MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
12. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

                           ______


Suara telpon masuk membuat chirs terusik dari tidur nya, sebelum mengangkat telpon tersebut chirs melihat jam yang tertera di layar ponselnya. Ia menarik nafas panjang karena heru menelpon nya pagi-pagi sekali.


"Ada apa?"


"Bos para pria ini tidak mau mengaku siapa yang menyuruh mereka, apa yang harus saya lakukan lagi?"


"Bawa saja ke penjara!" Tegas chirs dengan nada marah, setelah itu ia dengan kasar menutup telpon dari heru.


Chirs marah karena para pria yang menculik nayara kemarin tidak mau mengakui siapa yang menyuruh mereka, jujur saja chirs yakin seratus persen bahwa dalang dari semua itu adalah ansell.


"Sialan!" Umpat chirs.


Waktu menunjukkan pukul 05:55, rasanya enggan sekali chirs bangun dari tempat tidur. Tapi ia juga harus pergi kantor, dengan rasa malas chirs memaksakan dirinya untuk turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Dilain tempat nampak nayara yang sudah terbangun dari tidur nya dan sibuk dengan acara memasak di dapur, sebenarnya nayara jarang sekali memasak apalagi untuk sarapan. Tapi kali ini ia terpaksa memasak karena ibunya terus saja mengomeli nayara, ia mengatakan bahwa sebentar lagi nayara akan menikah maka ia harus bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti istri pada umumnya.


Padahal nayara pikir ini terlalu berlebihan lagipula chirs itu orang kaya dan nayara pikir chirs pasti memiliki seorang asisten rumah tangga jadi nayara tidak harus repot-repot melakukan pekerjaan rumah.


"Akhirnya selesai juga."


Nayara tersenyum senang melihat semua masakan nya sudah tertata dengan rapi.


"Sudah selesai? Seperti nya enak sekali. Cepat panggil chirs untuk sarapan bersama, " Kata ibu nayara.


"Ibu saja yang panggil." Jawab nayara dengan nada memelas, jujur saja nayara sedang kurang percaya diri pasalnya ia belum mandi sama sekali.

__ADS_1


"Kamu kan calon istrinya kenapa ibu yang harus manggil, sudah jangan banyak bicara cepet panggil nanti keburu masakan nya dingin!"


Mendengar semua itu nayara memilih diam, percuma saja bertengkar dengan ibunya karena ujung nya pasti nayara akan kalah juga. Dengan langkah berat nayara berjalan menuju kamarnya yang kini di tempati oleh chirs, setelah sampai di depan kamar nayara langsung mengetuk pintu.


Lama nayara berdiri dan tidak mendengar respon apapun dari chirs, nayara pikir chirs masih tidur jadi ia langsung masuk kedalam kamar berniat untuk membangunkan chirs.


Setelah masuk kedalam, nayara sedikit bingung karena chirs tidak ada di tempat tidur.


Ceklek


Nayara berbalik melihat kearah pintu kamar mandi yang ada dikamar nya, mata nayara di suguhkan pemandangan paling langka. Dimana ia melihat chirs dengan tubuh kekar nya yang tak memakai baju, dan kini chirs hanya mengenakan handuk yang di lilit ke pinggang saja.


"Ada apa?" Tanya chirs pada nayara, dengan cepat nayara mengalihkan pandangan nya dan membuang pikiran aneh tentang chirs.


"Sarapan pagi sudah siap, sebelum kamu pulang sebaik nya sarapan dulu sebentar."


"Pinjami aku bajumu lagi, yang semalam kotor."


Nayara hanya mematung, sebenarnya pikiran ia sudah jauh kemana-mana. Dan ternyata chirs hanya meminta baju untuk ia kenakan, "Ah, ia aku ambil dulu." Secepat kilat nayara berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil kaos yang cocok untuk chirs.


"Ini, cepat pakai aku tunggu di meja makan." Kata nayara yang kini sudah berjalan cepat meninggalkan chirs.


Bahkan terlihat seperti berlari kecil menuju dapur, sesampainya di dapur ia langsung mengambil gelas dan minum sebanyak mungkin. Ia sebenarnya tidak haus hanya saja ia ingin menghilangkan rasa panas di tubuhnya.


Greb


Nayara terkejut dengan tangan yang tiba-tiba menyentuh pundaknya, nayara bahkan membeku seketika.

__ADS_1


"Tuangkan juga air untuk ku, aku sangat haus."


Nayara berbalik kearah belakang untuk lebih jelas melihat sosok yang berbicara padanya.


Dengan gemetar nayara mulai menuangkan air kedalam gelas, chirs enggan memalingkan wajahnya. Ia terus memperhatikan tingkah aneh nayara, "Terimakasih." Ujar chirs lalu meminum air yang nayara tuangkan.


Setelah minum chirs berjalan meninggalkan nayara, sikap chirs yang santai tersebut dikarenakan ia sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang wanita karena selama ini ia memang bukan lelaki yang normal itu sebabnya chirs tidak merasa malu sedikit pun walau ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya sekalipun itu di depan nayara.


Kini di meja makan chirs terlihat begitu antusias mencicipi semua masakan yang ada di hadapannya


"Bagaimana nak apa masakan nya enak?" Tanya ibu nayara dengan wajah ramah nya.


Chirs meneguk minum nya, "Iyah bu enak sekali." Jawab chirs spontan.


Nayara tersenyum bahagia mendengar jawaban chirs, tak sia-sia ia berlama-lama di dapur. Ia merasa begitu bahagia karena chirs menyukai masakan nya.


"Calon istri mu ini memang pandai memasak, setelah menikah kamu pasti akan senang di sungguhkan masakan buatan nayara."


Chirs melirik kearah nayara, dan tak sengaja nayara pun melirik chirs. Sampai akhirnya kedua bola mata mereka bertemu, entah apa yang ada di dalam pikiran chirs saat ini. Ia hanya memandang nayara begitu lekat.


Setelah selesai menikmati sarapan pagi akhirnya chirs pamit untuk pergi ke kantor, chirs menyuruh nayara untuk tetap berada di rumah. Ia seperti nya tidak mau kejadian kemarin terulang kembali, ada rasa takut sebab ia merasa bahwa nayara akan terancam karena berurusan dengan nya.


Diperjalanan chirs terus memikirkan bagaimana kalau orang-orang suruhan tersebut datang lagi dan menyakiti nayara, tanpa berpikir panjang chirs langsung mengambil telpon genggam di kantung celana nya.


"Hallo, segera sewa bodyguard untuk berjaga - jaga di sekitar rumah nayara sekarang juga!" Kata chirs kepada seseorang yang ia telpon.


Disisi lain nampak heru yang langsung bergegas melaksanakan apa yang di perintahkan oleh chirs.

__ADS_1


#BERSAMBUNG...


__ADS_2