
Kini felisha, kenzo dan delvin sudah mendarat di Indonesia. Yang menarik adalah kenzo malah mengikuti felisha, dia ingin tahu dimana apartemen yang felisha tempati.
Felisha sendiri merasa tidak enak hati karena ia sekarang sudah bersuami, ada rasa takut delvin marah kepadanya.
Di bandara kenzo sempat memperkenalkan diri pada delvin, namun delvin terlihat acuh seolah tak perduli.
Sesampainya di apartemen, felisha langsung mempersilahkan kenzo masuk.
Kenzo memperhatikan sekeliling ruangan apartemen milik felisha tersebut, matanya terhenti melihat bingkai foto pernikahan felisha dan delvin.
"Foto pernikahan nya bagus, kamu terlihat sangat cantik disana." Puji kenzo.
Felisha merona mendengar pujian dari sahabat nya itu, "Kau ini bisa saja, aku buatkan minum ya tunggu sebentar." Ucap felisha lalu pergi menuju dapur.
Sedari tadi delvin memilih langsung masuk kedalam kamar, ia tidak nyaman dengan keberadaan kenzo. Entah kenapa ia juga tidak suka melihat kenzo dan felisha akrab, walau mereka hanya sebatas sahabat.
Delvin mengacak rambut nya frustasi, semakin di pikirkan ia semakin kepanasan. Akhirnya delvin memutuskan untuk keluar dari kamar dan duduk menemani kenzo.
"Kamu beruntung banget bisa dapetin felisha." Kata kenzo.
Delvin mengernyit, "Memang nya kenapa?" Tanya delvin.
"Dia cantik, baik dan dia akan selalu mendukung orang yang ia sayangi." Jawab kenzo.
Pikiran delvin melayang, memang benar bahwa felisha baik. Tapi ia tak butuh semua itu, bagaimana pun felisha adalah wanita dan delvin tidak bisa mencintai wanita. Dia tidak tertarik dengan wanita, percuma saja apa yang dimiliki oleh felisha karena semua itu tidak akan membuat delvin tertarik.
Dari arah dapur datanglah felisha membawa nampan berisi air dan makanan ringan, "Ini minuman nya." Kata felisha sambil menaruh nampan tersebut di atas meja.
Kenzo tersenyum lembut, "Terimakasih sha sha_" Tutur kenzo.
"Sha sha?" Gumam delvin pelan namun terdengar oleh kenzo.
Kenzo tertawa kecil, "Heheh __ itu panggilan sayang aku untuk felisha, manis bukan?" Tutur kenzo.
Delvin mengepalkan lengannya mendengar perkataan kenzo, dalam hati delvin menggerutu.
Ting tong ting tong
Suara bel pintu membuat felisha akhirnya bisa bernafas lega, karena berada diantara delvin dan kenzo malah membuat felisha tak nyaman.
"Aku buka pintu dulu," Kata felisha lalu beranjak meninggalkan mereka berdua.
*kriett*
Pintu terbuka, mata felisha membulat sempurna melihat sosok sahabat nya nayara datang tepat pada waktunya.
Felisha langsung memeluk nayara, "Huuh kamu kok tau aku sudah datang," Kata felisha.
"Aku mendapat telpon dari kenzo, aku tak menyangka dia akan datang." Jelas nayara.
"Dia menyebalkan, dia hanya datang ke pernikahan mu. Tidak untuk pernikahan ku, ah sudahlah ayo masuk dia ada didalam." Kata felisha
Nayara mengikuti perkataan felisha, ia dan felisha jalan beriringan menuju ruang tamu.
__ADS_1
Melihat keberadaan kenzo tentu nayara begitu bahagia, dia langsung duduk di samping kenzo.
Nayara memukul kepala kenzo, "Hey bocah tengik kenapa baru datang sekarang, apa kau lupa denganku!" Ujar nayara.
Kenzo memekik lalu tertawa, ia tak menyangka sifat galak nayara tidak pernah berubah. "Sakit tau, aku datang khusus untuk mu. Aku ingin melihat siapa pria yang mau menikah dengan mu." Ledek kenzo.
"Gini-gini aku juga banyak disukai pria, jangan sembarangan ya kalau bicara!" Bentak nayara.
Nayara dan kenzo selalu seperti ini jika bertemu, mereka selalu bertengkar. Namun pertengkaran mereka malah terlihat lucu di mata felisha, melihat mereka berdua membuat felisha teringat masa-masa sekolah nya dahulu.
Felisha tak menyangka sekarang ia sudah dewasa, dan sudah memiliki suami. Apalagi nayara juga akan menyusulnya menuju pelaminan, dalam hati felisha berharap laki-laki yang akan menikah dengan nayara adalah laki-laki yang baik yang bisa menyayagi nayara dan selalu ada untuk nya.
Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, akhirnya nayara dan kenzo pulang dari apartemen felisha.
Kini tinggal felisha membersihkan semua gelas dan piring kotor yg telah digunakan tadi, satu persatu peralatan tersebut felisha bersihkan sendiri.
"Bersihkan yang ini juga!"
Suara delvin cukup mengagetkan felisha, dengan cepat felisha mengambil gelas yang diberikan oleh delvin.
"Bisakah kamu luangkan waktu sabtu nanti?" Tanya felisha dengan nada sangat pelan.
Delvin terdiam, ia berpikir sejenak. "Memang nya ada apa?" Tanya delvin setelah mengingat bahwa ia tak ada jadwal di hari sabtu.
"Sahabat ku akan menikah, aku tak mungkin datang sendiri. Maukah kau datang bersama ku kesana?" Jawab felisha.
Felisha mengigit bibir bawahnya pelan, ia takut delvin akan menolak permintaan nya.
"Baiklah." Hanya satu kalimat itu yang keluar dari mulut delvin.
***
Di sebuah cafe nayara dan kenzo terlihat santai menikmati kopi dan beberapa makanan lain, keduanya memang memiliki banyak kemiripan apalagi dalam segi makanan.
"Berapa lama kamu tinggal di sini?" Tanya nayara.
Kenzo meminum sedikit kopi milik nya, "Entahlah mungkin aku takan kembali kesana." Jawab kenzo dengan cengiran.
*bletakk*
"Aw, sakit nay!" Keluh kenzo sambil memegangi kepalanya yang di pukul oleh nayara.
Nayara menjulurkan lidahnya meledek kenzo, "Salah sendiri tidak bisa di ajak serius." Jawab nayara.
"Sebenarnya aku ingin sekali tinggal di sini, tapi sekarang sudah tidak ada harapan. Wanita yang aku suka sudah menikah dengan pria lain." Keluh kenzo, sekarang nada bicara kenzo berubah menjadi sangat menyedihkan.
Nayara merasa kasihan dengan keadaan sahabat nya ini, "Sudahlah lepaskan saja felisha dia sudah bahagia dengan pasangan nya saat ini." Ujar nayara.
"Tapi apa kau tak merasa bahwa hubungan mereka terlihat sangat aneh?" Tanya kenzo dengan nada serius.
Nayara mengernyit, ia tak mengerti untuk apa maksud perkataan kenzo.
"Kamu ngomong apasih orang mereka baik-baik aja kok." Ujar nayara membantah perkataan kenzo.
__ADS_1
Karena selama yang nayara amati felisha memang terlihat baik-baik saja, apalagi ia juga tak pernah menceritakan sedikitpun tentang rumah tangganya jadi nayara pikir hubungan mereka cukup baik.
"Apa ini hanya perasaan ku saja." Ujar kenzo.
"Itu karena kamu terlalu cemburu melihat mereka bersama, sudahlah sebaiknya kamu juga nyari pacar sana!" Titah nayara pada kenzo.
Kenzo tertawa, masih sempat nya ia tertawa walau hatinya sedang terluka. Kenzo memang orang yang cukup kuat, ia tidak pernah menunjukkan kelemahan nya di depan siapapun.
'Aku sudah terlanjur mencintainya sepenuh hati' batin kenzo berseru.
"Oh iya pernikahan kamu kan tinggal dua hari lagi, emang kamu nggk sibuk?" Tanya kenzo yang heran karena nayara masih bisa berkeliaran bahkan menemaninya nongkrong di cafe padahal pernikahan nayara hanya tinggal 2 hari lagi.
"Calon suamiku orang kaya, dia bisa mengatur semuanya sendiri." Balas nayara santai.
Kenzo jadi penasaran dengan pria yang akan di nikahi oleh nayara, pasalnya nayara selama ini selalu menolak pernikahan dan ia pikir nayara akan menjadi perawan selamanya.
"Baguslah kalau begitu, kamu jadi tidak usah susah payah cari kerja lagi. Dan yang paling penting kalian harus saling mencintai selamanya, ingat itu." Ujar kenzo.
Nayara terdiam sejenak, ia merasa bersalah telah membohongi sahabat nya. Kenzo berpikir bahwa nayara menikah karena saling mencintai, padahal ia menikah dengan Chirs hanya demi uang tidak lebih.
"Sudah jangan bahas itu, aku harus pulang sekarang. Sebaiknya cepat cari apartemen untuk kau tempati sebelum larut malam, aku pergi dulu kabari kalau sudah dapat tempat tinggal." Ujar nayara.
Kenzo hanya mengangguk tanda mengerti perkataan nayara, "Hati-hati ya sampaikan salam untuk ibumu." Kata kenzo.
Nayara hanya membalas dengan senyuman, sampai akhirnya ia berjalan meninggalkan kenzo sendirian di cafe.
Sebenarnya tak jauh dari cafe tersebut terdapat halte bus, nayara memilih untuk menunggu angkutan umum disana.
Tak lama nayara duduk di halte tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan nya, nayara sedikit kebingungan karena di halte tersebut hanya ada dirinya.
Seorang pria memakai jas hitam tiba-tiba keluar dari mobil tersebut, "Nona nayara, saya di suruh oleh pak chirs untuk menjemput nona." Ujar pria tersebut.
"Benarkah? Kenapa dia tidak mengabari ku sama sekali." Kata nayara yang keheranan, soalnya sejak pagi sampai sekarang Chirs belum menelpon ataupun mengirimnya SMS.
"Iyah nona, pak Chirs ingin menemui nyonya di suatu tempat." Kata pria itu.
Mendengar itu nayara langsung percaya lalu masuk kedalam mobil, awalnya nayara tak curiga sedikitpun. Namun ia mulai bertanya-tanya karena mobil yang mereka naiki berjalan menuju rute yang jauh dari kota.
"Kita sebenarnya mau kemana?" Tanya nayara takut.
Pria tersebut tersenyum, "Sudahlah diam dan ikuti saja."
Jawaban pria itu membuat nayara semakin curiga, nayara terus meminta agar mobil tersebut berhenti. Namun nihil mobil itu malah melaju semakin kencang, nayara terus berontak melawan pria itu tapi tenaga nya benar-benar tak sebanding.
Drttt drttt drttt
HP nayara berbunyi, ia sempat melihat siapa yang menelpon nya. Namun pria itu berusaha untuk mengambil HP nayara, dengan sekuat tenaga nayara berusaha mengangkat telpon yang masuk ke HP nya itu.
"CHIRS TOLONG AKU!"
*PLIP*
Chirs terkejut mendengar suara nayara yang meminta bantuannya, ia berusaha menelpon nayara lagi namun HP nayara tak bisa dihubungi.
__ADS_1
"Sial!" Geram chirs dengan wajah marahnya.
#BERSAMBUNG...