
Pulang kerja bareng Eko sahabat Kuliahnya adalah hal biasa. Dua orang yang berbeda karakter. Eko yang konyol,supel dan romantis. Sedangkan Al kebalikan dari Eko. Malam ini mereka memutuskan makan malam memesan sate ayam. Sambil menunggu sate matang. Al bercerita untuk pindah dari kontrakan.
" Gue mau pindah kontrakan.Kasian Lisa di Bandung sendiri. Apalagi sekarang Lisa lagi hamil muda." Mendengar Lisa hamil Eko langsung tersenyum.
" Lo mau pindah kontrakan kemana?. Baik Kan gue yang keluar dari kontrakan. Biar lo ngga ke jauhan dari tempat kerja.Kedepannya kalau Lisa melahirkan. Lo bisa cepat antar Lisa ke rumah sakit bersalin. Gue ngga percaya ternyata ice man bisa juga punya anak ha...ha." Al yang mendengar ledakkan Eko hanya tersenyum.
" Sekarang Ice Man nya sudah mencair." Kata Al sambil tertawa.
Pesanan sate telah datang mereka memakan sate dengan lahapnya. Eko mulai menghayal.
" Bro, entar lo enak ada yang ngurusin. Sepertinya gue harus cepat cari istri. Gue lihat sekarang badan lo berisi. Enak ya menikah ?." Al tertawa.
" Rahasia, biar lo penasaran." Mereka tertawa bersama.
Sebenarnya Al tidak tega melihat Eko kos.Tapi mau gimana lagi ,kalau beda shif kerja bisa jadi fitnah. Apa lagi dulu Eko suka sama Lisa.
"Lo mau kos di mana?"
Dengan entengnya Eko menjawab.
" Masih dekat kontrakan rumah kita yang sekarang. Gue pernah lihat ada kos an yang kosong." Al menatap Eko. Ada perasaan tidak enak di hatinya. Sepertinya Eko tahu jalan pikiran Al.
" Udahlah gue ngga apa - apa. Kos an dekat entar gue sering minta makan ama Lisa."
Mereka tertawa bersama. Dasar Eko tahu aja untuk menghilangkan kebekuan menjadi cair.
Eko mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar sate pesanannya.
" Gue yang bayar. Duit lo di tabung buat lahiran anak lo." Al terkekeh.
" Terserah lo. Cabut yuk."
Mereka pulang ke rumah kontrakan.Perut sudah kenyang, waktunya tidur.
Baru kali ini Lisa merasakan ke sepi an. Duduk sendiri di teras belakang rumahnya. Getaran hp di meja membuatnya terperanjat. Di layar hpnya tertulis Sayangku. Lisa tersenyum di angkatnya hp.
__ADS_1
" Assalamualaikum, lagi ngapain ? " Tanya Al.
" Waalaikumsalam, lagi sendiri di teras belakang. Mikirin sayangku." Kata Lisa dengan suara manja. Al yang mendengar suara Lisa yang manja. Sudah tidak sanggup lagi untuk segera membawanya ke Jakarta.
" Sabar ya, hari rabu saya pulang ke Bandung. Kamu sudah tidak kesepian lagi." Mendengar kabar gembira dari Al , Lisa meloncat kegirangan.
" Kamu ngga bohong kan ?." Al menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Sejak kapan saya bohong sama kamu ? ."
Lisa mendengar suara Al yang mulai kesal.
" Maaf sayang, jangan marah ya."
Seperti biasa kalau Al kesal atau marah. Al lebih senang tidak berbicara. Terdengar suara hp yang di tutup. Lisa menutup matanya dan beristigfar. Setiap Al marah atau menyakiti hatinya. Lisa teringat Reno. Al memang jauh berbeda dengan Reno. Untuk kesekian kalinya Lisa menangis.
Hp Lisa berbunyi dengan malas Lisa melihat layar hp. Tertulis dengan jelas Reno. Lisa malas untuk berbicara dengan Reno. Di tinggalkannya hp di teras belakang, dan Lisa memutuskan untuk tidur.
Ketika tertidur lelap Lisa mendengar ada suara seseorang memanggilnya, di dekat jendela. Dengan perasaan takut tapi penasaran. Lisa turun dari ranjangnya dan mendekati jendela. Di intip nya di balik tirai jendela.
👻👻👻👻👻
" Udah puas mukulnya?." Tanya Reno.
Lisa duduk di kursi riasnya. Dan Reno menghampirinya. Di belai rambut Lisa yang panjang dan hitam. Reno berbisik,
" Saya akan terus menjadi bayanganmu.Dan mempersulit hidupmu.Sampai kamu kembali menjadi milik saya."
Lisa terperanjat dengan apa yang di katakan Reno. Di tatapnya mata Reno dengan perasaan tidak percaya..Lisa hanya mampu berkata,
" Kamu !!!!"
Reno keluar dari jendela rumah Lisa. Dan memanjat tembok halaman rumahnya. Pergi di gelapnya malam yang semakin pekat.
Semalaman Lisa tidak bisa tidur. Hatinya gelisah, pikirannya tidak menentu dan tangannya pegal. Akibat memukul Reno dengan keras karena kesal dan marah. Lisa mencoba pejamkan mata dan ber istighfar. Karena kelelahan Lisa tertidur.
__ADS_1
Pagi ini kota Bandung di guyur hujan yang lebat. Al masih terdiam di Stasiun Bandung.
Menunggu hujan berhenti. Ternyata hujan yang di tunggu belum juga reda. Al memutuskan memesan taksi online. Hati Al tidak nyaman dari malam. Akhirnya hujan mulai berhenti. Supir online yang ramah, tidak bisa membuat percakapan mereka menjadi menyenangkan. Al hanya menjawab dengan senyuman. Supir online memutuskan untuk diam.
Akhirnya sampai juga di depan gerbang rumahnya. Setelah membayar dan turun dari mobil. Al bingung karena gerbang rumahnya masih terkunci. Dan kaca jendelanya masih tertutup rapat. Al mulai menghubungi Lisa. Tidak ada yang menjawab. Ketika Al akan menanyakan pada pak RT. Al melihat Lisa membuka jendela rumahnya. Al mengetuk gerbang dengan keras. Lisa kaget melihat Al sudah bwrada di depan gerbang rumahnya.
Dengan berlari kecil Lisa membuka gerbang. Terlihat Al sangat marah, Lisa bisa merasakan dari tatapan mata Al kepadanya. Di dalam hati Lisa terus beristighfar. Yang Lisa takutkan akhirnya terjadi. Al berubah kembali seperti es balok.
Lisa menyiapkan baju ganti untuk Al. Setelah itu menyiapkan sarapan. Dengan bercucuran air mata Lisa memasak nasi goreng. Di tambah mulutnya yang mual dan kepalanya yang pusing. Selesai masak Lisa melihat Al keluar rumah. Lisa hanya bisa mengelus dadanya. Lisa memutuskan untuk mandi. Di kamar mandi Lisa menangis mengeluarkan Kekecewaannya. Dan Lisa teringat kembali pada Reno. Selesai mandi dan berpakaian Lisa menutupi wajahnya dengan make - up.
Al sudah ada di meja makan. Al sarapan membeli nasi kuning. Hati Lisa semakin kesal tapi Lisa tahan dengan terus beristigfar. Lisa duduk di meja makan menatap Al yang sedang sarapan. Al membuka bungkusan nasi kuning. Di simpannya di piring dan di berikan pada Lisa. Setelah itu Al melanjutkan sarapannya. Lisa mengalah dengan makan nasi kuning yang di beli Al. Di pikirannya Lisa harus bisa menjaga bayinya dengan baik. Sejujurnya hati Lisa sakit yang teramat sakit. Hanya kesalahan kecil Al bisa marah. Al tidak menghargai nasi goreng yang dibuatnya dengan susah payah. Al menghentikan sarapannya.
" Sore kita ke jakarta. Bawa baju seperlunya.
Kalau cuti saya sudah di setujui. Barang - barang kita bawa ke jakarta."
Lisa hanya bisa terdiam.
Al menatap Lisa dengan kesal.
" Habiskan makanannya saya tidak mau anak kita di dalam kelaparan."
Nasi kuning yang enak rasanya. Jadi hambar tapi Lisa terus berusaha memakannya.Lisa tahan jangan sampai menangis di hadapan Al.
Setelah selesai sarapan Al masuk kekamar. Lisa bernapas lega di lihatnya nasi goreng yang masih utuh. Lisa tersenyum sinis matanya berkaca - kaca. Dan berkata pada dirinya,
"Kamu kuat demi anak kamu".
Di bereskan meja makan. Dan Lisa memilih duduk di halaman belakang rumahnya. Meratapi pernikahannya.
Ternyata pernikahan butuh penyesuaian.Bener ngga?
Pasti jawaban kalian bener semua 🤣
Selamat membaca.
__ADS_1
jangan lupa vote and komentarnya
😘😘😘😘😘