MANTAN YANG TIDAK TERLUPAKAN

MANTAN YANG TIDAK TERLUPAKAN
AKHIRNYA


__ADS_3

Restu mengendarai mobil dengan ke cepatan sedang. Lisa memperhatikan Restu. Sesekali Restu melirik pada Lisa melalui kaca spion mobilnya.


Lisa memulai percakapan dengan Restu.


"Sampai kapan saya harus seperti ini ?. Saya bosan."


Restu berpikir sejenak.


"Saya tidak bisa menjawabnya, semua yang menentukan tuan Reno."


Lisa terdiam semua harus patuh pada Reno. Kadang membuat Lisa kesal.


Mereka memasuki gedung bertingkat yang megah. Lisa keluar dari mobil, ketika Restu membukakan pintu mobil. Lisa takjub dengan gedung tempat Reno berkerja. Lisa masuk ke dalam gedung, Restu berjalan di depannya. Dan di belakang Lisa ada 2 keamanan yang menjaganya.


Semua mata tertuju pada Lisa. Mereka memberi hormat, Lisa sebenarnya gugup setengah mati.Tapi Lisa berusaha tenang. Mereka memasuki lift Restu memijit tombol 15. Itu bertanda Kantor Reno berada di lantai 15. Lift terbuka seorang seketaris cantik mendatangi mereka. Dan sepertinya dia sudah paham siapa yang di bawa Restu.


"Silakan masuk nona,tuan sudah menunggu."


Restu mengetuk pintu ruang kerja Reno. Dan pintu terbuka secara otomatis. Lisa melihat Reno sedang duduk santai di kursinya yang empuk. Reno tersenyum dan menghampiri Lisa.Di peluknya dan di cium kening Lisa. Lisa membalas pelukannya dengan erat. Reno tersenyum bahagia. Di lepaskan pelukan Lisa dengan lembut.


"Baby bagaimana harimu, apa kamu happy?."


"I am boring."


"Sorry, saya sangat sibuk. Setiap hari sabtu dan minggu kita akan selalu bersama."


Mata Lisa berbinar dan tersenyum. Lisa berkata.


"Kamu akan mengajak saya makan siang di mana hari ini?."


"Terserah kamu."


"Kamu yakin terserah aku?."


Reno mengaggukkan kepalanya.


"Saya pengen makan di pinggiran jalan. Bagaimana kalau makan di Orchard road. Banyak yang bilang makanan di sana enak."


Reno membulatkan matanya. Dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lisa meneruskan permintaannya. Sambil berbisik di telinga Reno dengan pelan.


"Saya pengen kita ganti pakaian. Pake celana jean, kaos oblong dan sandal jepit. Kamu berani ngga dengan tantangan saya."


Reno termenung untuk sesaat.Akhirnya Reno mengalah demi ke bahagian Lisa.


"Okey, siapa takut."


Mereka tertawa.


Reno berpikir sejenak. Di panggilnya Restu. Pintu ruangan Reno terbuka saat Reno bertepuk tangan. Di lihatnya Restu masih berdiri, di pinggir pintu ruangan Reno. Bersama ke 2 keamanan kantor Reno.


"Restu....!!!!"


Restu membalikkan badannya dan masuk ke dalam ruangan Reno.


"Ada yang bisa saya lakukan?."


"Pesankan saya 1 kamar suit room di hotel dekat orchard road.Belikan saya dan Lisa celana jean dan kaos oblong. Dan sandal jepit, siapkan penyamaran saya."


Restu mulai menyuruh anak buahnya menyiapkan ke perluan Lisa dan Reno. Dalam hitungan menit semua perintah Reno telah selesai di laksanakan.


"Tuan kita pergi sekarang. Saya sudah memesan kamar hotel di dekat orchard road. Tuan dan nona bisa ganti baju di sana."


Lisa dan Reno tersenyum. Mereka keluar ruangan di ikuti 2 keamanan kantor dan Restu berada di depan mereka. Reno menggenggam tangan Lisa dengan lembut. Setiap berpapasan dengan bawahannya Reno selalu tersenyum. Dan bawahan Reno menundukkan kepalanya.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Restu menjadi supirnya. Lisa memperhatikan penampilan Restu dan berkata.


"Restu kamu juga penampilannya harus seperti kita. Masa kamu pakai stelan jas kantor."


Lisa dan Reno melihat mata Restu yang membulat. Reno dan Lisa tertawa. Restu menjawab.


"Baik nona saya akan mengganti stelan jas saya."


Mereka memasuki hotel berbintang Lima. Sebenarnya hotel ini kepunyaan Reno. Tapi Lisa tidak perduli dengan apa yang di miliki Reno. Melihat lemari bajunya yang seperti butik. Sering membuat Lisa mengeluh karena tidak senang. Karena banyak baju yang belum terpakai. Maya sudah membelikan lagi baju untuknya.

__ADS_1


Restu masuk ke dalam hotel di ikuti Lisa dan Reno. Dengan langkah cepat, staf hotel mem berikan kunci kamar pada Restu. Dan membungkukkan badannya. Ketika mereka melewatinya.


Mereka langsung masuk ke dalam lift. Di belakang Reno dan Lisa di ikuti 2 orang ke amanan hotel. Restu memijit tombol lift. Lift berjalan, suasana di dalam lift hening. Lift terbuka mereka keluar. Reno masih menggenggam tangan Lisa dengan lembut. Restu membukakan pintu kamar hotel. Lisa dan Reno mengikuti mereka dari belakang. Sedangkan ke amanan hotel berjaga didepan kamar hotel. Setelah berkeliling memeriksa kamar, Restu pamit untuk ke kamar sebelah mereka.


"Tuan, nona semua sudah aman. Saya berada di kamar samping kanan tuan. Untuk mengganti baju. Setelah tuan dan nona selesai ganti baju. Saya harap tuan menghubungi saya. Karena saya takut menggangu tuan."


Restu menundukkan kepalanya. Reno memeriksa keperluan penyamarannya. Reno tersenyum dan bertanya.


"Keperluan penyamaran saya belum ada?."


"Maya masih dalam perjalanan"


"Okey, saya tunggu Maya datang."


Restu tersenyum.


"Semua keperluan tuan dan nona sudah saya siapkan. Kalau ada kekurangan tuan bisa hubungi saya. Saya berada di samping kamar tuan."


Reno mengaggukkan kepalanya. Dan keamanan hotel menunggu mereka, di depan pintu kamar dengan setia. Restu keluar dari kamar hotel. Dan menutup pintu kamar.


Di atas kasur empuk yang mewah telah tersedia keperluan mereka. Semua baju mereka bersih dan wangi. Sebelum Lisa memakai sendal japit. Lisa membulatkan matanya. Dan berkata pada Reno.


"Sayang, saya baru tahu kalau ada sandal jepit harganya 12 juta."


Reno mengerutkan dahinya. Sepertinya Maya atau Restu lupa membuang harganya. Lisa masih serius memperhatikan sandal jepit. "Ternyata sandal ini merk terkenal.Bahannya saja empuk dan enak di pakai. Sesuailah dengan harganya."


Reno menghampiri Lisa dan merebut sandal yang sedang Lisa perhatikan. Lisa protes.


"Reno....!!!!"


Reno tertawa dan berkata.


"Sudahlah baby,kamu tidak sah selalu berpikir harga barang yang saya berikan padamu."


Pintu di ketuk seseorang.Reno membuka pintu. Ternyata yang datang Maya.


"Selamat siang, tuan.Maaf saya terlambat datang."


Reno menatap tajam mata Maya.


Lisa mendengar percakapan mereka. Dengan langkah cepat di hampiri Maya, yang masih menundukkan kepala. Lisa tarik tangan Maya untuk mengikuti dirinya. Reno tidak bisa mencegahnya. Di dalam kamar Lisa berkata.


"Maya, tolong kamu buka topeng saya."


Maya memandang Lisa. Setelah itu Reno berkata.


"Buka saja topengnya."


"Baik tuan."


Dengan cekatan Maya membuka topeng Lisa. Maya memberi cream pada wajah Lisa yang sedikit panas. Setelah itu Maya dengan sopan berkata pada Reno.


"Maaf tuan, apa tuan siap untuk penyamaran?."


Reno berpikir sejenak.


"Nanti saja, saya masih cape. Kamu ke kamar sebelah kanan kamar saya. Restu menunggumu. Kamu harus berterima kasih pada Lisa. Bahwa kamu tidak saya hukum."


Lisa yang mendengar perkataan Reno pada Maya. Langsung menghampiri mereka.


"Sayang, sudahlah maafkan Maya"


Maya menundukkan kepalanya.


Lisa berkata pada Maya.


"Lebih baik kamu istirahat dulu. Nanti kami hubungi ketika sudah siap."


"Baik nona, terima kasih."


Maya keluar kamar dan menutupnya.


Reno memeluk Lisa dari belakang. Dada Lisa bergemuruh. Apalagi saat Reno mencium lehernya. Lisa berusaha menghindarinya. Reno sepertinya kecewa.

__ADS_1


"Baby,please jangan seperti itu. Apa kamu masih memikirkannya?."


"Tidak sayang, kamu boleh melakukan apapun ketika kita sudah menikah."


Reno melepaskan pelukannya dari Lisa. Dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur empuk dan mewah. Reno memejamkan matanya. Lisa menghampiri Reno, duduk di pinggir tempat tidur dan berbisik.


"Forget me, saya sangat mencintai kamu. Kamu harus mengerti saya. Untuk melakukan itu semua tidaklah mudah untuk saya."


Reno membantingkan tubuh Lisa ke tempat tidur. Lisa kaget mereka saling berpandangan. Lisa melihat mata Reno menatapnya dengan penuh amarah. Dan tanpa basa - basi Reno membuka semua baju Lisa. Lisa sangat kaget. Tapi Lisa tidak bisa melawan, tubuh Reno yang tinggi dan atletis. Membuat tenaganya habis ketika meronta, Lisa ke habisan tenaga akhirnya Lisa pasrah. Reno melakukannya. Lisa hanya bisa meneteskan air mata. Setelah Reno mengeluarkan hasratnya. Reno memeluk Lisa dengan erat dan berbisik.


"Saya tidak suka di tolak. Apalagi itu dari kamu. Buat saya selembar kertas untuk mengsahkan kita .Bisa saya dapatkan dalam hitungan menit. Apapun yang ada di diri kamu. Semua milik saya. Kamu mengerti sekarang !. Dan berhentilah menagis. Saya melakukannya karena cinta dan takut kehilangan kamu lagi."


Reno menghapus air mata Lisa dan mencium kening Lisa.


"Sekarang bersihkan tubuh kamu."


Lisa merasakan semua badannya remuk. Dengan badan lemas Lisa bangun dari tidurnya.


Lisa duduk di pinggiran kasur empuk hotel. Dan Reno memberikan kimono pada Lisa. Sekali lagi Reno Memeluk Lisa. Lisa melepaskan pelukkan Reno dengan lembut. Reno menatap Lisa. Sudah tidak ada lagi tatapan amarah. Yang ada tatapan cinta dan sayang. Hanya untuk Lisa seorang.


Lisa melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Di biarkan air dingin dari shower membasahi kepalanya. Kepalanya terasa panas begitu juga dengan tubuhnya. Lisa teringat orang tuanya. Lisa menagis menyesali perbuatannya. Apakah ada kata maaf untuknya suatu hari nanti ketika waktu mempertemukan mereka lagi ?. Maafkan Lisa Ibu, ayah dan kamu Al.


Pintu kamar mandi di ketuk Reno. Lisa dengan segera menyelesaikan mandinya.


Lisa membuka pintu kamar mandi Reno memberikan kaos oblong, jean dan underwear nya. Ketika Lisa akan menutup pintu. Reno mencegahnya.


"Saya juga harus membersikan tubuh saya."


Lisa keluar dari kamar mandi.Tapi Reno mencegahnya.


"Kamu harus lihat tubuh kamu di kaca."


Lisa menghampiri kaca setinggi dirinya di dalam kamar mandi. Dan memperhatikan tubuhnya. Betapa kagetnya Lisa melihat tubuhnya. Reno memberikan banyak tanda merah. Reno tersenyum puas meninggalkan Lisa yang masin terpaku di depan cermin. Lisa mulai menutup tubuhnya dengan underwear setelah itu kaos oblong dan celana jean. Lisa keluar kamar mandi.


Rencananya untuk makan di pinggir jalan sudah tidak membuatnya semangat lagi. Lisa menghempaskan tubuhnya di kasur yang empuk. Dan tanpa di sadari Lisa tertidur pulas.


Selesai mandi dan berpakaian Reno keluar dari kamar mandi. Di lihatnya Lisa yang tertidur pulas. Reno tersenyum yang di lakukan pada Lisa belum seberapa. Niatnya untuk membuat Lisa berbadan dua. Semakin mengebu apalagi rahim Lisa sudah bersih. Dengan begitu Lisa tidak akan meninggalkannya. Dan Reno akan sangat bahagia ketika memiliki anak dari Lisa. Di belainya rambut Lisa yang masih basah. Dengan penuh kasih sayang.


Reno merebahkan tubuhnya di samping Lisa. Akhirnya Reno tertidur pulas.


Restu menunggu perintah dari Reno. Pintu kamarnya di ketuk seseorang. Dengan langkah cepat Restu membuka pintu.


Ternyata yang datang Maya. Restu tertawa melihat gaya Maya. Memakai kaos oblong putih, celana jean selutut dan sandal capit. Di tambah kaca mata hitam dan topi putih.


"Wow, kamu terlihat seperti orang biasa."


Maya masuk ke dalam kamar dengan langkah Angkuh. Dan berkata.


"Saya memang orang biasa.Yang membuat saya luar biasa tuan Reno."


Restu terdiam mereka menyadari siapa mereka sebenarnya. Sebelum mengenal Reno dan Ayahnya.


Restu berkata.


"Sepertinya nona Lisa akan banyak merubah tuan Reno. Saya sangat suka pada nona Lisa yang menawan dan baik hati."


Maya tersenyum yang di katakan Restu semua benar. Tuan Reno sudah berubah. Senyumnya yang dulu sangat mahal. Mulai lumer ketika bertemu Lisa.


Entah kenapa hati Restu mulai bergetar hebat. Saat Lisa berada di dekatnya. Dan selalu berharap untuk bertemu dengan Lisa. Restu memejamkan matanya. Dan berkata.


"Hilangkan perasaan itu. Kalau kamu masih ingin tetap hidup. Kenapa hatinya merasa di tusuk - tusuk untuk melupakan Lisa?."


Restu buka matanya di lihatnya awan menutupi langit dengan warna yang putih bersih. Sedangkan Maya tertidur di sofa empuk dan lembut. Restu tersenyum.


Cintanya tidak mungkin terbalas. Biarlah perasaan ini. Saya simpan paling dalam di dalam hati. Cukup dirinya dan Tuhan yang tahu.❤️❤️❤️


..."Haiiiiii, gimana kabarnya?....


...Sepertinya akan makin seru cerita Reno dan Lisa. Apalagi ada pengagum rahasia🤭. Pernah ngga kalian kepikiran Restu suka ama Lisa ?....


...Jangan Lupa kasih saya terus semangat. Biar ceritanya semakin bagus dan menarik....


...**Saya tunggu vote and coment nya...

__ADS_1


...😘😘😘😘**...


...👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻👋🏻...


__ADS_2