MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
11. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Nayara mulai membuka kelompok matanya, ia merasakan ada yang aneh. Kedua tangannya tak bisa digerakkan, dan kedua kakinya pun sama.


Ia berada di posisi duduk dengan kedua tangan terikat di belakang, dan kaki di ikat dengan tiang kursi.


Mulutnya tak bisa menjerit karena di tutup oleh lakban.


"Hiks_hiks__"


Nayara mulai menangis ia takut dengan apa yang terjadi padanya saat ini, ia bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Bos bagaimana selanjutnya?"


"Kita tunggu perintah dari atasan."


"Apa tidak sebaiknya kita bunuh dia saat ini saja?"


"Jangan gegabah! Lakukan saja seperti yang diperintahkan oleh atasan!"


Telinga nayara tidak tuli, ia mendengar percakapan antara dua orang lelaki di depan ruangan.


Ini pertama kalinya nayara merasa setakut ini, ia berpikir bahwa ia akan mati di tangan pria-pria brengsek itu.


Karena itu nayara tidak henti-henti nya menangis.


Terdengar segerombolan langkah kaki mendekat, nayara semakin ketakutan berada di ruangan gelap itu.


*Buaghhh*


*Buaghhh*


*Dukkkk*


*Brakkkk*


"ARGHHH"


Nayara amat takut serta bingung karena mendengar suara orang berkelahi hingga suara barang hancur, dan suara teriakan dari luar ruangan.


*Kriett*


Pintu ruangan terbuka, karena takut akhirnya nayara menutup erat kedua bola matanya, takut akan apa yang selanjutnya terjadi pada dirinya.


Langkah demi langkah terdengar semakin dekat, nayara berdoa dalam hati untuk keselamatan nya.


Namun tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundak nya, lengan besar yang pasti sang  pemilik nya tersebut adalah laki-laki.

__ADS_1


"Kamu sudah aman, tenang saja."


Nayara mengenali suara itu, suara yang sangat familiar di telinga nayara. Ia memberanikan diri membuka kelopak matanya, "Chirs." Lirih nayara, ia mulai menetaskan air matanya. Ia menangis bukan karena sedih melainkan karena terlalu bersyukur dengan kedatangan chirs.


"Kenapa menangis dasar bodoh!" Ujar chirs lalu membuka tali yang mengikat lengan dan kaki nayara.


Setelah semua tali tersebut terlepas, nayara pun berusaha untuk berdiri. Kedua kakinya terasa sangat lemas dan tak bertenaga. Ia bahkan hampir bterjatuh kalau saja tangan chirs tidak menahan tubuhnya.


*GREB*


Nayara tiba-tiba memeluk chirs, tentu saja chirs terkejut dengan perlakuan nayara tersebut.


"Hiks, hiks, ak-ku sangat takut."


Chirs mencoba menenangkan nayara dengan mengelus pelan punggung nayara, "Tidak apa-apa sekarang ada aku." Ujar chirs lembut.


Nayara sedikit tenang setelah mendengar perkataan chirs, jujur saja nayara juga merasa nyaman berada di pelukan chirs.


"Siapa sebenarnya mereka?" Tanya nayara sembari melepaskan pelukan nya.


"Mereka hanya gerombolan gelandangan yang ingin memeras mu ." Ujar chirs bohong, sebenarnya ia tau bahwa para pria tersebut pasti orang suruhan.


Chirs bahkan sudah tahu siapa yang menyuruh mereka, namun chirs tidak mungkin memberitahukan itu pada nayara. Kalau nayara tahu sudah pasti nayara tidak akan mau terlibat dalam pernikahan dengan chirs, kalau yang menikah dengan chirs bukan nayara maka akan sulit bagi chirs mencari wanita yang punya pemikiran sama dengannya.


Nayara sendiri bingung dengan penjelasan chirs, karena sebelumnya ia mendengar percakapan para pria itu dan mereka tidak membahas tentang uang sama sekali.


Chirs akhirnya mengantarkan nayara pulang kerumah, diperjalanan nayara hanya diam tak banyak berbicara. Chirs mengerti bahwa nayara pasti sangat syok dengan kejadian yang menimpanya hari ini.


Sesampainya dirumah nayara, chirs juga mengantarkan nayara masuk kedalam rumah. Ibu nayara terlihat sangat khawatir karena putrinya pulang larut malam namun kekhawatiran nya sedikit berkurang setelah mengetahui bahwa nayara bersama chirs. Ibu nayara memang sangat mempercayai chirs, karena chirs memang sudah di anggap seperti putranya sendiri.


"Masuklah nak," Kata ibu nayara pada chirs.


"Ah tidak usah bu saya pulang saja," Jawab chirs.


"Ini sudah malam, sebaiknya menginap saja."


Chirs melirik kearah nayara setelah mendengar tawaran dari calon mertua nya itu, "Tidak usah bu saya pulang saja." Balas chirs sopan.


"Padahal ibu sudah masak banyak sekali," Kata ibu nayara dengan nada kecewa.


Chirs benar-benar bingung harus bagaimana, terbesit rasa tak enak mendengar perkataan ibu nayara yang terdengar sangat kecewa.


"Yasudah saya akan menginap malam ini bu." Jawab chirs pasrah.


Jangan tanya bagaimana ekspresi nayara, dia sangat malu atas sikap ibunya. Bagaimana bisa ia menyuruh chirs untuk menginap padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun, ya walaupun mereka akan menikah tapi tetap saja rasanya aneh bagi nayara.

__ADS_1


Nayara dan chirs sekarang sibuk menikmati makan malam yang di buatkan oleh ibu nayara, bahkan sekarang ibu nayara juga sudah menyiapkan air panas untuk mandi chirs. Chirs diperlakukan seperti seorang raja, semua nya serba di sediakan oleh ibu nayara.


Chirs sendiri menikmati semua perlakuan calon mertuanya, ia jadi merasa memiliki seorang ibu. Selama ini ia hidup sendiri jadi tidak tahu bahwa memiliki seorang ibu yang perhatian sangatlah menyenangkan.


Setelah makan malam selesai chirs pun beranjak menuju kamar mandi, tubuh nya terasa begitu segar setelah mandi. Ibu nayara juga sudah menyiapkan pakaian untuk chirs, sebenarnya pakaian yang diberikan pada chirs adalah pakaian milik nayara. Kebetulan nayara memiliki pakaian yang memang cocok untuk laki-laki selera nayara memang sangat berbeda dari perempuan kebanyakan.


Kini chirs keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos putih polos dan celana training berwarna hitam, ia terlihat tampan walau menggunakan pakaian seadanya.


Chirs berjalan menghampiri ibu nayara, sebenarnya ia bingung malam ini ia akan tidur dimana karena setelah chirs lihat-lihat di rumah ini cuma ada dua kamar.


"Eh sudah selesai mandi nya? Kalau begitu sebaiknya cepat istirahat, nak chirs tidur di kamar nayara saja."


"APA/APA!"


Nayara dan chirs sama-sama terkejut dengan perkataan ibunya, mana mungkin mereka tidur satu kamar pikir chirs dan nayara.


"Hahah, kalian lucu sekali. Tenang saja chirs nanti nayara gampang bisa tidur sama ibu," Kata ibu nayara sambil tertawa.


Nayara dan chirs akhirnya bisa bernafas lega, mereka memang terlihat lucu padahal dijaman modern seperti ini bukan hal aneh lagi jika perempuan dan laki-laki tidur satu kamar walau belum menikah. Tapi tetap saja hal itu tidak berlaku untuk chirs dan nayara, orang lain boleh berpikir mereka pasangan tapi tidak untuk faktanya. 


"Lalu dimana kamar nayara?  Saya mau tidur sekarang bu." Tanya chirs.


"Nayara cepat antar ke kamar mu, sekalian beresin dulu biar chirs bisa tidur nyenyak." Kata ibu nayara, mendengar perintah ibunya tentu nayara hanya bisa pasrah sembari melaksanakannya.


Chirs mengikuti langkah nayara, kini ia masuk kedalam kamar milik nayara. Tidak ada yang spesial di kamar nayara, kamar yang memiliki cat berwarna hijau tosca serta penuh dengan poster artis k-pop dan paling penting kamar itu memang tertata sangat rapi.


"Ini kamar nya, udah aku beresin."


Chirs mengalihkan pandangan nya kearah nayara, "Iya terimakasih," Kata chirs.


Nayara hanya tersenyum tak membalas perkataan chirs, ia berniat meninggalkan chirs tapi tiba-tiba tangan chirs menahan lengan nayara. Hingga nayara menghentikan langkahnya, "Ada apa?" Tanya nayara.


"Apa kamu sudah tidak apa-apa?" Tanya chirs, yang ia maksud adalah keadaan nayara saat ini setelah kejadian penyekapan nya.


"Aku baik-baik saja." Jawab nayara


"Apa sebaiknya kita undur saja acara pernikahan nya?" Tanya chirs pada nayara.


Nayara terdiam sejenak, sebenarnya nayara masih syok dengan kejadian hari ini tapi ia juga ingin cepat-cepat menyelesaikan pernikahan nya.


"Tidak papa kita lakukan saja seperti rencana awal." Kata nayara lalu keluar dari kamar tersebut meninggalkan chirs sendiri.


Chirs hanya diam membiarkan nayara keluar, kini pandangan chirs tertuju pada jam dinding yang menunjukkan pukul 00:04. Chirs menghela nafas, ia berpikir pantas saja matanya sangat berat.


Perlahan chirs merebahkan tubuhnya di atas kasur, tidak perlu menunggu lama kini chirs sudah tertidur sangat pulas.

__ADS_1


#BERSAMBUNG...


__ADS_2