
Restu dan anak buahnya mulai rapat di markas mereka.Semua denah rumah sakit telah Restu dapatkan.Ada 6 orang anak buahnya, yang mempunyai tugas masing - masing.Mereka ahli dan dapat di percaya.Restu mulai membagikan tugasnya.
"Maya,kamu jadi suster yang memantau kondisi mbak Lisa.Kalau Mbak Lisa sudah sadarkan diri.Call Ana tugasnya memberi tahu dokter Siska."
Maya dan Anak menjawab serempak.
"Siap pak !!!!"
Setelah itu Restu mulai berpikir sejenak.Karena misi nya harus berjalan lancar.Tidak boleh ada ke salahan sedikitpun.Nyawa Lisa menjadi pertarungannya.Karena Lisa masih dalam ke adaan yang belum sehat.Restu memulai kembali rapat dengan anak buahnya.Yang handal,terpercaya dan selalu berkerja.dengan rapi dan cermat.Dan
bawahannya mendengarkan dengan serius.
"Beliau akan menolong mbak Lisa dengan beberapa obat.Supaya mbak Lisa cepat pulih."
"Aldi siapkan mobil ambulan."
"Zaki tolong Ana dan Maya mengeluarkan Lisa."
"Dan kamu darwis memasang foto tiap ruangan yang akan di lalui Maya dan Ana. untuk di tutup di CCTV rumah sakit."
Restu berpikir sejenak.
"Setelah beres kamu harus mengambil foto yg kamu simpan di dekat kamera.Dengan cepat tanpa jejak."
Darwis berkata.
"Siap pak."
Restu memandang denah rumah sakit.Meneruskan lagi percakapannya.
"Kerja kita harus cepat dan rapi."
"Dan kamu Rio di pertengahan jalan pindahkan mbak Lisa ke mobil saya.Kita bertemu di bogor."
"Siap,paham ayo kita kerjakan.Kalau nanti ada perubahan rencana hubungi saya."
Mereka semua mengaggukkan kepalanya.
Di rumah sakit Al panik.Eko sahabat Al terus mencoba menenangkannya.
"Gue yang salah,harusnya gue gak bercanda kelewatan sama Lisa."
Eko menyuruh Al duduk.
"Sudah kamu yang tenang.Dokter bilang Lisa susah sadar.Ayo temui Lisa."
Dengan perasaan takut Al melangkahkan kakinya.Al merasa kakinya seperti tertahan adonan semen.Berat sekali sampai Al tidak percaya diri untuk bertemu Lisa.
Eko menarik punggung Al dengan kasar.Akhirnya Al melangkahkan kakinya,sambil terus berdoa.
Berharap Lisa tidak marah.
Ruang kamar Lisa begitu harum ternyata ada aroma terapi terpasang di dekat ranjang Lisa.Al memandang wajah Lisa yang pucat.Sepertinya Lisa tertidur.Eko memandang Al.Eko merasakan sesuatu yang akan terjadi,kejadian yang akan menyakiti sahabatnya.
Seorang suster masuk ke ruangan Lisa.Memeriksa tekanan darah Lisa.Dan memperhatikan tabung infus Lisa.
__ADS_1
Al memberanikan diri bertanya pada suster.
" Bagaimana keadaan istri saya?."
Suster menatap Al.
" Keadaannya masih lemah.Ibu Lisa membutuhkan istirahat yang banyak.Agar cepat pulih.Saya sarankan bapak untuk tidak mengganggu istirahatnya."
Al mengaggukkan kepalanya.Dan suster pergi.
Al tidak tahu bahwa suster itu adalah salah satu anak buah Restu.Dia adalah Maya.
Dengan cekatan Darwis mulai memasang foto di dekat layar CCTV rumah sakit.Dan Darwis mulai mengepel lantai rumah sakit.Sambil melihat keadaan sekeliling.Setelah Call Ana,Ana mulai menghampiri Dokter Siska di kantornya.
Dokter Siska dengan langkah cepat mendatangi kamar Lisa.Al dan Eko yang sedang berbicara menghentikan pembicaraannya.Dokter Siska tersenyum ramah.Lalu memeriksa Lisa.Dokter Siska memasukkan sesuatu dengan suntikan ke dalam infus Lisa.
Al dan Eko memperhatikan dokter Siska,dokter Siska akhirnya menjelaskan pada Al dan Eko.Obat apa yang di masukkan ke dalam infus Lisa.
"Saya hanya memasukkan Vitamin.Biar ibu Lisa cepat pulih."Al dan eko tersenyum.
Dokterr Siska menyarankan Al dan Eko untuk istirahat.
"Baiknya bapak istirahat.Jangan lupa makan.Kantinnya dekat dari sini.Hanya terhalang empat kamar.Lurus langsung bapak melihatnya."
Al tersenyum .
"Terima kasih dok atas sarannya."
Dokter Siska tersenyum dan pamit.
"Saya pamit dulu masih banyak pasien yang harus saya periksa."
"Elo, makan dulu.Gantian jadi kalau Lisa butuh apa - apa ada yang jaga."
Eko tersenyum dan pergi
meninggalkan Al.
Al melihat jam di tangannya.Al belum sholat magrib.Tadi Al melihat musola yang hanya terhalang 4 kamar dari kamar Lisa.Al mutuskan untuk sholat magrib.
Ketika Al keluar kamar, Darwis call Ana dan Maya untuk segera ke kamar Lisa.
Dengan cekatan Ana dan Maya menggendong Lisa ,dan menaruhnya di kursi roda.Di tutupnya wajah Lisa dengan krudung.Ternyata dokter Siska masukkan obat tidur pada Lisa.Sampai Lisa tidak sadarkan diri.
Mereka keluar kamar dengan tenang tapi cepat.Membawa Lisa ke samping pintu masuk rumah sakit.
Akhirnya mereka memasukkan Lisa ke mobil ambulan.Di bantu oleh Zaki.
Aldi yang sudah siap langsung menghidupkan mobil ambulan.Mereka keluar rumah sakit dengan mulus.
Darwis mulai mengambil foto-foto yang berada di depan CCTV.
Dengan cepat di liriknya Al yang masih khusyu berdoa di musola.
Darwis dengan langkah cepat meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
Dengan kecepatan tinggi Aldi menyetir mobil ambulan.Restu menelepon Ana.
"Rencana di batalkan,bawa Mbak Lisa ke rumah tempat praktek dokter Siska."
Dengan cekatan Aldi yang mendengar perintah dari Ana.Langsung membalikkan arah mobilnya.Tiga puluh menit kemudian,ambulan sudah ada di depan rumah praktek Dokter Siska.
Dokter Siska membuka pintu rumah sekaligus tempat prakteknya.Dokter siska menempatkan Lisa di salah satu kamar rumahnya.
Siska dan Ana pergi dengan memesan ojek online.
Sedangkan Aldi dan Zaki pulang ke markas dengan mobil ambulan.
Misi telah berjalan dengan lancar,cepat dan rapi mereka tersenyum bahagia.Aldi memberitahu pada Restu ,bahwa Lisa telah berada di rumah Dokter Siska dengan selamat.
Restu memegang ponselnya, dan menyimpan ke dalam saku kemejanya.
Senyum Restu mengembang bahagia.Karena Restu tahu dengan pasti,Reno akan membayarnya dua kali lipat.Dan bonus tiap anak buahnya,mobil sedan keluaran terbaru.
Restu menelepon Reno.Tanpa menunggu lama suara Restu memberikan laporan pada Reno.Reno mendengarkan Restu dengan serius.
"Semua sudah beres.Rencana membawa mbak Lisa ke Cianjur saya batalkan.Kerena kondisi mbak Lisa belum pulih.Dokter Siska menyarankan untuk membawa mbak Lisa ke rumahnya."
Reno tertawa kegirangan.
"Sekarang kamu hubungi Pak Haris.Ambil hadiah yang saya janjikan dan uangnya."
Restu tersenyum.
"Terima kasih tuan."
Ponsel di matikan Reno.Reno menghubungi Dokter Siska.
"Hallo dok,saya akan segera ke rumah anda."
Dokter Siska tersenyum.
"Saya tunggu di rumah."
Dengan perasaan bahagia Reno keluar dari apartemen.Menuju parkiran dan mengendarai mobilnya seorang diri.Reno sudah tidak sabar bertemu dengan Lisa.Reno mempunyai rencana membawa Lisa keluar negri.Tidak akan ada kesempatan Al bertemu dengan Lisa.Sekarang waktunya Reno dan Lisa bahagia.
Sampai juga Reno di rumah praktek Dokter Siska.Di langkahkan kakinya dengan cepat.Dari dalam,Dokter Siska mendengar ada mobil yang parkir di depan rumahnya.Ternyata dugaannya benar.Sebelum Reno memijit bel.
Dokter Siska telah membuka pintu rumahnya.Mereka tersenyum,
diantarnya Reno untuk bertemu Lisa.
Reno memandang wajah Lisa yang pucat pasi.Reno duduk di kursi kayu dekat ranjang Lisa.Di belainya rambut Lisa yang hitam dan panjang.Dokter Siska mengisyaratkan Reno untuk mengikutinya.Reno mengikuti Dokter Siska dari belakang.Dokter Siska mulai menceritakan keadaan Lisa.
"Lisa masih lemah ,saya sarankan kalau bapak akan membawanya pergi.Tunggu sampai Lisa pulih secara jasmani dan rohaninya."
Reno menyetujui keputusan Dokter Siska.
"Tentu,Lisa harus pulih dulu.Saya akan menyuruh Ana dan Maya untuk menjaga Lisa."
Mereka berjabat tangan dan tersenyum.
__ADS_1
😀 Sepertinya ada yang senang sekarang?.Tapi,ada juga yang terluka.Baca terus novel perdanaku yaaa....
Dengan selalu vote and coment.Saya tunggu yaaa...☀️☀️☀️