MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
13. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

                            _____


Sekarang tibalah di hari pernikahan nayara dan chirs, di ruang tunggu nayara terlihat sangat gugup. Ia terus menerus memegangi dadanya yang berdetak kencang, walau ini hanya pernikahan yang di dasari oleh kesepakatan tetapi tetap saja ia merasa nervous.


Beberapa temannya terus berdatangan mengucapkan selamat, dan yang nayara kini tunggu adalah kedatangan felisha dan kenzo. Kedua sahabat nya yang sangat ia harapkan untuk hadir.


*ceklek*


Nayara menoleh kearah pintu, matanya tak percaya melihat sosok kenzo sahabat nya datang.


Nayara langsung berdiri dan memeluk sahabat nya tersebut, "Aku kira kamu tidak akan datang." Ujar nayara dengan nada sendu karena awalnya ia berpikir bahwa kenzo tidak akan sempat hadir ke pernikahan nya.


"Aku datang karena tak percaya sahabat ku ini akan menikah." Jawab kenzo dengan tawa kecil.


Masih Sempet-sempetnya kenzo bercanda saat ini, padahal dalam hatinya ia juga merasa sedih karena ia akan kehilangan sahabat nya. Ia takut setelah nayara menikah, mungkin nayara tidak akan bebas bermain bersamanya lagi seperti keadaan felisha saat ini.


"Kau datang sendiri, aku kira kamu akan datang bersama felisha juga." Ujar nayara.


"Seperti nya itu mustahil saat ini." Jawab kenzo dengan nada putus asa.


Nayara menepuk pelan pundak kenzo berusaha menguatkan sahabat nya itu, nayara ikut merasakan apa yang di rasakan oleh kenzo. Apalagi selama ini ia tahu bahwa kenzo sangat mencintai felisha, namun jodoh memang sudah di atur kita tidak bisa memilih apapun sesuka hati sebab Tuhan tau mana yang terbaik untuk kita.


Sudah lama nayara berada di ruang tunggu sampai akhir nya ia di panggil untuk acara inti yaitu akad pernikahan.


____


Dilain tempat nampak delvin yang sudah bersiap - siap, walau sebenarnya ia sangat enggan untuk hadir di pesta pernikahan teman nya felisha tapi entah kenapa kali ini delvin tidak bisa menolak. Setelah selesai bersiap-siap ia kini memilih untuk menunggu felisha.


"Lama sekali dia berdandan, padahal dia yang lebih dulu bersiap-siap tadi." Gumam delvin sedikit kesal.


Suara langkah kaki mengalihkan perhatian delvin, ya kini di hadapannya nampak felisha yang berjalan menuju kearah nya.


Mata delvin tak henti-hentinya memandang felisha, dress yang di gunakan oleh felisha begitu cantik sangat cocok di pakai nya.


Kulit nya yang putih mulus dan rambut nya yang tergerai begitu sempurna, batin delvin memuji kecantikan felisha. Kalau saja ia lelaki normal mungkin ia akan sangat beruntung menikahi gadis secantik felisha.


"Ini jelek ya?" Tanya felisha spontan karena melihat delvin yang diam saja memperhatikan nya.


Delvin langsung mengalihkan pandangannya, "Ti-dak, itu bagus." Jawab delvin singkat.


Felisha tersipu malu mendengar jawaban delvin, keduanya lalu bergegas masuk kedalam mobil.


Diperjalanan keduanya tidak banyak bicara, jujur saat ini felisha sangat senang karena ia akan menghadiri pernikahan sahabatnya. Dan yang lebih membuat nya senang adalah ia datang bersama suaminya yaitu delvin.


"Ku dengar suami sahabat ku adalah pengusaha tunggal di sebuah perusahaan besar, beruntung sekali ya." Ujar felisha membuka suara.


Delvin melirik kearah felisha, "Apa kamu juga menginginkan laki-laki seperti itu?"


"Eh tidak! Kamu sudah lebih dari cukup." Jawab felisha dengan nada sangat kecil.


Mendengar jawaban felisha tentu membuat hati delvin menghangat, ia berusaha mengalihkan perhatian nya dengan fokus memperhatikan jalanan.

__ADS_1


Lama di perjalanan akhirnya felisha dan delvin sampai di tempat tujuan, sebuah hotel terbaik dengan fasilitas super mewah dan lengkap. Hanya orang-orang kelas atas yang mampu menyewa salah satu gedung di hotel tersebut sebab harga nya yang begitu mahal.


Ada perasaan aneh takala delvin memasuki hotel tersebut, sebab ia beberapa kali berpapasan dengan rekan kerja chirs. Sedikit nya ia tau beberapa rekan kerja chirs karena dulu chirs selalu bercerita tentang mereka.


Kini langkah chirs terhenti, matanya seperti tak percaya dengan sosok yang kini berdiri bersama seorang gadis cantik bergaun putih. Sosok laki-laki yang ia kenal, sosok yang tak lain adalah chirs.


Delvin sama sekali tidak menyangka bahwa laki-laki yang  menikah dengan sahabat felisha adalah chirs. Melihat hal tersebut pikiran delvin serasa kosong, bahkan kakinya melemas seperti nya ia tak sanggup jika harus berlama-lama disana.


Felisha merangkul lengan delvin, "Ada apa? sebaiknya kita cepat kesana sebelum tamu undangan semakin ramai." Kata felisha yang keheranan melihat sikap suaminya.


Delvin tak menjawab apa-apa ia hanya mengikuti langkah felisha dengan tangan yang di rangkul begitu mesra oleh istrinya tersebut.


Dari kejauhan nayara sudah mengenali kedatangan felisha, nayara yang menyadari hal itu akhirnya langsung melambaikan tangan kearah felisha.


"Itu sahabat ku." Ujar nayara sambil mengulurkan jari nya mengarah pada felisha dan delvin.


Mata chirs membulat sempurna, lidah nya kelu tak bisa berkata apa-apa. Ia pun  sama terkejut seperti delvin, benar kata pepatah bahwa dunia ini sempit. Buktinya chirs saat ini merasakan hal tersebut, sejauh apapun chirs menghindar dari delvin tetap saja mereka akhirnya dipertemukan.


Setelah tepat di depan pengantin felisha langsung memeluk sahabat nya, ia tak kuasa menahan haru melihat sahabat nya menikah. Keduanya saling bercanda satu sama lain, sedangkan chirs dan delvin hanya saling melihat tanpa berkata-kata.


"Kamu cantik sekali nay, aku sangat senang. Semoga kamu selalu bahagia ya sahabatku." Kata felisha.


"Terimakasih, aku juga sangat senang kamu datang sekarang__ " Jawab nayara, "O iya kenalin felisha ini chirs  " Lanjut nya memperkenalkan chirs pada felisha.


Setelah melihat chirs dari dekat felisha teringat akan chirs yang dulu pernah datang ke pesta pernikahan nya, "Kamu teman nya suamiku delvin bukan? Dulu saat resepsi pernikahan ku kamu juga datang ya kan? Aku baru ingat sekarang." Jawab felisha dengan penuh semangat.


Chirs terdiam, entah kata apa yang sedang ia pikirkan agar felisha dan nayara tidak curiga, "Aku dan delvin pernah bertemu dalam suatu project, karena itu kita saling mengenal." Jawab chirs berbohong.


Setelah berfoto bersama delvin dan felisha memilih untuk duduk di meja tamu yang sudah di sediakan, berbagai acara telah di laksana sangat indah dan meriah.


"Apa aku boleh bergabung disini?" Tanya kenzo pada felisha dan delvin dia datang sambil memegang segelas wine di tangannya.


"Silahkan duduk saja." Jawab felisha spontan.


"Terimakasih sha sha, apa kamu mau?" Tawar kenzo sambil menyodorkan minumannya.


Dengan cepat delvin menghalangi lengan kenzo, "Dia tidak minum wine." Jawab delvin cepat.


Felisha sedikit terkejut dengan sikap delvin yang tiba-tiba seperti itu, memang benar felisha tidak menyukai minuman semacam itu. Ia bahkan lebih memilih untuk minum air  putih dibandingkan harus meminum wine.


Kenzo sendiri langsung mengerti akan sikap delvin, ia hanya bisa mengasihani dirinya sendiri. Ia menyadari satu hal bahwa orang yang ia cintai sudah menjadi milik orang lain oleh sebab itu ia tidak bisa bersikap layak nya felisha masih sendiri.


"Apa ada diantara tamu undangan yang mau bernyanyi disini? Silahkan maju jika ada." Kata MC.


Semua tamu undangan saling menunjuk siapa yang akan bernyanyi, lalu dengan cepat kenzo berdiri berjalan menuju tempat para penyanyi tersebut.


"Aku ingin bernyanyi." Kata kenzo pada MC nya.


"Baiklah akhirnya ada yang mau bernyanyi? Kalau boleh tau lagu ini dipersembahkan untuk siapa?"


"Untuk orang yang selalu aku harapkan" Jawab kenzo.

__ADS_1


Semua tamu bersorak, jawaban kenzo begitu lembut setiap wanita pasti akan meleleh dibuat nya.


...


...


..."...


Bilur makin terhampar dalam rangk


uman asa


Kalimat hilang makna, logika tak berdaya


Di tepian nestapa, hasrat terbungkam sunyi


Entah aku pengecut, atau kau tidak peka


'Ku mendambakanmu mendambakanku


Bila kau butuh telinga 'tuk mendengar


Bahu 'tuk bersandar, raga 'tuk berlindung


Pasti kau temukan aku di garis terdepan


Bertepuk dengan sebelah tangan


Kau membuatku yakin, malaikat tak selalu bersayap


Biar saja menanti tanpa batas, tanpa balas


Tetap menjelma cahaya di angkasa


Yang sulit tertampik dan sukar tergapai~~


Suara lembut kenzo dan wajah tampannya membuat semua mata terpana, setiap lirik nya menggambarkan pesan yang begitu menyentuh. Pesan yang sebenarnya ia tujukan pada felisha, delvin sendiri seperti nya sudah mengerti akan perasaan kenzo pada felisha istrinya.


Setelah lagu selesai kenzo memilih untuk pergi ke luar dari gedung, ia sudah tak tahan lagi menahan sesak di dadanya. Selalu berpura-pura baik-baik saja walau fakta nya ia sangat hancur.


Disisi lain nayara hanya bisa memperhatikan kedua sahabat nya tersebut, ia berpikir jalan satu-satunya adalah kenzo ikhlas menerima kenyataan bahwa felisha sudah memilih delvin.


Lamunan nayara buyar takala sebuah tangan menjulur kearah nya, "Selamat atas pernikahan nya." Ujar seorang laki-laki yang tak lain adalah Ansell.


Nayara memperhatikan raut wajah chirs yang tiba-tiba berubah setelah kedatangan laki-laki tersebut, saat nayara ingin membalas uluran tangannya. Tiba-tiba chirs menepis, dan malah ia yang membalas jabatan tangan Ansell.


Ansell sendiri sudah tidak heran dengan sikap chirs yang begitu angkuh, sudah terbiasa dengan itu semua. Keduanya berjabat tangan namun kedua pasang mata mereka saling bertatapan sinis.


#BERSAMBUNG....


Kalau ada yang mau ngasih masukan boleh ya langsung komen aja, terimakasih ☺🖤

__ADS_1


__ADS_2