
Malam ini ,sambil menatap langit yang bertaburan bintang.Al dan Lisa duduk berdua di teras belakang rumahnya.
"Kamu di rumah harus bisa jaga diri. Jangan Lupa makan, kalau saya sudah dapat rumah kontrakan atau apartemen. Kamu pindah ke Jakarta. Rumah kita yang di Bandung di kontrakan." Rencana Al pada Lisa.
" Iya, kalau saya kangen kamu gimana?." Tanya Lisa manja.
" kamu telepon, saya langsung ke Bandung." Kata Al sambil tersenyum. Lisa menyandarkan kepalanya di bahu Al.
" Besok pagi saya sudah harus ke jakarta. Doakan semoga kita bisa cepat berkumpul. Kalau satu rumah dengan Eko yang belum menikah. Saya tidak tega." Kata Al sambil tersenyum penuh arti. Dan Lisa mengerti maksud Al. Akhirnya mereka tertawa bahagia.
Al mengontrak satu rumah dengan sahabatnya Eko. Untuk memperkecil pengeluaran keuangannya.
Ke hamilan Lisa membawa pengaruh yang baik antara Lisa dan Al. Rumah tangga yang biasa dingin mulai ada titik terang.
Sebenarnya Al bingung dengan dirinya. Kenapa sekarang Al bisa memperlihatkan kehangatan dan perhatian pada Lisa. Kalau ingat dulu , dirinya memperlakukan Lisa sangat dingin dan kaku.Tapi Al sangat cinta mati pada Lisa.
Mereka bertemu ketika Lisa job traning di hotel tempat Al berkerja. Lisa yang berbakat dapam membuat kue dan menghias kue ulang tahun atau pengantin.Membuat Al tertarik dan mulai mencari info tentang Lisa.Lisa anak ke 2 dari 2 bersudara.Kakaknya seorang polisi.Orang tua Lisa mempunyai usaha garmen.Keluarga Lisa bisa di sebut keluarga bahagia.Al langsung menyukai keluarga Lisa yang harmonis.
Al yang ganteng,pinter dingin dan kaku.Membuat para hawa penasaran.Tapi sayang tidak ada satupun yang membuat Al suka.Karena Al tidak suka perempuan genit.
Pertama melihat Lisa Al langsung tertarik. Lisa yang supel, periang dan perhatian membuat Al jatuh cinta.Tapi di hadapan Lisa, Al seperti tidak ada rasa Cinta. Itu yang membuat Lisa bingung, kalau Al tahu ada yang suka pada Lisa. Tidak segan - segan Al akan memukuli laki - laki yang mendekati Lisa
Ketika Lisa sakit tipus Al dan sahabatnya Eko, menengoknya di tempat kos Lisa.
Di saat Lisa yang terbaring lemah.Al melamar Lisa dan yang menjadi saksinya adalah Eko.Al yang kaku ,ketika mengungkapkan hatinya untuk melamar Lisa.Membuat Lisa menahan tawanya.Lisa pada waktu itu hanya bisa tersenyum.Al dengan lantang mengatakan.
" Saya bukan penyair jadi melamar kamu untuk menjadi istri saya.Hanya bisa berkata.Saya akan selalu ada bersamamu dalam susah dan senang."
Lisa Senyum itu bukan perkataan bersedia aku terima kamu jadi suamiku. Melainkan kelucuan Al untuk menghibur dirinya yang sakit.Ternyata Al bisa juga bercanda.Itu yang di pikirkan Lisa pada waktu itu.
Ternyata Al tidak bercanda.Setelah 2 minggu tidak masuk PKL.Al berkata pada Lisa ketika mereka satu shif kerja pagi.Pada waktu itu Lisa sedang makan siang bersama teman - teman PKL nya.Al datang bersama Eko.Menghampiri Lisa dan sahabat Lisa yang bernama Nita.Mereka duduk berhadapan.Al berkata tanpa basa - basi.
"Lisa,nanti malam saya dan keluarga akan menentukam tanggal pernikahan kita.jadi kamu bersiap - siap,yaa."
Seperti di sambar geledek.Lisa langsung jadi patung yang tidak bernyawa.Al dan Eko langsung pergi meninggalkan Lisa yang menjadi patung cantik.Sedangkan sahabatnya Nita hanya bisa terpaku.
Lisa langsung menghubungi ibunya.Ibu Lisa menyambut kabar gembira dengan berucap syukur pada Alloh.Dan ketika Lisa berkata
"Bunda saya di lamarnya nanti malam
dan saya tidak tahu berapa orang yang akan datang ke rumah."
Ke panikan mulai muncul.Bunda langsung berteriak di ponsel.
"Alisya,kamu lagi ngga bercanda sama bunda kan?."
__ADS_1
Dengan perasaan takut Lisa berkata.
"Ngga bun,maafin Lisa yaa.Apa kita batalkan saja?."
Terdengar suara bundanyang berteriak.
" Lisaaaaaaa !!!!"
Lisa menutup ponselnya.Maju bingung mundur takut jadi omongan orang.Lisa benar - benar bingung.
Akhirnya lamaran berjalan menurut rencana bunda.Mata Al yang berbinar kebahagiaan.Sedangkan Lisa masih dengan ke bingungannya.Tapi Lisa harus mulai berhenti berharap pada Reno. Lisa sadar siapa dirinya.Sedangkan Reno Anak pengusaha yang sukses .
Lisa mulai membuka hatinya untuk Al. Perkenalan Mereka yang hanya 2 bulan . Membuat Awal pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Tapi Lisa selalu memakluminya. Karena Al pernah berkata padanya.
" Saya orangnya kaku, dingin dan tidak bisa mengekpresikan yang saya rasa dengan perilaku. Tapi kamu harus tahu bahwa saya akan menjaga kamu dengan baik."
Malam ini dan kemarin adalah malam yang terindah buat mereka. Sering mereka tidur saling membelakangi, atau Al yang tertidur
pulas di ruang tv. Membuat Lisa kesal,dan berpikir bahwa menikah dengan Al adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
Tapi ketika mulai berhubungan suami istri. Perubahan - perubahan Al padanya mulai berbeda. Di tambah kehamilan Lisa yang membuat Al bahagia. Hati Lisa mulai menerima Al.
Adzan subuh membangunkan Al yang tertidur lelap. Rasanya tidak tega meninggalkan Lisa sendirian di Bandung. Di lepaskan pelukannya dari Lisa. Al duduk di samping ranjang. Memperhatikan Lisa yang masih tertidur pulas.Ternyata Lisa terlihat lebih cantik tanpa polesan, Al tersenyum sendiri. Al yang bisa salah tingkah di hadapan Lisa. Sekarang masa itu telah lewat, Lisa miliknya untuk selamanya.
" Lis, bangun kita sholat subuh berjama'ah." Di belainya rambut panjang hitam Lisa oleh Al.
" Lis , saya harus balik ke Jakarta. Ayo bangun !." Al berusaha membangunkan Lisa.
Akhirnya Lisa membuka matanya.
" Gendong." kata Lisa manja. Al tertawa di gendongnya Lisa sampai depan kamar mandi.
"kamu duluan yang wudhu." Lisa masuk kamar mandi sambil tersenyum menggoda.
Al yang melihat tingkah laku istrinya hanya tertawa. Setelah bergantian berwudhu mereka melakukan sholat subuh bersama.
Lisa menyiapkan sarapan pagi di bantu Al. Sarapan hari ini roti coklat dan kopi pahit kesukaan Al. Mereka hanya saling menatap, dan tangan Al menggenggam tangan Lisa dengan erat. Bunyi kelakson motor online membuat Lisa kesal, dan Al bisa merasakan kekesalan Lisa,karena Al merasakan hal yang sama dengan Lisa.
" Sabar ya, secepatnya kita bersama lagi. Apa Al hubungi bunda untuk menemani kamu."
Al memberi saran pada Lisa.
" Ngga usah , saya bisa jaga diri." Lisa menolak saran Al dengan halus. Mereka keluar rumah bersama. Di peluknya Lisa dengan erat .Lisa membalas pelukan Al dengan lembut. Al melepas Lisa dengan berat hati.
" Hati - hati di jalan ya ." Lisa melambaikan tangannya. Al membalas lambaian Lisa dan tersenyum. Lisa masuk ke dalam rumah.
Sepertinya Lisa tidak sadar kalau Reno melihat ke bersamaan Lisa dan Al. Ada senyum sinis di bibir tipis Reno. Lebih tepatnya Reno cemburu. Setelah melihat suasana komplek yang mulai sepi. Reno keluar dari mobilnya. Menuju Rumah Lisa.
__ADS_1
Lisa yang sedang menyiram bunga di halaman belakang terdiam sesaat. Lisa mendengar seseorang membuka gerbang rumahnya.Siapa yang bertamu pagi - pagi ?. Lisa mematikan kran dan bergegas ke ruang tamu. Lisa intip di balik tirai jendela ruang tamu . Alangkah terkejutnya Lisa melihat Reno berada di halaman rumahnya. Reno sedang memperhatikan bunga - bunga yang di tanam Lisa. Sebelum Reno masuk rumahnya. Lisa keluar dari pintu ruang tamu. Reno kaget saat Lisa membuka pintu.
" Pagi cantik, udah sarapan belum?." Tanya Reno pada Lisa dengan suara lembut.
" Udah deh, jangan basa - basi . Saya sudah bilang kita ketemunya hari selasa." kata Lisa emosi. Reno menatap Lisa dengan kesal.
" Ngga Ada waktu lagi. kita harus bicara sekarang." Kata Reno dengan nada memaksa.
" Okey, kamu tunggu di mobil. Kirim pesan kita ketemu di mana?." kata Lisa dengan nada rendah, padahal hatinya sudah ketakutan. Lisa menatap Reno dengan tajam. Reno mengalah dan keluar dari halaman rumah Lisa dengan kesal. Lisa menatap Reno sampai masuk mobilnya. Setelah itu Lisa masuk ke rumah untuk berganti pakaian. Hp Lisa bergetar ada WA dari Reno.
Lisa
Saya tunggu di cafe Bali
Setelah selesai memoles lipstik di bibirnya. Lisa keluar rumah dengan motor maticnya. Ternyata Mobil Reno sudah tidak ada. Perjalanan ke cafe Bali hanya membutuhkan waktu dua puluh menit. Di lihatnya mobil sport milik Reno telah parkir di depan cafe. Lisa mulai menguatkan hatinya. Dan berdoa
" Yaa Alloh semoga ini jalan yang terbaik." Lisa melangkahkan kakinya dengan tangan gemetar. Reno memilih meja dekat aquarium ikan badut yang berwarna warni. Lisa merasakan suasana mulai tegang. Di tariknya kursi oleh Reno. Lisa duduk berhadapan dengan Reno.
Reno menatap tajam mata Lisa. Ada amarah, cemburu, kerinduan yang Lisa lihat di mata Reno.
Pelayan cafe datang membawa bubur ayam spesial yang di berikan pada Reno, dan susu coklat panas berserta roti keju kesukaan Lisa. Lisa membiarkan Reno menghabiskan bubur ayam. Sesekali Lisa meminum susu coklat panasnya. Setelah selesai sarapan, Reno memulai percakapan.Tanpa basa basi.
" Waktu SMU dulu kenapa kamu memutuskan saya?. Padahal kita tidak ada masalah apa - apa. Setiap saya minta penjelasan kamu menghindar. Sampai saya pindah sekolah ke Singapura.Karena saya tidak bisa move on dari kamu. Kamu cinta pertama dan terakhir buat saya." Dengan berat hati Lisa mengeluarkan isi hatinya. Yang selama ini Lisa pendam sendiri.
" Kamu harus berjanji untuk menerima segala keputusan saya" Reno menatap mata Lisa dengan lembut. Dan mengaggukkan kepalanya. Dengan suara gemetar Lisa mulai menjelaskan keputusannya untuk berpisah dengan Reno.
" Sebenarnya ini sudah bukan jaman Siti Nurbaya lagi. Tapi ibu kamu datang ke sekolahan. Waktu itu kamu tidak masuk sekolah . Karena sakit demam berdarah. Dia memberikan cek kosong, untuk saya isi sendiri asal saya memutuskan kamu. Ibu kamu bilang saya tidak selevel dengan kamu. Dan ibu kamu sudah menjodohkan kamu dengan teman bisnisnya di Singapura." Lisa menahan agar butiran putih tidak keluar dari sudut matanya. Reno memegang kedua tangan Lisa yang gemetar. Lalu melanjutkan perkataannya.
" Reno , waktu itu saya berpikir surga di telapak kaki ibu. Saya tidak mau kamu menjadi anak durhaka pada ibumu. Dan saya menyadari siapa saya. Cinta saya tidak bisa padam sampai sekarang . Tapi saya telah mencoba menerima cinta dari laki -laki lain. Dan saya mulai bahagia dengannya. Kita sama - sama dari keluarga sederhana. Dan mimpi kita hanya ingin bahagia sampai tua."
Di lepaskan nya genggaman tangan Reno. Dan mengeluarkan amplop yang berisi cek. Reno hanya bisa membisu. Saat Lisa akan meninggalkan Reno. Reno menarik tangan Lisa, yang membuat Lisa terduduk kembali.
" Kamu harus bercerai. Karena kamu tidak akan bahagia dengannya. Setelah urusan kamu selesai kita menikah. Saya menerima kamu apa adanya."Reno menatap mata Lisa dengan tajam.
" Sudah terlambat saya sekarang sudah hamil." kata Lisa pelan .Reno tertawa keras sampai pengunjung di cafe melihat kami. Mata Reno berkaca - kaca.
" Saya akan menerima dia menjadi anak saya."
kata Reno .Lisa menggelengkan kepalanya.
" Kita tidak berjodoh. Terimalah dengan lapang dada. Dan mulai sekarang jangan kamu ganggu hidup saya lagi." Lisa pergi meninggalkan Reno dengan hati yang hancur. Tapi ini adalah pilihannya. Dan Lisa yakin Al bisa membahagiakannya.
Sedangkan Reno memandang amplop yang berisi cek. Dan memasukkan amplop ke dalam saku kemejanya. Ada marah, benci , muak pada ibunya. Yang telah memisahkan dirinya dari Lisa.
Ternyata Reno semakin terluka dengan pengakuan Lisa.
Mulai rame nih,Cinta segitiga mereka.
__ADS_1
"Jangan Lupa vote nya. Saya tunggu,yaaa😀😀😀 "