MARRIAGE SCANDAL

MARRIAGE SCANDAL
17. MARRIAGE SCANDAL


__ADS_3

Ide cerita ada tapi mata udah ngantuk banget😔  tapi aku tetep update ya, semoga suka 🖤


                              ___


Hujan turun malam itu, dikarenakan nayara tidak membawa payung ataupun jas hujan akhirnya ia memutuskan untuk meneduh tepat di depan sebuah minimarket sambil menunggu taxi.


Nayara menatap layar ponsel nya, ragu ingin menghubungi chirs. "Apa iya aku telpon saja dia" Gumam nayara pelan.


Nayara menggeleng, ia mengenyahkan pikiran nya tentang menghubungi chirs untuk menjemput nya disini. Lagipula ini kesalahan nya sendiri pulang terlalu larut malam, sampai-sampai tidak sadar bahwa hujan  akan turun.


Lama nayara menunggu taxi lewat tapi tidak ada satupun yang muncul, nayara mulai frustasi. Kaki nya amat pegal berdiri di sana, bahkan baju nya jadi basah karena terkena cipratan air hujan.


Saking pegal nya berdiri, akhirnya nayara memutuskan untuk duduk dengan menekuk kedua lututnya. Menunggu taxi di tengah hujan dan larut malam seperti ini lebih sulit dari dugaan nayara.


Sebuah langkah kaki terhenti tepat di depan nayara, dengan membawa payung berwarna hitam.


"Kenapa tidak bilang jika ingin pulang?"


Nayara tekejut dengan cepat mendongakkan kepala nya, matanya seolah tak percaya dengan keberadaan chirs di depan nya kali ini.


"Kok kamu tau aku ada disini?" Tanya nayara penasaran.


Chirs melangkah lebih dekat kearah nayara seraya mengangkat payung nya tepat di atas kepala nayara, "Sebaiknya cepat masuk kedalam mobil." Ujar Chirs mengalihkan pembicaraan.


Perlakuan chirs saat ini begitu manis, nayara bahkan tak bisa Berkata-kata lagi. Seolah terpana melihat chirs yang begitu perhatian padanya, tanpa banyak bertanya lagi nayara mengikuti langkah Chirs masuk kedalam mobil.


Di perjalanan nayara berusaha mengalihkan pandangan nya dengan melihat kearah jalanan, walau dalam hati ia merasa sangat senang kali ini pulang berasama Chirs.


"Apa yang terjadi sampai kau pulang larut malam?" Tanya chirs.


"Ah itu __ tadi sahabat ku butuh teman untuk bercerita, saking lama nya ia bercerita aku jadi lupa waktu." Jawab nayara.


"Lain kali, jangan sungkan hubungi aku jika kamu butuh bantuan." Ujar chirs.


Nayara menoleh kearah chirs, "Terimakasih_" Balas nayara sambil tersipu.


"Apa kamu sudah makan?"


Nayara menggeleng pelan, "Belum__ aku bahkan lupa makan tadi." Jawab nayara.

__ADS_1


"Kalau begitu kita mampir dulu aja untuk makan malam."


Nayara teringat sesuatu, ya iya ingat bahwa dirumah masih banyak bahan makanan sayang jika tidak di masak segera. "Sebaik nya kita makan dirumah saja, aku yang masak. Ada banyak bahan makanan belum di masak, nanti keburu gak bisa di makan." Ujar nayara.


Chirs setuju dengan ide nayara, apalagi ia sangat ingin makan masakan buatan nayara.


"Baiklah kita makan dirumah saja." Jawab chirs bersemangat.


Diperjalanan nayara terus memikirkan apa yang akan ia masak untuk makan malam bersama chirs, kali ini ia akan membuat masakan paling enak sedunia agar chirs senang.


Sesampainya dirumah yang pertama nayara tuju adalah dapur, ia mengeluarkan semua bahan makanan yang ada di kulkas. Padahal yang akan makan hanya mereka berdua tetapi nayara malah membuat masakan yang begitu banyak.


Nayara begitu sibuk berkutat dengan masakan nya tanpa memperdulikan pakaian nya yang basah karena air hujan.


Satu persatu masakan yang nayara buat telah selesai sampai kini masakan yang terakhir adalah makanan penutup kesukaan nya.


Saat nayara fokus dengan acara memasak tiba-tiba ia dibuat terkejut oleh sebuah tangan yang memasangkan sebuah handuk di punggung nya, tangan chirs begitu cekatan berusaha mengeringkan nayara.


Jangan tanya apa yang terjadi dengan nayara saat ini, ia berdiri mematung sambil memegangi centong besi yang ia pakai untuk memasak.


"Kamu bisa sakit kalo gini caranya, sini aku saja yang lanjutin masak. Kamu cepat ganti pakaian!" Titah chirs sambil mengeringkan rambut nayara dengan handuk.


"Kalau begitu, nih kamu yang lanjutin aku mau ganti baju dulu." Ujar nayara lalu dengan secepat kilat ia pergi membiarkan chirs mengurus masakan penutup nya.


Dikamar, nayara berusaha mengatur pernapasan nya yang tadi tak karuan karena sikap lembut chirs.


Nayara berulang kali menghilangkan pikiran tentang chirs tapi tidak bisa, ia sudah terlanjur meleleh karena chirs.


"Ingat nay, dia itu bukan laki-laki normal. Jangan seperti ini" Gerutu nayara pada dirinya sendiri.


"Nayara cepat keluar makanan nya sudah siap"


Suara lantang chirs membuat nayara tersadar buru-buru ia mengganti pakaian nya dan berusaha menghilangkan semua perasaan canggung di hatinya.


Tidak butuh waktu lama untuk nayara kembali lagi ke dapur, tapi langkah nayara terhenti melihat chirs yang sedang menata masakan yang akan di makan oleh mereka berdua.


"Malah bengong disana, cepat duduk sini."


Nayara tersenyum, ia malu sekali ketahuan bengong memperhatikan chirs.

__ADS_1


Nayara dan chirs duduk saling berhadapan, sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya nayara juga tak henti-hentinnya memperhatikan chirs.


Begitu lahap ketika menyantap makanan yang dibuatkan oleh nayara,  chirs memang sangat menyukai masakan nayara terbukti ia tak henti-hentinnya makan.


"Apa rasanya seenak itu?" Tanya nayara.


Chirs mengangguk, "Enak sekali, pokonya masakan buatan kamu gak ada tandingan nya." Tutur chirs sambil tersenyum manis.


Pujian chirs membuat nayara semakin melayang, bahkan wajah nayara kini berubah menjadi merah seperti tomat.


                              •••


Nayara dan chirs telah menyelesaikan acara makan malam mereka keduanya kini sedang duduk bersama di depan jendela kamar, sambil menikmati susu dan beberapa cemilan.


Seperti nya menemani chirs mengerjakan tugas kantor adalah rutinitas yang tidak pernah nayara lewati, padahal chirs sama sekali tak menyuruh hal itu.


"Kalau udah ngantuk tidur aja, gak usah di paksain." Kata chirs pada nayara.


"Siapa yang ngantuk orang enggak." Jawab nayara bohong, padahal sudah sangat jelas ia terlihat sedang menahan mati-matian rasa kantuk nya.


Tak berselang lama nayara seperti nya sudah tidak sanggup menahan rasa kantuk yang begitu melanda, nayara tanpa sadar tidur dengan posisi terduduk sambil menyandarkan kepala nya kebelakang kaca jendela.


"Besok aku ada pertemuan klien, kali ini klien penting mereka dat__" Kata-kata chirs terhenti saat mengetahui teman bicara nya sudah tertidur pulas.


"Sudah kuduga pasti dia tidur." Gumam chirs.


Chirs merasa kasihan melihat posisi tidur nayara, karena itu ia kini memberanikan diri untuk menggendong tubuh nayara untuk memindahkan nya kedalam kamar.


Gerakan chirs begitu hati-hati ia tidak ingin nayara terbangun dari tidur nya, perlahan tapi pasti akhirnya chirs merebahkan nayara di kamar.


Setelah merebahkan nayara di ranjang, chirs terdiam sejenak memperhatikan wajah nayara ketika tertidur. Tanpa sadar lengan chirs menjulur menyentuh rambut yang menghalangi wajah nayara.


Seutas senyuman terukir di bibir manis chirs, tanpa berkata-kata chirs memutuskan untuk meninggalkan nayara agar bisa beristirahat dengan tenang.


Tak lama setelah chirs pergi dari kamar nayara tiba-tiba kedua bola mata nayara kembali terbuka, ia seperti tak percaya dengan apa yang baru saja chirs lakukan padanya. Chirs dengan gagah menggendong nayara untuk tidur di kamar, padahal chirs bisa saja membangunkan nayara tanpa harus menggendong nya.


"Ya Tuhan, ada apa dengan perasaan ku."


#BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2