusing. Emang orang ngidam seperti ini , ya?". Tanya Lisa pada Al.Dengan muka tanpa dosa.


" Coba tadi kamu ulangi lagi. orang ngidam kamu hamil ?." Tanya Al dengan mata berbinar.


Dengan polosnya Lisa berkata.


" Saya udah cek ternyata ada dua garis biru. Itukan tandanya hamil." Al mencium kening dan perut Lisa.


" Alhamdulillah,akhirnya kita jadi mama papa." Al dan Lisa tersenyum bahagia. Mereka berpelukkan. Di dalam hati Lisa berbisik.


Malam ini Al seperti tidak ingin berpisah dari Lisa. Tidurpun Al memeluk Lisa sampai Lisa merasa badannya pegal. Ketika Al tertidur pulas . Lisa mulai melepaskan pelukan Al pelan - pelan.Getaran suara hp di atas meja rias membuat Lisa kaget. Terlihat dari layar nama Reno. Dek jantung Lisa serasa akan berhenti. Lisa mengangkat hpnya dan pergi ke halaman belakang rumahnya.


" Ada apa Reno? ."Tanya Lisa gugup .


"Bisa kita bertemu besok ?." Tanya Reno.


" Ngga bisa. Mungkin hari selasa kita bisa bertemu." Jawab Lisa sambil mengingat jadwal suaminya. Al setiap senin pagi kembali pergi ke jakarta.


" Okey. Nanti saya hubungi kamu lagi." Reno menutup hpnya.


Dada Lisa semakin tidak menentu. Dengan gerak cepat Lisa mengunci kembali pintu belakang rumahnya. Mematikan lampu dapur. Ketika masuk kamar Lisa melihat Al yang terbangun.


" Kamu dari mana? ." Al bertanya dengan suara sedikit serak.


" Kamar mandi ." Lisa berjalan menuju ranjang dan tidur menghadapkan mukanya ke muka Al. Al tersenyum dan memeluknya. Lisa pejamkan matanya mencoba untuk tidur.

__ADS_1


Di peluknya Al dengan erat. Al memeluk Lisa lebih erat lagi. Dalam hati Lisa berbisik.


"Maafkan saya Al. Semua akan baik- baik saja. Saya akan terus mencoba hanya ada kamu di hati saya."


Al yang dingin bagai es balok mulai mencair. Sedikit demi sedikit Al memberikan perhatian pada Lisa. Hati Lisa mulai nyaman, Al tidak seperti Reno. Reno Yang memberikan nama panggilan sayang untuknya. Reno yang setiap cemburu mengatakannya dengan lantang. Kalau senang tanpa malu mengecup kening Lisa, di manapun berada. Reno itu bucin banget.


Hari minggu Lisa dan Al pergunakan untuk berjalan - jalan. Pagi ini mereka berencana pergi ke Puncrut, salah satu tempat wisata di Bandung. Sambil berjalan - jalan Lisa membeli beberapa sayuran dan beras merah. Setelah itu mereka makan lesehan, dan yang membuat Al bahagia Lisa bisa makan banyak.


Mereka memakan nasi merah ,pepes ikan peda merah, pepes jamur, perkedel jagung, sambel terasi ,lalapan mentah.


Al bertanya pada Lisa, " Ngga mual ?."


" Selama tidak tercium aroma bawang putih. saya bisa makan." Kata Lisa sambil tersenyum manis. Al hanya tersenyum.


" Makan yang banyak. kalau bisa beli masakan yang sudah jadi. Di rumah tinggal di panaskan." Saran Al pada Lisa, Lisa mengaggukan kepalanya bertanda setuju.


"Mau kemana? . Jangan pergi dulu masih mau nambah." Kata Lisa sambil memegang kaki Al.


" Lepasin,malu di lihat orang. Saya mau pesan makanan buat di rumah. Kamu mau pesan apa lagi ?." Kata Al sambil mencoba melepaskan tangan Lisa di kakinya. Lisa tertawa malu.


Al sebenarnya selalu gemas melihat tingkah laku Lisa. Apalagi Lisa sekarang semakin manja. Hanya saja Al tidak terbiasa memperlihatkan apa yang di rasakan nya. Al menunggu Lisa selesai makan. Lisa memesan asin cumi mercon. Sebenarnya Al tidak mengijinkan Lisa memakan makanan pedas. Tapi Lisa memaksa, Al mengalah yang di pikirannya Lisa harus makan banyak dulu. Lisa membersihkan tangannya dengan air, setelah itu dengan tisu basah. Mereka membayar pesanannya. Sambil bergandeng tangan Lisa


berkata.


" Kita sudah makan kenyang di atas tadi. Sekarang turun ke bawah , sampai rumah pasti saya lapar lagi." Kata Lisa sambil mengelus perutnya, Al tertawa.


" kalau kamu lapar ya makan. Siapa lagi yang melarang."


Lisa tersenyum. " kalau saya gendut ngga cantik lagi. Gimana ?." Tanya Lisa manja pada Al.


" S udah jangan banyak pikiran. Nanti kalau kamu sudah melahirkan bisa ramping lagi." Kata Al sambil menggenggam erat tangan Lisa.


Lisa berdoa dalam hatinya. " Yaa, Alloh jangan balikkan lagi Al yang kaku,dingin kaya es lagi. Saya ingin Al seperti ini selamanya.Kalau bisa lebih baik dari ini."


Akhirnya mereka sampai juga di tempat parkir motor. Sebenarnya Al mampu membeli mobil . Tapi Al lebih senang menabung uangnya untuk masa tuanya. Al bercita - cita mempunyai kontrakan, rumah yang lebih besar dan kos - kosan. Sampai juga mereka di rumah. Dua hari ini Lisa merasa lebih bahagia dari hari - hari sebelumnya.


Besok kita teruskan lagi ceritanya.Terus kepo in ceritaku.ini belum seberapa.Lanjutannya pasti bikin penasaran terus.

__ADS_1


😘😘😘😘😘


Jangan lupa vote and komennya.


__ADS_2