MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
16. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

          ____


Hari minggu yang cerah, pagi ini kantor libur sehingga chirs memilih untuk bersantai di apartemen nya.


Kegiatan yang dipilih chirs pagi ini adalah berenang, berenang adalah kegiatan paling di sukai oleh chirs ketika libur kerja.


Tanpa sadar ada yang sedang memperhatikan kegiatan chirs saat ini, ya dari kejauhan nampak nayara yang memperhatikan chirs saat berenang. Jujur saja nayara kagum dengan wajah tampan chirs, walau sedang bermain air wajah tampan chirs tetap terlihat.


Lama chirs berenang akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kolam berenang dan duduk di tepian kolam sambil berjemur, "Sampai kapan kau akan berdiri disana?" Kata chirs dengan suara lantang.


Perkataan chirs membuyarkan lamunan nayara, jujur ia merasa malu sekali saat ini rasanya ia ingin pergi sejauh mungkin.


Dengan langkah berat nayara berjalan menghampiri chirs, ia memberanikan diri duduk di sebelah chirs.


"Aku haus, bisa bawain aku jus sama buah-buahan?" Ujar chirs pada nayara.


Nayara memanyunkan bibir nya kesal dengan chirs yang seenaknya menyuruh ia membawa makanan dan minuman untuk nya, yang lebih parah nya adalah nayara hanya bisa menurut seolah tak bisa menolak perintah chirs.


"Nih pesanan nya tuan. " Ujar nayara dengan nada kesal, dan mengganti nama chirs dengan sebutan tuan.


Chirs tertawa kecil melihat tingkah nayara yang begitu menggemaskan, "Terimakasih, duduk lah disini temani aku dulu." Suruh chirs pada nayara agar tidak pergi.


Nayara menelan ludah nya, jujur ia merasa gugup jika beralama-lama dekat dengan chirs apalagi dengan keadaan chirs yang begitu sexy saat ini.


"Apa tidak ada kerjaan kantor yang harus di kerjakan hari ini?" Tanya nayara untuk menghilangkan rasa canggung nya.


"Tidak ada" Jawab chirs singkat sambil menyesap minuman yang di genggamnya.


Melihat chirs saat ini nayara teringat satu hal, hal yang sangat ia ingin tau sejak awal pernikahan mereka.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya nayara dengan pelan.


"Silahkan saja."


Nayara seperti nya ragu ingin menanyakan hal ini, namun ia begitu penasaran. "Apa alasan kamu tidak menyukai perempuan? Maksudnya kenapa lelaki seperti kamu malah menyukai sesama jenis?" Tanya nayara.


Chirs terdiam sejenak, "Sejak kecil aku jarang bertemu dengan perempuan, aku selalu di keliling laki-laki dan sampai akhir nya aku bertemu dengan dia. Lelaki yang begitu menarik, aku sering bersama nya setiap saat dan dia selalu menjadi pendengar yang baik. Aku awal nya tahu bahwa hal ini salah namun lama kelamaan aku hilang arah, sampai akhirnya orang tua ku pergi. Aku semakin merasa tidak ada siapa-siapa di dunia ini, dan dia orang yang selalu ada di samping ku." Tutur chirs menceritakan awal mula ia akhirnya menyukai sesama jenis.


Nayara tahu betul apa yang dirasakan oleh chirs, hidup tanpa seorang pun yang mendukung dan mendengar adalah hal paling buruk.


"Lalu dimana lelaki itu saat ini?" Tanya nayara lagi.


Chirs tersenyum, andai nayara tahu bahwa laki-laki tersebut adalah delvin. Suami sahabat nya pasti itu akan membuat nya begitu terkejut, namun chirs tidak mungkin mengatakan itu pada nayara.


"Yang jelas sekarang kami sudah berpisah, dia sudah memiliki hidup yang lebih baik dengan wanita pilihan orang tuanya."


"Jadi dia sudah menikah?" Nayara seolah tak percaya.


"Iya begitu lah, apa masih ada yang ingin kau tanyakan?"

__ADS_1


Nayara memandang chirs dalam, "Apa kau berniat untuk sembuh? Maksud ku apa ada keinginan dari kamu untuk menyukai wanita?"


"Mungkin ada, tapi aku belum menemukan wanita tersebut." Jawab chirs.


Nayara diam tak berekata-kata lagi, satu hal pasti wanita itu bukan dirinya itulah yang terpikirkan oleh chirs.


Drtd Drttrrr


Suara ponsel berdering mengalihkan perhatian chirs dan nayara, dengan cepat nayara mengangkat telpon masuk yang tertera jelas nama si pemanggil adalah felisha sahabat nya.


"Hallo felisha, ada apa?" Tanya nayara.


'Hallo nay, bisakah kita bertemu ada yang ingin aku bicarakan.' Jawab felisha.


Nayara merasa ada yang berbeda dari suara felisha, terdengar begitu sendu. Tidak seperti biasanya pikir nayara.


"Baiklah kita bertemu di cafe biasa ya" Ujar nayara lalu mematikan sambungan telepon nya.


"Siapa?" Tanya chirs pada nayara


"Felisha, aku boleh keluar sebentar ya. Seperti nya dia sedang membutuhkan aku saat ini." Kata nayara dengan raut khawatir.


Felisha, istri delvin pikir chirs. "Silahkan saja." Jawab nya singkat.


"Terimakasih, aku pergi sekarang."


"Nayara __" Panggil chirs, dan nayara pun menoleh, "Hati-hati ya, kabari aku jika ada apa-apa." Tambahnya.


•••


Nayara memasuki cafe tempat nya bertemu dengan felisha, ia benar-benar khawatir akan keadaan felisha.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya nayara pada felisha.


Felisha tersenyum, akhirnya nayara datang. "Entah lah, aku merasa sangat kacau saat ini." Kata felisha.


"Ada apa? Coba ceritakan."


Felisha mulai meneteskan air matanya, ia sudah tak kuasa menahan rasa sakit yang ia simpan selama ia menikah dengan delvin.


"Aku lelah, aku tak bisa terus seperti ini. Aku mencintai nya sangat mencintai nya tapi kenapa dia selalu mengacuhkan aku." Kata felisha mencurahkan isi hatinya.


Nayara akhirnya mengerti apa yang di maksud oleh felisha, saat ini felisha sedang mencurahkan isi hatinya terhadap delvin. "Apa delvin memperlakukan mu dengan buruk?" Tanya nayara.


"Dia selalu bersikap dingin padaku, bahkan dia tidak pernah menganggap aku ini istrinya. Tapi walupun begitu aku tetap mencintai nya, bahkan sangat mencintai nya. Aku harus bagaimana nay?" Tutur felisha sambil menangis, dengan sigap nayara memeluk felisha. Ia tidak menyangka bahwa keadaan rumah tangga felisha dan delvin tidak semanis yang ia pikirkan.


"Bersabarlah, aku yakin delvin hanya butuh waktu untuk apalagi kalian menikah terlalu cepat tanpa saling mengenal sebelum nya." Ujar nayara.


"Hiks__ hikss__ apa aku memang tidak layak untuk di cintai nya."

__ADS_1


"Shtttt, jangan bicara begitu. Dia bahkan sangat beruntung karena mendapatkan kamu."


Tepat tak jauh dari nayara nampak kenzo yang sedari tadi mendengarkan apa yang nayara dan felisha bicarakan, hatinya hancur bukan hanya karena perkataan felisha yang mengatakan ia mencintai delvin. Tapi kenzo juga hancur karena melihat wanita yang ia cintai menangis, hatinya seperti tak Terima melihat itu semua. Tanpa berpikir panjang kenzo pergi keluar dari cafe dan masuk kedalam mobil ferari milik nya.


Ia mengendarai mobil seperti orang gila saja, dengan kecepatan tinggi dan tidak memperdulikan keadaan jalanan yang sangat ramai.


Sampai akhirnya ia berhenti tepat di depan apartemen felisha, tempat yang felisha tempati dengan delvin.


Kenzo berjalan masuk kedalam apartemen itu, tepat di depan pintu apartemen milik felisha tanpa berpikir panjang kenzo memecet tombol bel.


*kriett*


Baru saja pintu terbuka menampakkan sosok delvin, Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kanan delvin.


*DUAGHH*


Sangking kencang nya pukulan kenzo sampai-sampai delvin terjatuh, dan tanpa ampun kenzo melayangkan pukulannya kembali.


Setelah beberapa kali memukul delvin, dengan susah payah akhirnya delvin menghentikan kenzo.


"Dasar lelaki pengecut! Bisa-bisanya kau menyakiti felisha, dia terlalu baik. Dia tidak pantas untuk lelaki seperti kamu." Kata kenzo dengan penuh amarah.


Delvin tersenyum getir mendengar perkataan kenzo, "Apa yang sebenarnya ingin kau katakan hah!" Bentak delvin.


"Felisha mencintai kamu, apa kau tak melihat itu. Apa sebenarnya istimewa nya kamu sampai-sampai felisha jatuh cinta."


Delvin tertohok, tak percaya dengan apa yang di katakan kenzo. Dengan frustasi kenzo lalu melepaskan cengkraman nya di kerah baju delvin, "Aku mohon pada mu, tolong jangan buat felisha menangis. Itu sangat menyiksa ku." Kata kenzo lirih.


Baru kali ini ada orang yang memohon sampai seperti ini padanya, jujur ia merasa malu karena sikapnya yang selalu menyakiti felisha.


"Apa kamu sangat mencintai istri ku?"


"Istri mu? Benar aku mencintai istri mu tetapi dia malah mencintai kamu. Jadi berhenti lah membuat nya terluka atau aku akan merebutnya darimu." Jawab kenzo dengan nada ancaman.


Setelah mengucapkan itu semua dengan santai nya kenzo meninggalkan delvin yang masih tergeletak dengan  luka memar yang banyak di wajah nya.


                              •••


Felisha memasuki apartemen dengan perasaan sedikit lega karena sudah menceritakan semua keluh kesah nya pada nayara, ternyata ia selama ini memang butuh pendengar dan butuh orang yang bisa di ajak untuk bercerita.


Baru beberapa langkah felisha masuk kedalam apartemen tiba-tiba ia dibuat terkejut dengan keadaan delvin yang penuh luka di wajahnya, dengan cepat felisha menghampiri delvin.


"Ya Tuhan Kamu kenapa? Siapa yang melakukan ini padamu?" Dengan khawatir felisha berusaha menyentuh wajah delvin yang penuh luka.


Delvin hanya diam membiarkan felisha menyentuh wajah nya, "Apa yang membuat mu menyukai lelaki seperti aku?" Tanya delvin.


Felisha menatap kedua bola mata delvin, apa yang membuat delvin bertanya seperti itu pikir felisha. "Sebaik nya aku ambil obat dulu, tunggu disini." Kata felisha mengalihkan pembicaraan.


Dengan cepat delvin menarik lengan felisha, untuk tidak pergi. Felisha sangat terkejut dengan tindakan yang di lakukan delvin.

__ADS_1


Kedua bola mata indah itu saling bertemu, tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka berdua. Tanpa sadar delvin mulai terbuai akan kecantikan felisha, perlahan delvin mendekakan wajah nya dengan felisha. Sangat dekat sampai akhirnya kedua bibir mereka bertemu.


#BERSAMBUNG...


__ADS_2