
Setelah selesai sholat subuh. Al termenung, hari ini Al sudah boleh pulang kerumahnya. Al tinggal menunggu kakaknya Sarah untuk menjemputnya, dan pulang ke rumah kontrakkan.Untuk menyelesaikan persoalannya dengan keluarga Lisa. Niatnya untuk pasantren harus di tunda dulu. Karena cepat atau lambat, keluarganya atau keluarga Lisa .Akan menanyakan keberadaan Lisa.
Dengan langkah malas Al keluar dari kamarnya. Suasana pagi membuatnya malas untuk mandi. Al melangkahkan kakinya menuju kantor dokter Renata. Di ketuknya pintu kantor dengan pelan. Terdengar seseorang berteriak.
" Tunggu sebentar !!!!."
Al terpaku di depan pintu kantor dokter Renata.Pintu terbuka, ternyata Dokter Bily yang keluar. Dokter bily tersenyum dan berkata.
"Ayo,masuk."
Al masuk ke dalam kantor dokter Renata. Dan dokter Bily menyuruh Al untuk duduk.
"Silakan."
Al duduk berhadapan dengan Dokter Bily. Dokter Bily memulai percakapan.
"Hari ini mas Al sudah boleh pulang.Ke marin sore dokter Renata sudah memberitahu kepada saya. Saya sangat bersyukur mas Al cepat pulih. Kakak mas Al akan datang untuk menjemput."
Al tersenyum dengan perasaan berdebar,Al menanyakan dokter Renata.
"Maaf dok,dokter Renata hari ini libur?."
" Iya, tapi....nanti dokter Renata akan datang ke sini. Kalau ngga salah akan mengantar mas Al ke Garut. Mas Al katanya mau pasantren?."
" Iya, tapi di undur dulu pesantrennya. Sekarang saya sudah siap, berhadapan dengan keluarga saya dan keluarga istri saya. Mohon doa nya semoga Alloh melancarkan urusan saya."
" Iya, mas Al semoga Alloh melancarkan urusan nya."
Ketika Al dan dokter bily berbincang - bincang, datang dokter Renata.
"Assalamualaikum."
Mereka menolehkan mukanya ke arah pintu.Dan serempak menjawab.
"Wa'alaikumsalam."
Dokter Renata tersenyum dan masuk ke dalam kantor. Dokter Bily beranjak dari duduknya, dan berkata.
"Sekarang sudah datang dokter Renata .Saya mau periksa pasien yang lain dulu."
Dokter Bily meninggalkan mereka berdua di kantor. Dada Al semakin bergemuruh. Apalagi melihat wajah Dokter Renata yang imut dan lembut. Dokter Renata duduk berhadapan dengan Al dan Al berkata.
"Maafkan saya,hari ini kita tidak jadi ke Garut."
" Kenapa ?."
"Saya harus menyelesaikan persoalan saya tentang Lisa. Sekarang saya sudah siap, bertemu dengan keluarga saya dan keluarga istri saya. InsyaAlloh kalau semua sudah beres. Saya akan mengundurkan diri dari tempat kerja. Setelah itu saya masuk pasantren kilat."
Dokter Renata tersenyum. Senyuman Dokter Renata membuat Al salah tingkah. Sebenarnya bukan Al saja yang hatinya bergemuruh. Hati Dokter Renata merasakan hal yang sama.Mereka berdua terdiam.Dokter Renata menundukkan kepalanya. Al mulai mencuri pandang pada dokter Renata.
Sarah yang dari tadi melihat tingkah laku mereka.Tersenyum sendiri, di ketuknya pintu kantor Renata pelan.
"Tok....tok ....tok."
Al dan dokter Renata terperanjat. Sarah tersenyum.
"Selamat pagi dok."
Masih dengan ke gugupan ya dokter Renata menjawab.
"Pa....pagi...."
__ADS_1
Al tersenyum melihat Sarah masuk ke dalam kantor.
"Sepertinya adik kesayanganku sudah sembuh."
Al mencium pipi kanan dan kiri Sarah.Sarah memeluk Al. Dokter Renata hanya tersenyum melihat tingkah Sarah. Al melepaskan pelukan Sarah. Dan mencium kening Sarah.
" I miss you ."
"So sweet, i miss you too."
Mereka tertawa.Dokter Renata senang melihat ke akraban mereka.Sarah duduk dekat Al dan berkata.
" Lama kita tidak berjumpa, terima kasih sudah menjaga Al dengan baik. Saya sibuk di Singapura, karena pimpinan saya membuka bakery di sana."
"Sama - sama. Sepertinya Kang Al, sekarang sudah siap untuk bertemu dengan mertua dan orang tuanya. Saya minta kakak Sarah untuk menemaninya."
Sarah langsung menolehkan mukanya pada Al. Al tersenyum dan mengaggukkan kepalanya. Sarah membulatkan matanya dan bertanya pada Al.
"Kamu yakin?."
"Tentu, mau sampai kapan kita menyembunyikan masalah Lisa yang hilang ?.Sekarang atau nanti sama saja.Lebih baik saya selesaikan sekarang. Saya sudah siap dengan keputusan yang akan mereka berikan pada saya."
Sarah dan Dokter Renata mengaggukkan kepalanya. Bertanda setuju dengan cara pikir Al. Sarah bertanya pada Al.
"Sekarang kamu mau ke mana dulu ?."
Al berpikir sebentar.
" Ke rumah orang tua Lisa. Sambil mengajakΒ mama dan papa. Jadi saya tidak usah menceritakan ke jadian Lisa, sampai 2 kali. Karena, ketika saya harus menceritakan kembali Lisa yang hilang.Hati saya masih perih...."
Dokter Renata langsung menghentikan pembicaraan Al.
Al dan Sarah saling berpandangan.Al mengaggukkan kepalanya. Dokter Renata tersenyum Sarah berkata.
"Sebaiknya sekarang kita sarapan dulu.Perut saya sudah berdangdut ria."
Mereka tertawa. Dokter Renata mengajak mereka makan di belakang gedung RSJ. Ada kantin makanan yang lengkap dan enak
"Gimana kalau kita makan di kantin belakang?."
Sarah menjawab.
"Okey,siapa takut."
Mereka beranjak dari duduknya. Sarah berjalan bersama dokter Renata di depan. Sedangkan Al di belakang mereka. Selintas Al ingat Lisa. Saat Lisa dan Sarah belanja ke mall. Mereka sangat akrab dan saling menyayangi. Al beristigfar mencoba melupakan semuanya. Sampai juga mereka di depan mobil Sarah. Sarah menyerahkan kunci mobil pada Al.
"Kamu sekarang supirnya. Kita majikannya."
Mendengar perintah Sarah, Dokter Renata dan Al tertawa.
Mereka masuk ke dalam mobil.Sarah dan dokter Renata duduk di belakang. Sedangkan Al menjadi supir pribadi mereka.
Satpam membukakan pintu gerbang untuk mereka. Al mengaggukkan kepalanya saat berpapasan dengan satpam. Satpam tersenyum ramah. Al mengendarai mobil dengan ke cepatan sedang.
Dokter Renata memberi arahan pada Al.
" Itu kantin nya,yang ada tulisan kantin Umi Saidah."
Al memasukkan mobilnya ke parkiran kantin. Setelah mobil berhenti Mereka keluar dari mobil.
Sarah yang sudah lapar melangkahkan kakinya dengan cepat. Sedangkan Al dan dokter Renata berjalan beriringan. Al tersenyum melihat tingkah laku Sarah.
__ADS_1
Ketika Al dan dokter Renata masuk ke dalam kantin. Mereka melihat Sarah sedang masukkan lontong ke mulutnya. Dokter Renata tersenyum sedangkan Al hanya geleng kepala.
Mereka pesan lontong kari ayam kumplit. Dan duduk berhadapan dengan Sarah. Sarah tersenyum.
"Maaf, saya duluan dari bandara langsung ke rumah sakit. Laparnya sudah ngga bisa di ajak kompromi."
Dokter Renata dan Al hanya tersenyum. Pesanan mereka telah datang. Lontong kari Ayam di tambah sambel goreng ati ampela dan sambel cabe hijau terasi yang menggoda. Mereka makan tanpa bersuara. Fokus pada makanan mereka yang enak banget. Al saja sampai pesan lagi. Sarah hanya tersenyum, melihat selera makan Al yang sudah mulai normal lagi.
Sambil minum teh hangat Sarah bertanya pada Al.
"Al, jadi kapan kamu ke Garut ?."
"Setelah semua urusan saya dan Lisa beres."
"Yaa, sudah nanti kakak antar ke sana. Kenapa kamu pengen pasantren?."
Al diam sejenak setelah itu berkata.
"Dari kecil saya tidak mengenal siapa pencipta alam ini. Kita belajar agama hanya lewat buku. Saya pengen bisa baca Al- Qur'an arabnya. Bukan baca latinnya. Dan maksud dari isi Al-Qur'an."
Sarah terdiam. Masa kecil mereka, mengenal agama hanya di sekolahan saja. Papa tidak pernah mengajarkan mereka, tentang islam yang sebenarnya. Sarah bisa mengerti keingin Al untuk memperdalam agama islam.
"Yaa,sudah kakak dukung ke inginan kamu."
"Makasih kak."
"Makasih, apa?."
"Selalu ada buat saya. Dalam suka dan duka."
Mata Al dan Sarah berkaca - kaca. Sedangkan dokter Renata ,sudah duluan menghapus air matanya dengan tisu.
π·So sweet yaa Al sama Sarah.Terus kepo in cerita Lisa dan Reno, Al dan Dokter Renata di tambah Sarah dan pak Harisπ·
Jangan bosen kasih vote dan coment nya.
Biar saya selalu S - E - M - A- N - G - A- T.
πππππ
β οΈ JANGAN LUPA !!!
π KETIK S-E-M-A-N-G-A-T di kolom KOMENTAR...
π VOTE / LIKE NYA JANGAN KETINGGALAN YAH....
π BERIKAN HADIAH JUGA.....
ππππππππππππππππππ
...SATU KATA BUAT PART INI !!!...
...KLO SEANDAINYA KALIAN ADA DIPOSISI LISA. KALIAN AKAN SAMA SEPERTI LISA ATAU GIMANA...???...
...SATU KATA BUAT AL, DONG......ππ»ππ»ππ»...
...SAMA BUAT LISA JUGA....ππ»ππ»...
...ATAU KALIAN PUNYA PENDAPAT SENDIRI TENTANG PARA TOKOH. SILAHKAN BERKOMENTAR.....ππ»ππ»...
...βοΈβοΈβοΈ...
__ADS_1