
Lisa terbangun dari tidurnya, di lihatnya Reno berada di sampingnya. Pelan - pelan Lisa beranjak dari kasur mewah dan empuk.
Dengan langkah pelan Lisa duduk menuju sofa. Perutnya mulai mengeluarkan suara seperti suara kendang. Di depan meja ada buah - buahan segar. Lisa membuka buah jeruk. Kulit jeruk yang mengeluarkan harum khas. Membuat Reno terbangun, di lihatnya Lisa sedang memakan buah jeruk. Reno bangun dari tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju Lisa. Lisa terdiam saat Reno mengecup keningnya. Reno berkata.
"Baby, kita jadi makan di pinggir jalan ?. Saya lapar."
"Sama saya juga lapar."
Reno menatap jendela hotel. Di lihatnya hari sudah malam. Orchard Road terlihat ramai. Reno mengambil ponselnya yang tersimpan di atas meja. Reno menghubungi Restu.
Restu yang terlelap, terbangun saat ponselnya berdering. Suara Reno membuat Restu beranjak dari kursi, Reno berkata.
"Restu, kita makan ke luar. Suruh Maya ke kamar saya."
"Baik tuan."
Restu membangunkan Maya.
"Maya, bangun tuan Reno memanggilmu."
Maya yang masih setengah bermimpi akhirnya terbangun. Sambil berjalan Maya mengucek matanya. Restu hanya bisa memandang Maya. Tanpa bisa berbuat apa-apa. Di depan pintu kamarnya Maya menarik napas dalam-dalam. Dan mengeluarkan lewat hidungnya dengan pelan. Setelah itu membuka pintu kamarnya. Dan menuju kamar Reno dan Lisa.
Maya mengetuk pintu kamar Reno.Reno membuka pintu dan berkata.
__ADS_1
"Saya dan Lisa akan makan di Orchard Road. Siapkan penyamaran saya. Untuk Lisa tidak perlu penyamaran."
Maya mulai melakukan Aksinya. Dengan cekatan dan cepat Reno telah berubah. Reno masih terlihat ganteng, Maya menambahkan tompel hitam di bawah mata kanannya. Dan kumis tipis di wajahnya. Reno tersenyum memandang wajahnya. Lisa sudah rapih rambutnya yang biasa terurai telah di ikat ke belakang dengan rapi.
Akhirnya mereka keluar dari kamarnya di ikuti Restu dan Maya. Untuk sesaat Restu memandang Lisa dengan takjub. Lisa sangat cantik tanpa make up. Semua sangat alami dengan sedikit mata yang sembab. Restu mulai menguasai tatapan nya, yang akan membuat hatinya semakin cinta pada Lisa.
Mereka keluar hotel, Reno menggenggam tangan Lisa dengan lembut. Sedangkan Maya dan Restu mengikuti mereka dari belakang.
Orchard Road sangat ramai. Semua orang sibuk dengan aktifitasnya. Yang belanja masuk keluar butik. Yang duduk - duduk istirahat di payungi pohon yang rindang. Menonton aksi para musisi jalanan. Dan orang - orang yang sibuk memesan makanan.
Air liur Lisa hampir menetes, melihat lobster yang di sajikan pada pemesan. Lisa memandang Reno dan Reno mengerti maksud dari tatapan Lisa. Mereka duduk berdampingan sedangkan Restu dan Maya duduk berhadapan dengan Reno dan Lisa. Maya mulai memanggil pelayan. Dan seorang pelayan perempuan menghampiri mereka. Mereka memesan dengan bahasa inggris. Lisa mendengarkan apa yang di pesan Maya. Ternyata bahasa Inggris Maya sangat pasih.
Reno menikmati suasana makan malamnya. Terakhir Reno pernah berjalan -jalan di Bandung. Membeli lukisan bersama ayahnya di jalan Braga. Reno tersenyum sendiri. Otaknya yang penat mulai rileks. Apalagi ketika pesanannya datang. Mereka menyantap hidangan yang di pesan Maya. Semuanya enak, di temani pengamen jalanan di serbang jalan mereka makan. Menyanyikan Lagu Dewa 19 kangen. Sempurna sudah makan malam mereka.
Reno memandang Lisa dan berkata dalam hatinya.
"Terima kasih Tuhan telah mengirim bidadari mu untukku"
Restu memandang sekilas tatapan Reno pada Lisa. Hatinya remuk andai boleh berganti posisi dengan Reno. Akan di buatnya Lisa bertekuk lutut padanya. Hingga Lisa tidak bisa berpaling pada yang lain.
Makan malam telah selesai. Lisa mengajak Reno mendekati musisi jalanan. Reno mengikuti ke inginan Lisa. Lisa adalah fans berat Dewa 19, ketika SMU dulu. Lisa bersama audien yang lain bernyanyi bersama saat musisi jalanan melantunkan lagu Risalah hati. Reno lihat Lisa menikmatinya. Entah apa yang di bisikkan Lisa pada Maya. Yang pasti Reno sangat tersanjung ketika lagu Risalah hati berhenti. Lisa dengan santai duduk di kursi musisi jalan dan mulai memetik gitar. Lalu lalang orang langsung berkumpul ketika Lisa menyanyikan dua sejoli dari Dewa 19.
Suara Lisa masih merdu dan khas. Petikan gitar sangat terampil. Banyak orang yang mengeluarkan dolar untuk suara Lisa yang merdu. Sesekali mereka saling menatap. Lisa membuat Reno mabuk kepayang. Sedangkan Restu menahan rasa cemburunya. Dan ketika lagu itu selesai. Lisa menatap Reno dan berkata.
__ADS_1
"I LOVE YOU."
Reno rasanya ingin terbang tinggi ke nirwana. Perasaannya sangat bahagia. Saking bahagianya Reno tidak bisa berkata apa-apa. Mukanya yang putih kini merona. Rasanya Reno ingin memeluk Lisa. Reno tahan semua rasanya. Di genggamnya tangan Lisa dengan erat dan berbisik.
"I LOVE YOU TOO."
Lisa tersenyum bahagia. Maya terharu melihat rasa cinta yang di berikan Lisa pada Reno. Hati siapa yang tidak akan terbang tinggi ke nirwana. Ketika seseorang yang kita cintai. Mengungkapkan rasa cintanya di depan umum tanpa rasa malu.
Lisa....oh....Lisa kamu membuat hati Reno semakin meleleh. Sedangkan hati Restu jadi ambyar. Dan hati Maya mengharapkan ada seseorang yang mencintainya dengan tulus.
Malam semakin pekat dua sejoli yang di mabuk cinta. Tidak perduli dengan dinginnya angin malam. Yang mereka rasa bahwa malam ini adalah malam terindah yang mereka miliki. Entah berapa kali Reno mencium kening atau pipi Lisa. Karena Reno belum tentu bisa seperti yang Lisa lakukan untuknya.
Semoga rasa cinta mereka terus abadi seperti harapan Reno. Dan Lisa mulai melupakan Al. Lisa memilih Reno untuk pasangan hidupnya. Melupakan orang - orang yang mencintainya dengan tulus.
Semua orang berhak memilih pasangan hidupnya. Dan dia harus bisa mempertanggung jawabkan pilihannya.
..."Haiiiiii, gimana kabarnya?....
...Sepertinya akan makin seru cerita Reno dan Lisa. Apalagi ada pengagum rahasiaπ€. Pernah ngga kalian kepikiran Restu suka ama Lisa ?....
...Jangan Lupa kasih saya terus semangat. Biar ceritanya semakin bagus dan menarik....
...Saya tunggu vote and coment nya...
__ADS_1
...ππππ...