MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
9. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Felisha dan delvin berada di Jepang, besok mereka sudah harus kembali ke Indonesia. Felisha sendiri berharap cepat kembali ke Indonesia supaya bisa bertemu dengan sahabatnya yaitu nayara.


Namun hari ini felisha seperti nya enggan untuk pergi keluar hotel, ia memilih berdiam diri di kamar hotel sambil merapikan pakaiannya kedalam koper.


*kriettt*


Pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok delvin yang sudah selesai mandi, delvin berjalan santai melewati Felisha tanpa melirik sedikit pun.


Langkah delvin terhenti tepat di depan ruang TV kamar hotelnya, ia menyandarkan punggung nya di sofa besar berwarna dark grey itu.


*Plip*


TV menyala, delvin memilih untuk menonton berita. Walau fakta nya ia tak mengerti sama sekali bahasa Jepang tapi tetap saja ia lanjut menonton.


Sebuah sentuhan di pundak delvin membuat delvin sedikit terkejut, "Apa yang kau lakukan, lepaskan!" Kata delvin pada felisha sambil menyingkirkan tangan felisha dari pundaknya.


Felisha tersenyum getir, "Maaf, boleh aku ikut duduk di sebelah mu?" Tanya felisha.


Delvin tak menjawab dan memilih untuk berdiri dari posisi duduknya dan masuk kedalam kamar.


Hati felisha harus sekuat baja menghadapi delvin, 'Sabar felisha, aku yakin pasti bisa membuat nya mencintai ku.'


Felisha harus bisa menyemangati dirinya sendiri, pasalnya ia tidak mungkin menceritakan persoalan rumah tangga nya pada orang lain. Ia harus berusaha sendiri membuat delvin menyukai nya.


Felisha mengalihkan pandangan saat melihat delvin yang sudah rapih dan bersiap untuk keluar, "Mau kemana? Jangan pulang terlalu malam. Besok pagi kita harus berangkat pagi ke bandara." Tutur felisha.


"Iyah aku tau!" Jawab delvin lalu keluar dari kamar hotel.


Kali ini delvin memilih untuk jalan-jalan mencari udara segar, jujur saja delvin sebenarnya merasa tak nyaman berada di hotel berdua dengan felisha. Setiap hari rasa nya menyesakkan melihat felisha, ia tak mengerti perasaan nya sendiri.


Delvin berusaha mengalihkan pikiran nya yang terus melayang entah kemana, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah bar yang tak jauh dari hotel.


Minuman beralkohol kini menjadi pelarian bagi masalah yang sedang delvin hadapi, satu persatu gelas yang berisi minuman itu habis oleh delvin.


Entah berapa banyak minuman yang ia habiskan namun ia tetap terjaga, delvin memang terkenal kuat minum. Buktinya sekarang ia masih bisa memesan lebih banyak lagi alkohol.


Beberapa wanita malam terus memperhatikan delvin, wajar saja kalau ia jadi pusat perhatian. Karena wajah delvin memang terbilang sangat tampan, kekurangan nya hanyalah ia suka dengan sesama jenis.


Waktu sudah menujukkan pukul 9 malam dan delvin mulai merasa sangat mabuk. Kesadaran nya mulai hilang, para wanita malam akhirnya memberanikan diri untuk mendekati delvin.


Salah satu wanita malam itu menyentuh punggung delvin, "彼は今夜とてもハンサムだ"


*artinya(dia sangat tampan malam ini kau menjadi milikku


Tak lama kemudian seseorang menepis tangan wanita malam itu agar tak menyentuh delvin, orang yang tak lain adalah felisha.


Wajah felisha terlihat sangat menakutkan ketika marah, "私の夫に触れないでください! "


*artinya( jangan menyentuh suamiku!) 


Semua wanita malam itu menjauh saat mengetahui bahwa delvin sudah memiliki istri, felisha sendiri sangat kesal karena delvin pergi ketempat seperti ini. Ia membayangkan apa yang terjadi jika ia tidak datang, apalagi wanita di tempat ini terlihat lebih agresif ketimbang para lelakinya.


Felisha mencoba membangunkan delvin namun delvin tak sadarkan diri sama sekali, akhirnya felisha meminta bantuan seorang supir taxi untuk mengangkat delvin dan membawanya pulang ke hotel.


Di dalam taxi felisha terus memperhatikan wajah suaminya, jujur saja wajah delvin memang sangat tampan menurut felisha.

__ADS_1


Felisha langsung membuang jauh-jauh pikirannya saat supir taxi mengatakan bahwa mereka sudah sampai, felisha kali ini meminta bantuan para pelayan hotel untuk membantunya membawa delvin menunju kamar hotel.


Setibanya di kamar hotel, pelayan merebahkan tubuh delvin di atas ranjang. Sebelum pelayan tersebut pergi felisha memberikan uang tip tanda terimakasih telah membantunya.


Setelah pelayan keluar dari kamar hotel, felisha dengan cekatan mengambil air hangat dan handuk untuk membersihkan delvin. Bau alkohol di tubuh delvin begitu menyengat, felisha tak tahan menciumnya.


Dengan lengan gemetar felisha memberanikan diri untuk membuka kancing kemeja yang di kenakan delvin, satu persatu kancing terlepas hingga menampakkan dada bidang milik suaminya itu.


Wajah felisha memerah sempurna melihat keadaan suaminya saat ini, namun ia berusaha secepatnya menghilangkan pikiran kotor yang ada di otaknya.


Felisha mulai memakaikan pakaian tidur milik delvin, "Kenapa laki-laki menyebalkan seperti mu bisa setampan ini." Gumam felisha pelan sambil memperhatikan delvin.


Entah angin apa yang membuat felisha berani memperhatikan delvin dalam jarak yang sangat dekat, felisha benar-benar terpesona dengan karisma suaminya sendiri.


"Eungghhh__"


*CUP*


Mata felisha membelalak sempurna, tubuhnya bahkan tak bisa berkutik sedikitpun.


Bibir mereka benar-benar Menempel sempurna, entah setan apa yang telah merasuki kewarasan felisha. Sampai-sampai felisha membalas ciuman yang di daratkan oleh delvin.


Felisha kalut dalam ciuman itu padahal ia tahu bahwa delvin sedang mabuk, lama tautan kedua bibir tersebut akhirnya terlepas.


Felisha tersenyum melihat delvin yang kembali tak sadarkan diri, "Aku mencintaimu suamiku." Ucap felisha pelan lalu mengecup kening delvin.


Perlahan felisha menarik sebuah selimut tebal untuk menutupi tubuh suaminya, saat felisha hendak meninggalkan delvin tiba-tiba sebuah lengan kekar menarik lengan felisha sampai akhirnya felisha terjatuh tepat di atas dada bidang delvin.


"Jangan tinggalkan aku_" Gumam delvin pelan.


Lama-kelamaan rasa kantuk pun mulai terasa, akhirnya felisha tertidur dengan posisi berpelukan dengan delvin.


                             ***


Suara alarm HP delvin berbunyi terus menerus mencoba membangunkan pemiliknya, dengan mata yang masih tertutup delvin mengulurkan tangannya mengambil HP miliknya yang ia simpan di atas meja yang berada tepat di sebelah kanan delvin.


1 detik


2 detik


3 detik


Delvin mulai merasakan ada yang menempel pada tubuhnya, "APA YANG KAU LAKUKAN!" Bentak delvin saat menyadari bahwa felisha memeluknya dengan erat.


Felisha terbangun dari tidurnya karena teriakan delvin, "An-u maaf_" Ucap felisha takut.


Delvin bangun dari posisi tidurnya, "Apa kau tuli, aku sudah bilang jangan sentuh aku!" Bentak delvin dengan nada marah khas dirinya.


Felisha menundukkan kepalanya tidak berani menatap delvin, "Aku tidak akan mengulanginya lagi." Jawab felisha.


"Ini peringatan terakhir, kalau sampai kamu berani menyentuh ku. Aku akan ceraikan kamu saat itu juga!" Kata delvin lalu pergi menuju kamar mandi.


Hati wanita mana yang tak sakit jika suaminya mengatakan itu, mungkin delvin adalah laki-laki pertama di dunia yang mengancam akan menceraikan istrinya hanya karena felisha memeluknya.


Tes

__ADS_1


Bulir air mata keluar dari mata indah milik felisha, ia merasa bahwa saat ini merupakan titik terendah bagi dirinya.


Delvin semakin menjaga jarak dari felisha, hari ini mereka berdua harus kembali ke Indonesia namun delvin sengaja memilih tempat duduk pesawat yang berjauhan dengan felisha.


Felisha sendiri tak berani mendekati delvin, alasannya yaitu ia takut delvin akan menceraikan nya.


Di dalam pesawat felisha sesekali melirik kearah delvin, kursi mereka terlalu jauh hingga felisha tidak bisa melihat delvin dengan jelas. Apalagi disebelah delvin ada seorang bapak yang menghalangi penglihatan felisha, sedangkan felisha bingung karena belum ada yang mengisi kursi disebelah nya ini.


"Permisi, boleh saya duduk."


Felisha sedikit terkejut mendengar seseorang berbicara kepadanya, "Silahkan." Jawab felisha.


Felisha terdiam sejenak, ia merasa tak asing dengan suara lelaki yang kini duduk di sebelahnya itu.


"Apa kamu sudah lupa padaku sha?" Ujar lelaki itu sambil membuka kaca matanya.


Felisha membulatkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. "YAKK KENZO!" jerit felisha, semua orang di pesawat langsung menoleh kearah felisha termasuk delvin.


Ya lelaki yg kini duduk di sebelah felisha adalah kenzo, sahabat felisha sejak SMP. Felisha tak menyangka bahwa kenzo sedang berada di Jepang, karena yang felisha tau kenzo sedang berada di Australia.


"Shitttt. Jangan berisik, semua orang memperhatikan kita." Ucap kenzo.


Felisha tersenyum lebar, "Aku sangat senang bertemu dengan mu, kenapa kamu ada disini? Bukannya kamu lagi di Australia?" Tanya felisha penasaran.


"Aku sedang berlibur, butuh banyak berpikir untuk menyelesaikan skripsi. Sekarang aku sudah bebas dan ingin bersenang-senang." Jawab kenzo, "Ku dengar kamu sudah menikah? Kemana suamimu?" Tanya kenzo bingung karena felisha sendirian.


Felisha tidak langsung menjawab, ia terdiam sejenak. "Dia duduk di depan, dia tidak suka duduk di belakang." Jawab felisha berbohong pada kenzo.


Jawaban felisha mungkin terdengar sangat aneh, bahkan dalam hati kenzo merasa ada yang aneh dengan sikap felisha. Gadis yang selalu terlihat ceria tiba-tiba terlihat canggung saat kenzo bertanya tentang suaminya.


"Benarkah? Aneh sekali kalian. Tapi sudahlah lagipula aku ingin duduk bersama gadis paling cantik di SMP dulu." Canda kenzo mencairkan suasana.


"Haha, saking cantik nya kamu jatuh cinta padaku." Ledek felisha


Kenzo tertawa mendengar perkataan felisha, keduanya terlihat seperti sepasang kekasih yang lama tak bertemu. Felisha bisa tertawa lepas jika bertemu dengan kenzo, ia sesaat melupakan masalah rumit dalam rumah tangga nya.


"Oh iya kamu udah tau kan kalo nayara akan menikah?" Tanya felisha


"Sudah, mangka dari itu aku sekarang pulang ke Indonesia." Jawab kenzo.


Felisha mengerucutkan bibirnya, "Waktu aku menikah kamu tidak datang, giliran nayara kamu datang. Kamu memang menyebalkan!" Nada felisha terdengar  sangat kesal.


Kenzo tersenyum simpul, "Aku tidak mau terluka mangkanya aku tidak datang." Jawab kenzo santai.


Felisha tertawa, "Kau selalu mencari alasan" Cibir nya.


Kenzo tersenyum melihat tawa felisha, cantik benar-benar cantik pikir kenzo takjub dengan kecantikan felisha.


Disisi lain nampak sepasang mata memperhatikan mereka berdua, dengan tatapan yang sulit diartikan.


'Siapa laki-laki itu?' batin delvin berseru.


#BERSAMBUNG..


Aku tuh paling males nge revisi jadi kalo ada salah kata maaf ya 🤭 oh iya kalo bisa sih komen dimana letak salah nya aku ☺ Terimakasih sudah membaca. See you next time

__ADS_1


__ADS_2