
PERTEMUAN KELUARGA
Selesai sarapan pagi Al, Sarah dan Dokter Renata kembali ke RSJ. Al membereskan semua bajunya ke koper. Sedangkan Sarah dan Dokter Renata menunggu Al di halaman RSJ. Mereka duduk di kursi kayu panjang. Sambil memandang pohon-pohon yang rindang. Sarah membuka percakapan terlebih dahulu.
"Apakah Al benar - benar sudah pulih ?."
"Insya alloh, Al sudah capek memikirkan Sarah.Karena tidak ketemu penyelesainya. Al memilih menyerahkan semuanya pada Alloh. Dan memulai kembali semuanya dari nol. Saya yakin Al bisa melewatinya. Sebenarnya Al laki - laki tangguh. Al rapuh karena merasa bersalah telah membunuh darah dagingnya. Itu yang membuatnya depresi berat. Dan takut Lisa meninggalkannya. Kita doakan bersama semoga Al kuat menerima ujian ini."
Mata Sarah berkaca - kaca mendengar pendapat dokter Renata. Al mendengar pembicaraan mereka. Al hanya bisa terdiam.
Terdengar suara dokter Bily memanggilnya.
"Al....!!!!"
Al, dokter Renata dan Sarah membalikkan badannya. Al tersenyum dan menghampiri dokter Bily. Al mengulurkan tangannya dan dokter bily menjabat tangan Al dengan erat. Al berkata.
"Terima kasih telah menolong saya."
"Yang menolong kamu Alloh. Dan tekad kamu untuk sembuh."
Di peluknya dokter Bily. Dokter Bily membalas peluk Al. Setelah itu Al meminta ijin untuk pulang kepada dokter Bily.
"Saya pulang dulu. Sekali lagi terima kasih."
Dokter Bily tersenyum bahagia.
Mereka meninggalkan RSJ. Sarah lega akhirnya Al sembuh.
"Al, sebaiknya kita ke apartemen kakak dulu."
Dokter Renata setuju dengan saran Sarah. Al akhirnya mengikuti ke mauan kakaknya. Sarah berkata pada Al.
"Hari minggu papa libur. Lebih baik kita ke rumah papa, sesudah jam makan siang. Nanti saya hubungi kakaknya Lisa. Kalau keluarga Lisa tidak ada acara. Besok kita ke Bandung. Sekalian ajak orang tua kita. Mereka jarang silahturahmi ke rumah Lisa. Bagaimana menurut kamu Al?"
"Okey, saya ikuti saran kakak."
Dokter Renata tersenyum melihat ke kompakan mereka.
Al naikkan ke cepatan mobilnya. Agar cepat sampai di apartemen Sarah. Al fokus mengendarai mobil. Sedangkan Sarah masih berpikir untuk tetap mencari Lisa. Dengan meminta tolong pada kakak Lisa yang seorang polisi. Dan dokter Renata, menjaga hatinya untuk tetap menolong Al sebagai seorang dokter. Tidak lebih dari itu.
Mereka sampai di apartemen Sarah. Dengan langkah santai Al mengikuti Sarah dan Dokter Renata berjalan.
Sarah mempersilakan dokter Renata untuk duduk.
"Silakan dok, saya buatkan kopi dulu. Dokter suka kopi apa?."
"Saya suka kopi hitam."
Sarah ke dapur membuat kopi. Sedangkan Al berdiri di depan kaca apartemen, memandang langit yang biru. Hatinya sangat rindu pada Lisa. Al berdoa pada Alloh.
"Yaa robb, jagalah istriku di manapun dia berada."
Dokter Renata memperhatikan Al. Al membalikkan badannya dan menatap Dokter Renata.
"Ada apa dok ?. Saya baik - baik saja".
Al menghampiri dokter Renata dan mereka duduk saling berhadapan. Dokter Renata tersenyum. Sarah membawa 3 gelas kopi dan makanan ringan.
"Sambil menunggu siang, kita ngopi dulu."
Mereka meminum kopi bersama - sama. Ponsel Sarah berbunyi. Di lihatnya di layar ponsel Arjuna. Arjuna adalah kakak Lisa. Hati Sarah tidak menentu. Karena penasaran Al mengambil paksa ponsel Sarah. Al sama kagetnya dengan Sarah. Mereka saling menatap. Akhirnya Sarah menerima sambungan langsung dari Arjuna.
^^^Sarah^^^
^^^"Assalamualaikum."^^^
Arjuna
"Wa'alaikumsalam. Gimana kabarnya, saya sekarang berada di depan rumah kontrakan Al. Tapi sepi, apa Al ada di rumah teteh Sarah?."
Sarah berusaha tenang.
^^^Sarah^^^
^^^"Al, ada di rumah saya, sekarang kami ke rumah Al. Aa Arjuna tunggu kami. Sekitar 15 menit kami sampai rumah."^^^
Arjuna menjawab.
Arjuna
"Baiklah saya tunggu."
^^^Sarah^^^
^^^"Iya,Aa makasih."^^^
Arjuna mematikan ponselnya begitu juga dengan Sarah. Al dan Sarah saling berpandangan. Dokter Renata memperhatikan mereka.
"Akang Al sudah siap bertemu dengan keluarga Lisa."
Al menatap Dokter Renata dan mengaggukkan kepalanya. Sarah memandang Al dengan cemas.
"Saya baik - baik saja. Setiap masalah harus di selesaikan dengan baik. Mudah - mudahan Alloh mempermudah segalanya."
Sarah dan dokter Renata berkata.
"Aamiin,...."
Sarah mengajak mereka untuk ke rumah Al.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat sekarang."
Akhirnya mereka pergi ke rumah kontrakan Al. Dengan hati yang tidak karuan. Di perjalanan mereka membisu. Sampai Akhirnya mereka berada di depan rumah kontrakan Al.
Di lihatnya Arjuna sedang duduk di kursi yang berada di teras. Al tersenyum dan memeluk kakak Lisa. Dan Arjuna membalas pelukan Al. Sedangkan Sarah mengulurkan tangannya begitu juga dengan Dokter Renata. Arjuna membalas uluran tangan Sarah dan dokter Renata. Al mengenalkan Dokter Renata pada Arjuna.
"Ini Dokter Renata."Arjuna tersenyum.
Al mempersilakan mereka untuk masuk rumahnya.
"Silakan masuk Aa."
Arjuna masuk di ikuti dokter Renata dan Sarah. Mereka duduk lesehan di ruang tamu Al. Belum juga Al berkata. Arjuna menanyakan Lisa adiknya.
"Lisa mana ?. Kebetulan saya ada tugas ke Jakarta. Dan sekarang tugas saya telah selesai. Saya mampir untuk bertemu Lisa. Cuti saya yang 1 minggu akan saya bergunakan liburan di sini.Kamu ngga ke beratan saya nginep di sini?."
Al menjawab dengan singkat.
" Iya,saya tidak keberatan Aa nginep di sini."
Arjuna tertawa sedangkan Sarah, Al dan dokter Renata hanya bisa tersenyum ter paksa. Mereka saling pandang. Bingung harus dari mana dulu untuk memulai percakapan. Akhirnya Al memberanikan diri untuk berterus terang. Al menari napas dalam - dalam. Dan mengeluarkan napasnya lewat hidung pelan - pelan. Di tatapnya Arjuna dengan tenang.
"Sebelumnya saya secara pribadi mohon maaf. Karena tidak bisa menjaga, membahagiakan Lisa."
Arjuna menatap Al dengan tajam. Arjuna mencium sesuatu yang tidak baik. Al meneruskan ceritanya.
"Jujur saya katakan Lisa sudah 1 bulan tidak bersama saya."
Arjuna membulatkan matanya.
"Apa maksud kamu?."
Dokter Renata langsung menjadi orang penengah bagi mereka berdua.
"Lebih baik bapak, mendengarkan penjelasan Akang Al dulu sampai selesai. Supaya kita bisa mencari solusinya."
Arjuna mengaggukkan kepalanya. Dan Al melanjutkan ceritanya.
"Saya yang salah, kurang paham pada istri yang sedang hamil muda. Pagi itu saya dengan sengaja menggoda Lisa dengan mendekatkan mulut saya ke hidungnya. Karena saya akan pergi kerja. Sedangkan Lisa tidak kuat mencium aroma bawang putih. Lisa marah tapi saya menganggapnya lelucon. Setelah itu saya pergi kerja. Sore hari saya mendapatkan kabar dari bapak RT tempat tinggal saya. Bahwa Lisa berada di rumah sakit, akibat ke guguran. Saya masih sempat bertemu dengan Lisa. Dengan sahabat saya Eko.Waktu itu saya melihat Lisa masih dalam ke adaan lemah. Teman saya Eko pergi untuk makan. Dan setelah beberapa menit kemudian. Saya pergi untuk sholat magrib. Sekitar 20 menit saya balik ke kamar Lisa. Saya sangat kaget ternyata Lisa sudah tidak ada di kamar. Saya dan Eko mencari Lisa, sampai saya meminta ke amanan rumah sakit untuk memeriksa lewat CCTV. Hasilnya Lisa tidak keluar dari kamarnya.Tapi Lisa tidak ada. Saya bingung sampai kakak saya menyewa seorang detektif. Hasilnya Lisa menghilang entah Ke mana."
Al menundukkan kepalanya. Hatinya remuk Al beristigfar. Arjuna terdiam tapi hatinya berkata."Lisa di culik."
Akhirnya Arjuna berkata.
"Saya akan menyampaikan berita duka ini pada keluarga besar kami di Bandung. Saya juga akan mencari Lisa. Mudah - mudahan saya bisa menemukan Lisa. Al kita ambil pelajaran ini untuk ke depannya. Supaya kamu tidak menyepelekan perempuan hamil dengan usia ke hamilan yang masih muda. Soal mitos atau apalah. Terserah orang yang mempercayainya, ataupun tidak mempercayainya. Pengalaman saya ibu hamil hanya ingin di perhatikan lebih. Mudah - mudahan cuti saya yang hanya 1 minggu ini. Bisa menemukan ke beradaan Lisa. Yang sabar yaa Al."
Al jawab dengan mata sayu.
Arjuna meminta ijin untuk membersihkan dirinya. Dan Al mempersilakan untuk ke kamar mandi.
Mereka bertiga berharap kali ini Lisa bisa di temukan. Dokter Renata meminta ijin untuk pulang.
Al dan Sarah tersenyum. Al mengucapkan
"Terima kasih atas segalanya."
Dokter Renata tersenyum. Sarah dengan senang hati mengantar Dokter Renata ke rumahnya.
"Saya antar sampai rumah. Ke betulan saya akan membeli keperluan bulanan Al."
"Baiklah kalau begitu."
"Al, kamu temenin Aa Arjuna. Saya tidak akan lama."
Al menjawab, "Okey."
Mereka meninggalkan Al. Al berharap kakak iparnya bisa menemukan Lisa.
Di lihatnya Arjuna keluar dari kamar mandi. Masih dengan rambutnya yang basah. Arjuna berkata
"Cerita kamu belum mendetil. Siapa yang mengantar Lisa ke rumah sakit?."
"Maaf Aa, yang mengantar teman Lisa, 2 orang temannya. Satu perempuan berhijab seorang dokter teman laki - lakinya dan Pak RT."
Arjuna duduk lesehan bersama Al. Dan berkata
"Sepertinya Lisa di culik.Tapi yang menculik Lisa bukan orang sembarangan. Tapi siapa ?. Lisa banyak temannya Lisa anak yang supel. Dan saya tidak mengenal semua teman Lisa. Sekarang Aa lapar kita cari warteg dulu. Biar Aa bisa berpikir dengan cermat."
Al terpaku mendengar ada ke mungkin an Lisa di culik. Tapi siapa yang menculik Lisa?.
Akhirnya mereka keluar rumah untuk makan di warteg.
Mereka tidak sadar bahwa selama ini, ada orang suruhan Reno yang selalu mengawasi rumah Al sampai 24 jam. Mereka menyewa rumah di depan rumah kontrakan Al.
Mereka adalah bawahan Restu. Darwis, Aldi dan Zaki mereka gantian mengintai rumah Al. Dan menjaga janji dari pak Ismail untuk tutup mulut soal Reno, Reza dan Restu.
Mereka adalah bodyguard yang di didik secara militer. Kerja mereka sangat Rapi, teliti dan propesional. Bayaran mereka sangat mahal. Buat Reno Uang bukan segalanya. Di tambah mereka sangat setia pada Reno.
Saat Al dan Arjuna keluar rumah.
Darwis mengikuti mereka. Setelah itu Zaki terlebih dahulu ke warteg. Mereka mempunyai akses CCTV di rumah Kontrakan Al. Sedangkan Aldi berada di warung pak RT. Pura- pura mengobrol dengan pak RT dan istrinya. Selama ini Pak Ismail masih setia menutup mulutnya.
Al dan Arjuna memesan makanan. Mereka makan dengan lahapnya. Darwis masuk ke warteg duduk di dekat Arjuna. Darwis memesan makanan dan makan dekat mereka. Darwis mendengarkan percakapan mereka.
"Setelah makan kamu antar saya ke rumah pak RT. Saya mau tanya teman Lisa yang membantunya ke rumah sakit. Mungkin saya mengenal mereka."
Al mengaggukkan kepalanya.
Darwis dengan santai mendengarkan rencana Arjuna.
__ADS_1
"Untuk sekarang kamu jangan cerita dulu pada orang tua kamu dan keluarga saya. Saya akan mencoba mencari Lisa dengan ke mampuan saya."
Al mengaggukkan kepalanya. Sebelum mereka keluar dari Warteg. Darwis membayar makanannya. Dan meninggalkan mereka.
Setelah itu Darwis menuju warung Pak RT. Di sana ada Zaki yang telah siap menunggu ke datangan Al dan Arjuna. Darwis pura - pura membeli cemilan dan rokok. Dan memberi kode pada Zaki bahwa Al dan Arjuna akan datang ke rumah pak RT. Darwis meninggalkan Zaki. Untuk kembali ke rumah.
Al dan Arjuna telah sampai di warung pak RT. Zaki tidak bisa mendengarkan percakapan mereka. Karena Arjuna memilih berbicara di dalam rumah pak RT. Zaki mulai beraksi. Sekarang yang tinggal di warung hanya istri pak RT.
"Katanya pak RT mau pulang kampung.Kapan balik lagi ke sini?."
"Ngga, kita sekeluarga mau tinggal di kampung. Pak RT sudah tua, pengen hidup tenang lagian anak saya semua sudah berumah tangga."
Zaki tersenyum ternyata rencana Reza berhasil. Mereka ngobrol hal yang tidak penting.
Sampai akhirnya Arjuna dan Al keluar rumah. Setelah mereka pergi. Pak RT mendatangi istrinya. Istri pak RT bertanya.
"Tadi siapanya si Al?."
Dengan muka tegang pak RT menjawab pelan.
"Kakaknya neng Lisa dari Bandung. Mau nginep di rumah Al seminggu. Ternyata kakaknya neng Lisa seorang polisi."
Muka ibu RT langsung berubah pucat.
"Perasaan, gue ngga pernah lihat neng Lisa. Kemana neng Lisa?."
Muka Pak RT terlihat panik.
"Udah, deh elo ngga usah ngebahas neng Lisa lagi."
Pak RT keluar dari warung dengan muka kesal. Zaki menangkap sesuatu yang tidak beres. Zaki meninggalkan warung.
"Jadi berapa semuanya?."
Ibu RT menghitung cemilan yang di makan Zaki dengan kakulator.
"Semua jadi 17.500."
"Makasih bu, kembaliannya buat ibu. Kebetulan hari ini saya dapat rejeki nomplok."
Ibu RT kegirangan saat Zaki memberi uang warna biru. Zaki langsung menuju rumahnya.
Mereka di rumah berdiskusi. Akhirnya mereka menelepon Reza. Dan menceritakan gelagat pak RT yang mencurigakan. Reza berkata.
^^^Reza^^^
^^^"Besok saya akan temui pak Ismail. Sekarang kamu cari info nomer hp Pak Ismail."^^^
Zaki
"Okey,bos. selamat siang."
Reza mematikan ponselnya. Setelah itu Zaki mematikan ponselnya. Zaki keluar rumah. Di Lihatnya nomer hp pak RT, yang terpasang di spanduk warungnya. Ibu RT menerima pesanan nasi uduk. Setelah mengetik no ponsel bapak RT Zaki mengirimnya pada Reza.
Reza menerima pesan dari Zaki. Reza langsung menghubungi pak RT.
"Selamat siang, dengan pak Ismail?."
"Iya, ini siapa?."
"Mudah - mudahan bapak tidak lupa akan janji bapak pada saya. Saya Reza, yang telah memberikan bapak cek di amplop coklat sebanyak dua ratus juta. Apakah bapak sekarang sudah ingat?."
Tangan pak Ismail gemetar. Begitu juga dengan suaranya.
"Sa....say....Saya ingat. Saya tidak akan menceritakan tuan dan kakak tiri neng Lisa."
"Bagus kalau begitu. Ingat kalau sampai bapak cerita. Nyawa bapa yang menjadi taruhannya."
"I....iya tuan semua aman."
Reza mematikan ponselnya. Dan menghubungi Zaki.
"Zaki awasi Pak Ismail dengan ketat. Jangan sampai dia menipu kita."
"Siap pak."
Mereka sama - sama mematikan ponselnya.
🌻 Kepo in terus cerita MANTAN yang TIDAK Terlupakan.🌻
Apakah Al dan Arjuna bisa menemukan Lisa?.
...Jangan lupa terus berikan vote dan komentarnya.Biar saya selalu semangat untuk up terus....
⚠️ JANGAN LUPA !!!
📌 KETIK S-E-M-A-N-G-A-T di kolom KOMENTAR...
📌 VOTE / LIKE NYA JANGAN KETINGGALAN YAH....
📌 BERIKAN HADIAH JUGA.....
...SATU KATA BUAT PART INI !!!...
...banyak juga gak papa...
...Happy Reading.....
...😄😄😄...
__ADS_1