
Chirs nampak mematung setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut Delvin, ia masih tak percaya laki-laki yang telah bersama nya selama lebih dari 7 tahun itu kini memutuskan mengakhiri hubungan mereka begitu saja. Walau delvin sendiri merasa tidak ikhlas dengan akhir hubungan mereka namun pilihan nya berbeda kali ini, delvin sangat takut pada ayahnya jika ia sampai menolak perjodohan itu bisa-bisa ayahnya mengetahui kelainan seksual nya. Dan salah-salah yang ada chirs yang jadi korbannya, jika hubungan mereka terkuak di publik kemungkinan chirs juga akan kehilangan jabatannya sebagai CEO.
"Aku harus pergi sekarang, semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik." Kata yang keluar dari mulut delvian bukanlah kata yang sesuai dengan hati kecilnya. Chirs tak dapat membayangkan bagaimana hidupnya kedepan setelah kehilangan delvin, chirs terbilang laki-laki yang acuh pada orang di sekeliling nya dan hanya delvin lah yang mampu mencairkan hati chirs yang dingin bagaikan es.
Chirs belum sempat berkata apa-apa tapi delvin sudah berjalan meninggalkan nya, ini adalah kedua kalinya chirs menangis. Dulu ia menangis saat kedua orang tuanya meninggal dan kini ia menangis karena delvin meninggalkan nya.
1 minggu Setelah kejadian itu chirs jadi semakin dingin, di kantor juga ia tidak terlalu banyak bicara. Ia hanya mau membicarakan hal penting saja, ia mengetahui bahwa pernikahan delvin akan di adakan nanti malam di sebuah hotel bintang lima di jakarta.
Suara ketukan pintu menyadarkan chirs dari lamunan nya, "Bos, ada perlu apa memanggil saya?" Tanya seorang pria yang ternyata adalah asistennya chirs.
Chirs berdiri dari posisi duduk nya dan berjalan pelan menuju kaca jendela, "Tolong siapkan aku pakaian yang paling mewah, dan siapkan juga mobil untuk ku nanti malam."
Chirs benar-benar sudah gila bagaimana bisa ia berpikir untuk datang ke pesta pernikahan delvin padahal delvin sendiri tak pernah mengundang chirs, entah apa sebenarnya yang akan chirs rencanakan.
Chirs keluar dari ruangannya, semua orang di kantor langsung menyapa chirs takala chirs berjalan dengan santai menyusuri koridor kantor. Sampai akhir nya ia berdiri tepat di depan lift khusus bagi atasan, saat pintu lift terbuka mata chirs langsung memicing sembari menaikan ujung bibir nya melihat sosok ansell. Dengan percaya diri di dalam lift chirs malah langsung menekan tombol bertuliskan angka 1 tanpa memperdulikan keberadaan ansell.
"Hari ini kau terlihat sangat payah, aku tak bersemangat menjatuhkan mu jika kau terlihat menyedihkan" Kata ansell dengan nada merendahkan.
Telinga chirs langsung terasa panas mendengar perkataan yang keluar dari mulut ansell, ini bukan pertama kalinya mereka bersengketa. Setiap ada kesempatan ansell pasti mengganggu chirs, kegigihan ansell untuk menggoyahkan chirs memang patut di acungi jempol. Chirs bukan tak bisa melawan, ia hanya tak mau masuk dalam permainan licik ansell.
"Sebaiknya cepat bangun dari tidur mu, aku takan pernah jatuh dari posisiku. Katakan ita pada ayah mu!" Balas chirs dengan santai, setelah itu pintu lift terbuka tanpa menoleh chirs langsung keluar dari lift. Semua pegawai yang melihat chirs langsung diam di posisi mereka sambil menunduk tanda menghormati CEO mereka.
Di dalam mobil chirs langsung meluapkan emosinya yang sedari tadi ia pendam dengan memukul stir mobilnya, ia sangat kesal dengan kelakuan ansell. Walau ia adalah CEO di perusahaan, kekuasaan nya tetap belum bisa di gunakan untuk mengeluarkan ansell. Sebab ansell dan ayahnya hampir memiliki sebagian saham dari perusahaan, saat ini saham keduanya hampir imbang.
Chirs menarik nafas panjang untuk menjernihkan otak nya yang terasa begitu sakit, ia memfokuskan diri lalu melajukan mobilnya. Chirs mungkin seorang CEO tapi ia tak pernah mempekerjakan supir, ia hanya punya satu asisten yang mengurus semua keperluan nya. Asisten nya sudah lama mengabdi pada keluarga chirs, itu sebab nya chirs begitu percaya padanya.
Saat tiba di apartemen dengan cepat chirs membuka satu persatu pakaiannya, dan masuk kedalam kamar mandi. Chirs sengaja mengisi bath up, kali ini ia ingin berendam di dalam nya untuk merilekskan tubuh dan pikiran nya.
__ADS_1
Perlahan chirs memasukan tubuhnya kedalam bath up yang sudah terisi air, chirs sengaja menutup kedua matanya merasakan betapa segarnya saat air dingin dari bath up menyentuh kulit nya.
"Aku harus pergi sekarang, semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik."
Deru nafas chirs kembali tak beraturan, ia teringat moment yang begitu menyakiti hatinya. Kata-kata yang keluar dari mulut delvin berhasil menghancurkan hati chirs, chirs mengacak rambutnya frustasi. Tanpa menunggu lama ia langsung mengenakan handuk dan keluar dari kamar mandi.
Tubuh chirs terlihat sangat sexy, orang lain pasti akan merasa aneh jika tahu orang setampan dan se sexy chirs merupakan lelaki homoseksual. Tapi begitu lah kenyataan nya, chirs sendiri tidak tau kenapa ia seperti ini. Pada awalnya chirs hanya merasa nyaman bersama delvin, mengenal delvin adalah kesenangan baginya. Delvin merupakan orang yang mengerti keadaan chirs, saat chirs terpuruk delvin pula yang berada di sampingnya ia hanya tau bahwa kenyamanan itu adalah cinta baginya.
Kini chirs mengambil pakaian yang ada di atas ranjang nya, pakain yang sudah di siapkan oleh asisten nya.
Setelah mengenakan semuanya, kini chirs malah mematung di depan kaca.
Setelah lama berdiri sembari kalut dalam pikiran nya kini giliran chirs bersiap menuju tempat pernikahan delvin.
Pernikahan delvin mungkin terkesan begitu mendadak, tapi ternyata orang tua delvin memang sudah lama ingin menikahkan delvin dengan anak dari partner bisnis nya. Putri dari pengusaha kaya yang kini menjadi istri delvin merupakan gadis cantik yang tak lain adalah Felisha. Alih-alih menolak felisha malah menerima perjodohan itu, padahal ia baru pertama kali di pertemukan dengan delvin.
Delvin sendiri tak yakin bahwa rumah tangga nya akan berjalan lancar, ia tak menyangka bahwa ia akan menikah dengan wanita. Selama ini ia memang tak sedikit pun tertarik pada wanita walau istrinya merupakan gadis yang cukup cantik, tapi entah kenapa saat melihat wanita rasanya delvin tak bergairah sedikit pun.
Tidak ada yang tau hubungan keduanya, mereka bermain begitu apik layaknya nya seorang aktris yang dengan hebat menyembunyikan kekurangan mereka.
"Kalian nampak sangat serasi"
"Aku iri sekali, suami mu sangat tampan"
"Semoga kalian hidup bahagia"
"Aku baru melihat ada pasangan sehebat kalian"
__ADS_1
"Wah mempelai pengantin begitu cantik, cocok sekali"
"Semoga cepat di beri momongan"
Pernyataan dari tamu undangan di tanggapi dengan ramah oleh Felisha, ia merasa sangat bahagia. Kini ia sudah resmi menjadi seorang istri, sesekali ia melihat suaminya yang tak terlalu banyak bicara. Bahkan wajahnya terkesan acuh dan malas menanggapi perkataan para tamu.
"Apa kamu lelah?" Tanya Felisha sembari menyentuh lengan delvin.
Delvin sedikit tersentak takala tangan felisha menyentuhnya, "Aku baik-baik saja." Jawab delvin dengan nada datar.
Felisha tau bahwa delvin pasti belum bisa menerima perjodohan ini, tapi Felisha bertekad untuk membuat delvin menerimanya walau ia tau bahwa itu akan sulit.
Dari arah lain terlihat seorang gadis dengan gaun putih berjalan menuju delvin dan Felisha, walau jarak nya masih jauh Felisha nampak amat bahagia takala gadis tersebut datang.
"Kamu cantik sekali, selamat ya sahabat ku." Kata gadis tersebut seraya memeluk Felisha dengan erat, Felisha sendiri menyambut dengan gembira pelukan dari gadis yang menyebutnya sebagai sahabat itu.
"Aku kira kamu tak akan datang, aku senang sekali kamu datang." Kata Felisha, "Delvin kenalin ini Nayara sahabat aku" Tambahnya.
Delvin tersenyum kecil sangat kecil, sedangkan Nayara tersenyum begitu lebar sembari mengulurkan lengannya. "Hai, aku Nayara sahabat Felisha." Kata Nayara begitu bersemangat.
"Senang bertemu dengan mu." Kata delvin tanpa membalas uluran tangan Nayara.
Felisha merasa sangat tak enak hati dengan sikap suaminya itu, tapi Nayara terlihat baik-baik saja. Ia berpikir bahwa ini bukan pertama kali bagi Nayara di tolak oleh orang-orang, apalagi orang tersebut sekelas delvin. Nayara mencoba mengerti, bersahabat dengan Felisha juga merupakan keberuntungan baginya. Ia sendiri tak menyangka bahwa gadis secantik dan sekaya Felisha mau bersahabat dengan gadis miskin seperti Nayara.
"Tolong jaga Felisha ya! Dia adalah gadis yang baik, ia mungkin terlihat lugu tapi dia juga gadis yang pintar. Kau akan mendapatkan karma jika menyakiti gadis sebaik Felisha." Kata Nayara dengan tulus dan diakhiri dengan sedikit guaraun, Felisha sendiri merasa tersentuh dengan perkataan Nayara.
"Aku akan mengingat itu." Delvin tak terlalu menanggapi perkataan Nayara, kenyataan bahwa delvin tak mencintai Felisha memang alasan kuat mengapa sikap delvin sedingin itu.
__ADS_1
Setelah lama berbincang-bincang Nayara pun meninggalkan Felisha, ia sebenarnya merasa tak nyaman berada di sekeliling orang kaya. Baginya hanya ada dua orang kaya yang bersikap begitu baik yaitu Felisha dan juga kenzo, saat ini kenzo tidak bisa hadir di pernikahan Felisha kalau saja mereka bertiga kumpul sudah pasti acara malam ini akan terasa begitu ramai.
BERSAMBUNG...