
Kepala Lisa rasanya mau pecah,Reno akan selalu menjadi bayangannya. Di pejamkan matanya membayangkan kejadian yang belum terjadi. Lisa tahu dengan detil cara pikir Reno. Reno akan terus berusaha mendapatkan apa yang di inginkan nya,dengan cara cepat.
2 jam di dalam perjalanan kereta, tidak ada
percakapan. Al lebih memilih tidur sambil mendengarkan lagu. Reno hanya tersenyum sinis, sedangkan Lisa mencoba tenang. Reno bisa merasakan bahwa pernikahan Lisa tidak bahagia, Lisa bertahan karena anak yang berada di dalam kandungannya. Reno bertekad akan merebut Lisa dari Al.
Ketika turun dari kereta Reno memandang mereka dengan tatapan cemburu. Reno berniat untuk mengikuti mereka.Tapi Reza asisten pribadinya mengatakan bahwa data Al sudah berada di ponselnya.
"Lebih baik bapak istirahat dulu. sambil melihat data Al suami mbak Lisa."
Reno tersenyum
🌟🌟🌟🌟🌟
" Hebat, selanjutnya kita lihat siapa yang akan menjadi pemenangnya."
Reza mengikuti Reno berjalan di belakang. Mobil sport Reno menjadi tontonan orang-orang yang berada di stasiun. Al dan Lisa melihat Reno dan asistennya Reza, masuk ke dalam mobil. Saat mobil Reno melewati Lisa dan Al, dengan sombongnya Reno membuka jendela mobilnya, dan Lisa menahan dirinya untuk tidak menatap Reno. Sedangkan Al menatap Reno, Reno tersenyum pada Al, sedangkan Al bingung karena dia tidak mempunyai teman setajir Reno.
"Lis,kamu lihat barusan laki-laki yang berada di mobil sport itu tersenyum. Saya ngga kenal mereka."
Lisa pura-pura tidak mendengar perkataan Al.
Lalu menggandeng tangan Al.
"taksi online nya sudah datang."
Akhirnya mereka pergi meninggalkan stasiun.
Di dalam mobil Lisa memilih untuk diam. Karena hatinya mulai galau. Melihat Lisa yang pendiam Al jadi bingung.
"Kamu lagi mikirin apa ?."
Lisa tersenyum.
" Lapar ."
Al tertawa, Lisa memandang Al. Ternyata Al ganteng juga kalau tertawa. Lisa tersenyum.
" Namanya juga ibu hamil sering lapar. Tadi di kereta saya cuma bengong."
" Lagian suruh siapa bengong.Tas kamu banyak cemilan."
Capek bicara dengan Al yang ngga mau kalah, Lisa memilih diam.
"Mau makan apa?."
"kolak pisang."
"What...!!!!"
Supir mobil online tertawa. Al menutup matanya dengan tangan.Lisa hanya bisa tersenyum, dan menyandarkan bahunya pada Al. Karena gemas Al mengacak-acak rambut Lisa yang panjang. Lisa dan supir mobil online tertawa.
__ADS_1
Akhirnya mereka tiba di depan rumah kontrakan. Lisa memandang rumah yang Al tempati. Al merangkul bahu Lisa.
" Rumahnya kecil nanti kalau ada rejeki kita beli perumahan di jakarta.Rumah di Bandung kita kontrakkan."
Lisa mengaggukkan kepala.
Al seorang laki-laki sederhana.Tetapi Al mempunyai tekad yang kuat untuk membahagiakan orang yang di cintai nya, dan Lisa selalu menghargai apa yang di berikan Al.
Di ruang tamu hanya ada tv plat ukuran 30 inci. Karpet warna hitam dengan corak bintang berwarna emas. Di kamar tidur, kasur busa ukuran jumbo, lemari 2 pintu dan rak sepatu. Al memasukkan koper ke kamar.Al memeluk Lisa dari belakang,dan berkata.
"Lisa bilang ama baby kalau mau makan kolak pisang,di tunda dulu sampai bulan puasa."
"Al,jangan gitu dong...lapar !!!!.
"Sekarang saya udah capek besok saya buatkan kolak pisang. Makan nasi padang aja, ya ?."
"Janji, besok buatin kolak pisang yang enak. Sekarang makan nasi padang rendangnya 3 potong. Nasinya sedikit bumbu kuahnya banyak."
"Kamu bilang sendiri sama yang jualan. Sekarang kita pergi ke rumah makan nasi padang dulu." Mereka pergi berdua menaiki motor matic keluaran terbaru.
Sesampai di rumah makan padang. Jantung Lisa hampir saja copot. Ada Reno dan Reza sedang makan. Lisa pura-pura tidak memperhatikan mereka. Al memilih duduk di samping meja Reno. Lisa meminta Al untuk pindah meja.
"Duduknya dekat jendela biar adem."
"Di sini aja. Dekat kipas angin."
Lisa akhirnya mengikuti saran Al. Reno yang mendengar percakapan mereka hanya bisa menarik napas panjang. Menahan cemburu dan amarahnya. Aneka masakan padang tersaji di meja. Lisa tersenyum Al hanya geleng-geleng kepala.
"Boleh,yang penting kamu sama baby senang dan sehat".
Lisa makan dengan lahapnya. Al memandang Lisa dengan perasaan bahagia. Sedangkan Reno memilih untuk pergi karena sudah tidak sanggup melihat kebersamaan mereka.
Lisa bernapas lega ketika Reno pergi. Al masih sibuk dengan hp nya, sesekali Lisa memandang Al.
"Hari sabtu,minggu dan senin kita bisa berkemas di Bandung. Cuti saya sudah di setujui. Barusan Eko yang kasih kabar."
Lisa tersenyum dan meneruskan makannya.
Ketika mereka makan di rumah makan padang. Reno dan anak buahnya pergi ke kontrakan mereka. Mereka memang ahlinya, tanpa sepengetahuan tetangga, dan lingkungan Lisa dan Al tinggal. Semua ruangan rumah kontrakan Al dan Lisa di pasang CCTV. Hanya butuh 1 jam mereka telah beres menyelesaikannya, Reno tersenyum puas.
Sebelum mereka pulang kerumah Al dan Lisa mampir ke supermarket. Mereka belanja beberapa kebutuhan. Lisa merasakan setiap gerak geriknya seperti di awasi. Sedangkan Al sedang melihat keperluan anaknya ketika lahir nanti.
"Lisa,ternyata keperluan baby banyak juga ya."
"Iya,kita harus rajin menabung. Apalagi kalau nanti sekolah."
"Saya harus kerja keras. Dan kamu harus bisa menjaga mereka dengan baik." Lisa tersenyum dan mengaggukkan kepala.
Sebenarnya Lisa ingin menggoda Al. Tapi niat jahilnya Lisa buang jauh-jauh. Kalau Al sudah ngambek suasana rumah jadi tidak nyaman.
Selesai belanja Lisa tersenyum, saat melihat pedagang singkong keju didepan parkiran supermarket. Al tertawa karena melihat mulut Lisa yang lucu. Dengan suara manja Lisa menunjukkan telunjuknya ke pedagang singkong keju.
__ADS_1
"Beliin udah ngiler."
"Iya,mau beli berapa dus?."
" Tiga dus saja."
"Banyak banget,nanti ngga habis."
"Habis 1 dus buat malam ini,1 dus buat pagi dan 1 dus lagi buat siang."
"Ya,sudah kita beli 3 dus."
Lisa bersorak gembira. Seperti anak kecil yang di beri sekotak aneka permen.
Akhirnya semua keperluan satu bulan telah di beli. Perut kenyang dan cemilan kesukaan telah di tenteng.
Waktunya pulang dan istirahat. Sesampai di rumah Al membantu Lisa membereskan belanjaan. Mereka menonton tv di temani singkong keju. Ponsel Lisa berbunyi dengan langkah malas Lisa mengangkatnya. Tidak ada nama si penelepon. Lisa ragu untuk mengangkatnya. Tapi hati kecilnya berbisik, ini pasti Reno. Lisa segera mengangkat ponselnya, dan keluar dari rumahnya. Dengan suara ketus Lisa memulai percakapan.
"Hallo, siapa nih?."
Terdengar suara tertawa.
"Masih sama seperti dulu. Karena itu saya selalu cinta kamu."
Mata Lisa langsung membulat.
"Kamu..., sudah saya bilang please lupakan saya. Dan jangan mengganggu hidup saya."
Lisa pelankan suaranya karena takut Al mengetahuinya.
"Saya tahu di mana kamu tinggal dan siapa suami kamu. Sekarang kamu tinggal pilih hidup bersama dengan saya atau suamimu ?Besok pagi saya hubungi lagi."
Reno mematikan ponselnya dan tersenyum kemenangan. Sedangkan Lisa ingin membanting ponselnya karena kesal. Tapi niatnya tertunda karena Al memanggilnya.
"Lisa,ayo masuk sudah malam." Lisa masuk ke dalam rumahnya, dan berkata.
" Tadi temanku bercerita soal reuni, pulsanya habis jadi- " Belum selesai Lisa berbicara Al mencium kening Lisa.
"Sudah malam tidur."
Lisa tersenyum dan menggenggam tangan Al, mereka menuju kamar tidur. Al memeluk Lisa sambil membelai rambut Lisa.
Di tempat lain Reno membanting semua barang yang ada di hadapannya. Reno tidak terima semua perilaku Al pada Lisa. Reno murka dan berteriak.
"Tunggu pembalasanku."
Sepertinya ada yang murka.Iiiih takut juga kalau orang posesif marah.Cinta ternyata bisa membuat orang bahagia,benci ,marah.Rasa cinta seperti permen banyak rasanya.
Setuju ?
Kalian pasti punya jawaban sendiri.
__ADS_1
Happy Nice Day.....😘😘😘